Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatur keuangan pribadi, mulai dari menyusun anggaran bulanan, memantau pengeluaran, hingga merencanakan pembayaran utang.
Teknologi ini memungkinkan pengguna mengolah informasi keuangan dengan lebih praktis. Namun, hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa karena informasi yang dihasilkan bisa keliru atau tidak sesuai dengan kondisi keuangan seseorang.
Mengutip dari Kiplinger, dalam artikel 5 Ways AI Can Help Manage Your Personal Finances (20/10), mengulas lima cara AI dapat membantu seseorang mengelola keuangannya.
Berikut lima hal yang bisa dilakukan dengan bantuan AI.
Advertisement
Menyusun Anggaran dan Memantau Pengeluaran
AI dapat membantu mengelompokkan pengeluaran berdasarkan kategori, seperti kebutuhan sehari-hari, transportasi, hiburan, dan tagihan rutin. Dari data tersebut, pengguna dapat melihat pos pengeluaran yang paling banyak menyerap uang.
Teknologi ini juga dapat membantu mengenali perubahan pola belanja, misalnya ketika pengeluaran makan di luar atau tagihan bulanan terus meningkat.
Pengguna bisa memanfaatkan chatbot AI untuk menyusun rancangan anggaran berdasarkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Meski begitu, anggaran yang dihasilkan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing.
Advertisement
Membantu Menentukan Target Tabungan
Menabung secara konsisten bisa menjadi tantangan ketika pendapatan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan. AI dapat membantu menghitung perkiraan jumlah uang yang perlu disisihkan setiap bulan untuk mencapai target tertentu.
Sebagai contoh, seseorang yang ingin mengumpulkan dana Rp6 juta dalam satu tahun perlu menyisihkan sekitar Rp500 ribu per bulan, dengan asumsi tidak ada bunga atau hasil investasi.
AI juga dapat membantu membuat beberapa skenario tabungan berdasarkan target dan jangka waktu yang berbeda. Pengguna kemudian dapat memilih rencana yang paling sesuai dengan kemampuannya.
Advertisement
Membandingkan Strategi Pelunasan Utang
Bagi seseorang yang memiliki beberapa utang, menentukan pembayaran mana yang perlu diprioritaskan bisa terasa membingungkan.
Kiplinger menjelaskan bahwa AI dapat membantu membandingkan strategi pelunasan utang, termasuk metode avalanche dan snowball.
Metode avalanche memprioritaskan utang dengan suku bunga tertinggi agar biaya bunga dapat ditekan. Sementara itu, metode snowball mendahulukan utang dengan saldo terkecil untuk membantu membangun motivasi melalui pelunasan bertahap.
AI dapat membantu membuat simulasi waktu pelunasan berdasarkan saldo, bunga, dan kemampuan pembayaran. Namun, pengguna tetap perlu memeriksa perhitungan serta ketentuan utang yang berlaku.
Advertisement
Membantu Menganalisis Pilihan Investasi
AI juga dapat digunakan untuk memahami istilah keuangan, merangkum laporan perusahaan, atau membandingkan karakteristik sejumlah instrumen investasi.
Pada layanan tertentu, teknologi algoritma bahkan digunakan untuk membantu menyusun portofolio berdasarkan tujuan dan toleransi risiko investor.
Meski demikian, AI tidak selalu memiliki informasi pasar terbaru dan belum tentu memahami seluruh kondisi keuangan pengguna. Karena itu, hasil analisisnya sebaiknya dijadikan bahan riset awal, bukan satu-satunya dasar untuk membeli atau menjual aset.
Sebelum mengambil keputusan, pengguna perlu memeriksa sumber informasi, biaya, potensi kerugian, serta legalitas produk investasi.
Advertisement
Mendeteksi Aktivitas Keuangan yang Mencurigakan
AI juga berperan dalam membantu lembaga keuangan mengenali pola transaksi yang tidak biasa. Teknologi ini dapat digunakan untuk menandai aktivitas yang berpotensi mengarah pada penipuan atau transaksi tidak sah.
Di tingkat pengguna, fitur keamanan pada aplikasi perbankan dapat dimanfaatkan untuk memantau transaksi dan menerima notifikasi ketika ada aktivitas tertentu.
Meski teknologi tersebut membantu memperkuat pengawasan, pengguna tetap perlu memeriksa notifikasi, mengaktifkan autentikasi berlapis, dan segera menghubungi penyedia layanan jika menemukan transaksi yang tidak dikenal.
Advertisement
AI Bukan Pengganti Keputusan Finansial
MoneySense, portal edukasi keuangan pemerintah Singapura, dalam panduan yang diperbarui pada 22 Oktober 2026, mengingatkan bahwa AI dapat memberikan informasi yang keliru, tidak lengkap, atau sudah kedaluwarsa.
AI juga tidak selalu mampu memahami seluruh kondisi keuangan seseorang, termasuk tanggungan keluarga, kewajiban utang, dan toleransi terhadap risiko.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak memasukkan informasi sensitif seperti kata sandi, PIN, atau nomor rekening ke chatbot. Informasi keuangan yang dihasilkan AI juga perlu diverifikasi melalui sumber resmi atau tenaga profesional yang kompeten.
AI dapat menjadi alat bantu untuk memahami kondisi keuangan dan menyusun rencana yang lebih terarah. Namun, keputusan akhir tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan finansial masing-masing.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9364402/original/042766000_1790962622-Neon_DeFi_Global_Finance_Network.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1020246/original/045297700_1444804579-20151014-_Ilustrasi_Kelapa_Sawit-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2223008/original/010261700_1526974987-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4759496/original/025601600_1709363956-Tandan_Buah_Segar__TBS__di_Pabrik_Pengolahan_Kelapa_Sawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385237/original/057841600_1793247218-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_10.35.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352149/original/042458700_1610959708-20210118-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384540/original/035369400_1793175418-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_13.00.56__1_.jpeg)