Tabungan Masyarakat di Bawah Rp5 Miliar Anjlok, Orang Super Kaya Masih Terus Tambah Simpanan
Berdasarkan data LPS, simpanan dengan nominal di bawah Rp500 juta tumbuh 4,09 persen year on year (yoy) pada April 2025.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan simpanan pada hampir semua tiering atau kelompok nominal yang mengalami perlambatan pada April 2025. Kata LPS, hal ini disebabkan faktor musiman, di mana masyarakat banyak membelanjakan uangnya saat libur panjang Idulfitri.
"Tapi ini (perlambatan) bukan berarti karena ekonominya memburuk. Musimannya memang seperti itu (faktor libur panjang),” kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers di Jakarta.
Berdasarkan data LPS, simpanan dengan nominal di bawah Rp500 juta tumbuh 4,09 persen year on year (yoy) pada April 2025, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 6,03 persen yoy.
Begitu pula simpanan pada tiering lainnya antara lain tiering dari Rp500 juta hingga Rp1 miliar yang tumbuh 4,25 persen yoy (Maret 2025: 5,74 persen yoy), tiering dari Rp1 miliar hingga Rp2 miliar tumbuh 2,88 persen yoy (Maret 2025: 3,52 persen yoy), serta tiering dari Rp2 miliar hingga Rp5 miliar tumbuh 2,98 persen yoy (Maret 2025: 4,44 persen yoy).
LPS juga mencatat, penurunan simpanan terjadi pada seluruh tiering di bawah Rp100 juta dengan rentang 3,50 persen yoy hingga 5,85 persen yoy. Sementara simpanan tier nominal di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 4,73 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, total nominal simpanan per April 2025 mencapai Rp9.075,92 triliun atau tumbuh 4,3 persen secara year to date (ytd) namun melambat -0,02 persen secara month on month (mom).
Optimistis Nasabah Perbankan Kembali Tumbuh
Meski melambat pada April 2025, Purbaya meyakini bahwa ke depannya simpanan nasabah di perbankan akan kembali tumbuh membaik setelah faktor liburan musiman berakhir.
"Menurut saya ke depannya (simpanan nasabah) akan naik lagi, karena ketika healing (masyarakat liburan) kan uangnya dibelanjakan, nanti yang jual barang setelah beberapa lama uangnya masuk lagi ke perbankan. Jadi perputaran ekonomi lebih bagus," kata Purbaya.
Per April 2025, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 4,55 persen yoy. Penghimpunan DPK ditopang oleh produk giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 6,02 persen yoy dan 6,05 persen yoy.
Sedangkan kredit perbankan pada periode yang sama tumbuh sebesar 8,88 persen secara yoy. Pertumbuhan kredit investasi mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 15,2 persen yoy.
Pada Selasa, LPS menetapkan untuk menurunkan tingkat bunga penjaminan (TBP) simpanan dalam rupiah di bank umum dan bank perekonomian rakyat (BPR) sebesar 25 basis point (bps). Namun, TBP simpanan dalam valuta asing di bank umum tetap dipertahankan pada level yang sama.
TBP simpanan rupiah pada bank umum adalah 4,00 persen dan TBP simpanan rupiah pada BPR yakni 6,50 persen. Sedangkan untuk TBP simpanan valas pada bank umum adalah sebesar 2,25 persen. TBP tersebut akan berlaku untuk periode 1 Juni sampai dengan 30 September 2025.