Sentra Fashion Sri Kuala Lobam Diharapkan Dorong Pertumbuhan UMKM Bintan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menaruh harapan besar pada Sentra Fashion Sri Kuala Lobam di Bintan untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan optimismenya terhadap peran Sentra Fashion Sri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), sebagai motor penggerak pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, secara langsung menyampaikan harapan ini saat peresmian gedung sentra fesyen tersebut belum lama ini. Keberadaan sentra ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang dan berinovasi.
Pembangunan gedung Sentra Fashion Sri Kuala Lobam ini didanai melalui alokasi khusus (DAK) dari Kemenperin, dengan nilai investasi mencapai Rp19 miliar. Fasilitas modern ini mencakup gedung pusat layanan sentra fesyen dan juga gedung produksi berskala besar, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung infrastruktur bagi industri kreatif. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat sektor UMKM di berbagai daerah, khususnya di wilayah yang memiliki potensi ekonomi signifikan.
Reni Yanita menekankan bahwa letak geografis Bintan yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh Sentra Fashion Sri Kuala Lobam. Potensi pasar yang luas dari negara tetangga dapat menjadi target bagi produk-produk UMKM lokal. Selain itu, sentra ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan keterampilan anak-anak muda di bidang desain fesyen, membuka jalan bagi generasi penerus untuk berkarya dan berkontribusi pada ekonomi kreatif.
Peluang Pasar dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menggarisbawahi bahwa posisi Bintan yang strategis, sangat dekat dengan pasar Singapura dan Malaysia, memberikan keuntungan kompetitif bagi Sentra Fashion Sri Kuala Lobam. Hal ini membuka kesempatan luas bagi produk-produk fesyen lokal untuk menembus pasar internasional. Kemenperin berharap sentra ini dapat memfasilitasi pelaku UMKM untuk melihat dan memanfaatkan peluang pasar tersebut secara optimal, baik melalui pameran, kemitraan, maupun platform digital.
Selain fokus pada ekspansi pasar, sentra fesyen ini juga diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang fesyen. Reni Yanita mengungkapkan bahwa sentra ini dapat menjadi tempat bagi anak-anak sekolah atau individu yang memiliki minat dalam desain fesyen untuk mengasah keterampilan mereka. Dengan demikian, bakat-bakat muda dapat berkembang dan menghasilkan desainer serta perajin fesyen yang berkualitas, yang pada akhirnya akan memperkuat industri fesyen nasional.
Pengembangan keterampilan ini tidak hanya terbatas pada aspek produksi, tetapi juga mencakup pemahaman tentang tren fesyen, manajemen bisnis, dan pemasaran. Melalui program pelatihan dan pendampingan, Sentra Fashion Sri Kuala Lobam berpotensi mencetak generasi baru pelaku industri fesyen yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Kemenperin berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif semacam ini demi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi kreatif.
Dampak Ekonomi dan Keberhasilan Awal Sentra Fashion
Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, menyampaikan keyakinannya bahwa Sentra Fashion Sri Kuala Lobam akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Kehadiran sentra ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi ibu-ibu perajin di Kecamatan Sri Kuala Lobam yang telah diberdayakan. Peningkatan pendapatan keluarga melalui keterlibatan dalam produksi fesyen akan secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bintan.
Deby Maryanti juga menyoroti keberhasilan sentra-sentra lain di Bintan, seperti Sentra Kerupuk Sei Lekop yang telah berkembang pesat dan meraih penghargaan dari Kemenpan RB pada tahun 2023. Selain itu, Bintan juga memiliki sentra otak-otak di Sei Nam yang berada di bawah binaan Pemerintah Provinsi Kepri. Keberhasilan sentra-sentra sebelumnya menjadi indikator potensi besar bagi Sentra Fashion Sri Kuala Lobam untuk mencapai kesuksesan serupa, bahkan lebih besar.
Dalam sembilan bulan pertama operasionalnya di tahun 2025, Sentra Fashion Sri Kuala Lobam telah mencatatkan omset sekitar Rp554 juta dengan total 5.157 pesanan. Pencapaian ini menunjukkan respons pasar yang positif terhadap produk-produk dari sentra tersebut. Pemesan tidak hanya datang dari perusahaan lokal seperti PT BIIE Lobam, tetapi juga dari PT BAI Galang Batang untuk seragam pekerja, menandakan kepercayaan dan permintaan yang kuat terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Sumber: AntaraNews