Mengatur keuangan menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja lepas atau freelancer. Berbeda dengan karyawan tetap yang menerima gaji secara rutin setiap bulan, penghasilan pekerja lepas bisa berubah-ubah bergantung pada jumlah proyek, klien, hingga pekerjaan yang berhasil diselesaikan.
Dalam satu bulan, seorang freelancer mungkin mendapatkan penghasilan cukup besar. Namun, pada bulan berikutnya, pendapatan tersebut bisa menurun drastis karena minimnya pekerjaan yang masuk.
Kondisi ini membuat perencanaan keuangan menjadi lebih sulit. Terlebih, berbagai kebutuhan rutin seperti biaya makan, tempat tinggal, transportasi, hingga tagihan bulanan tetap harus dibayarkan meskipun penghasilan sedang tidak menentu.
Meski demikian, memiliki pendapatan yang tidak tetap bukan berarti seseorang tidak bisa mengatur keuangannya. Pekerja lepas tetap dapat menyusun anggaran dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi pendapatan.
Berdasarkan TheWeek, terdapat empat cara yang dapat diterapkan pekerja dengan penghasilan tidak menentu agar kondisi keuangan tetap terjaga.
Advertisement
1. Buat Anggaran Berdasarkan Penghasilan Terendah
Tahapan pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan menentukan anggaran berdasarkan total jumlah penghasilan terendah yang pernah diterima. Menurut Ramsey Solutions, terdapat banyak orang yang mungkin memilih untuk menentukan anggaran berdasarkan rata-rata penghasilan perbulannya. Namun, strategi ini ternyata berisiko apabila pengeluaran terlalu besar saat pendapatan sedang menurun.
Pekerja dengan penghasilan tidak tetap sebaiknya memulai perencanaan dari angka pendapatan paling rendah, bukan rata-rata. Dengan cara ini, seseorang dapat menyusun anggaran yang lebih realistis dan sesuai kemampuan finansialnya. Jika pada bulan berikutnya memperoleh penghasilan lebih besar, kelebihan uang tersebut dapat dialokasikan untuk menambah tabungan atau memenuhi kebutuhan lainnya.
Advertisement
2. Pastikan Setiap Rupiah Memiliki Tujuan
Setelah mengetahui batas penghasilan terendah, strategi yang dapat dilakukan setelahnya yaitu dengan menentukan tujuan dari setiap uang yang diterimanya. Hal ini dapat dilakukan dengan metode yang bernama zero-sum budgeting. Pada metode ini mengharuskan seseorang untuk memberikan alokasi dalam setiap rupiah yang diperoleh, sehingga tidak ada uang yang digunakan tanpa perencanaan.
Strategi ini juga menjadi salah satu cara efektif bagi pekerja dengan pendapatan tidak menentu dalam mengelola keuangan. Sebagai contoh, penghasilan dapat dibagi untuk kebutuhan pokok, biaya transportasi, pembayaran cicilan, tabungan, hingga kebutuhan lainnya.
Pembagian anggaran tersebut dapat menggunakan nominal pendapatan terendah sebagai patokan. Sementara jika memperoleh penghasilan tambahan, pekerja bisa memanfaatkannya untuk memperbesar tabungan atau memenuhi target keuangan yang belum tercapai.
Advertisement
3. Siapkan Dana Darurat untuk Mengantisipasi Penghasilan Menurun
Dana darurat menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki pekerja lepas. Sebab, tidak adanya kepastian penghasilan bulanan membuat kelompok pekerja ini lebih rentan mengalami kesulitan keuangan ketika pekerjaan sedang sepi.
Misalnya, seorang freelancer kehilangan klien utama atau tidak bisa bekerja sementara waktu karena masalah kesehatan. Dalam situasi tersebut, dana darurat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus langsung mencari pinjaman.
Menurut NerdWallet, salah satu strategi membangun dana darurat adalah menyisihkan sebagian dari setiap pembayaran yang diterima. Dengan menyisihkan uang secara rutin, tabungan dapat terus bertambah meskipun nominal penghasilan setiap bulan berbeda-beda.
Jika pendapatan belum mencukupi untuk memenuhi target tabungan, pekerja juga dapat mempertimbangkan mencari sumber penghasilan tambahan agar kondisi keuangan lebih stabil.
Advertisement
4. Sisihkan Penghasilan untuk Membayar Pajak
Selain kebutuhan sehari-hari dan tabungan, pekerja lepas juga perlu memperhitungkan kewajiban perpajakan. Berbeda dengan sebagian karyawan yang pajaknya dipotong langsung oleh pemberi kerja, pekerja lepas perlu memahami dan mengelola sendiri kewajiban pajaknya sesuai ketentuan yang berlaku.
Dana tersebut sebaiknya ditempatkan pada rekening terpisah agar tidak tercampur dengan anggaran kebutuhan sehari-hari. Bagi pekerja lepas di Indonesia, perhitungan pajak perlu disesuaikan dengan ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) yang berlaku.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315146/original/060510000_1785829243-pexels-vlada-karpovich-4050362.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377510/original/018653600_1792467560-IMG_2953.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388872/original/085443000_1793686863-6289696760380725296.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3317424/original/028829400_1607329507-mehrad-vosoughi-SsKf1L6rWJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288762/original/027662800_1783332111-Lobby_Menara_Agrinas_Palma_83122375fb.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285072/original/058563200_1752656425-Depositphotos_806837076_L.jpg)