Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto telah berjalan selama satu tahun. Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah beroperasi di Indonesia, dari total 100 gedung yang sedang dalam proses pembangunan pada 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk keluarga miskin ekstrem, agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
Hingga saat ini, jumlah peserta Sekolah Rakyat telah mencapai 44 ribu siswa. Lantas, bagaimana perkembangan program ini selama satu tahun, apa saja tantangan yang dihadapi para siswa, dan bagaimana rencana pemerintah untuk memperluas jangkauannya?
Advertisement
Bagaimana perkembangan Sekolah Rakyat setelah satu tahun?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengaku senang melihat perkembangan Sekolah Rakyat selama satu tahun terakhir.
Dalam Peringatan Sumpah Pemuda dan satu tahun Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10), ia menjelaskan bahwa banyak siswa memasuki program tersebut dengan kondisi yang beragam.
Sebagian siswa menghadapi masalah kesehatan, terutama kesehatan gigi dan anemia. Selain itu, semangat belajar mereka juga dinilai belum tumbuh secara optimal.
"Tentu pada pertama kali mereka masuk ke sekolah rakyat dengan kondisi yang berbeda-beda. Umumnya mereka memiliki masalah kesehatan, khususnya gigi, anemia, kurang darah, semangat belajarnya juga masih belum tumbuh," ujar Gus Ipul.
Namun, setelah mengikuti program Sekolah Rakyat selama satu tahun, para siswa disebut menunjukkan perkembangan. Mereka dinilai menjadi lebih percaya diri dan lebih sehat untuk mengejar cita-cita.
Perubahan tersebut juga dirasakan oleh keluarga siswa. Menurut Gus Ipul, orang tua kini semakin bersemangat mendampingi anak-anak mereka dalam menjalani pendidikan.
"Orang tuanya juga lebih semangat untuk mendampingi siswa-siswa sekolah rakyat. Ini cukup menggembirakan buat kami semua," kata dia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385255/original/042058700_1793248749-IMG-20261028-WA0043.jpg)
Advertisement
Mengapa Sekolah Rakyat dibutuhkan?
Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu yang menghadapi hambatan dalam memperoleh pendidikan. Kondisi siswa yang mengikuti program ini menunjukkan bahwa tantangannya tidak hanya berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga kemampuan dasar belajar.
Gus Ipul mengungkapkan, lebih dari 1.000 anak saat ini sedang mengikuti proses rehabilitasi dan penyetaraan di sentra-sentra milik Kemensos.
Sebagian dari mereka belum menguasai kemampuan membaca meskipun telah mencapai jenjang pendidikan tertentu. Bahkan, terdapat anak berusia 17 hingga 18 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
"Seribu lebih sedang mengikuti proses rehabilitasi di sentra-sentra sekolah rakyat. Ada anak-anak kita ini yang kelas 1 SMP, kelas 1 SMA belum bisa membaca. Bahkan ada juga yang usia sudah 17 tahun, 18 tahun tapi belum pernah sekolah," ujar dia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin. Para siswa tidak selalu memulai proses belajar dari tingkat kemampuan yang sama sehingga sebagian membutuhkan pendampingan dan penyetaraan sebelum melanjutkan pembelajaran.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385254/original/068140500_1793248748-IMG_20261028_120232.jpg)
Advertisement
Berapa Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi?
Kemensos mencatat ada 100 Sekolah Rakyat permanen yang sedang dalam proses pembangunan pada 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 gedung telah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dengan demikian, masih ada sebagian gedung yang belum beroperasi karena proses pembangunan belum selesai.
"Sebenarnya yang sudah dalam proses pembangunan ini 100. Tapi yang sudah bisa dibuat operasional sekolah rakyat per hari ini 93. Sebagian lagi masih dalam proses mungkin," tutur Gus Ipul.
Salah satu sekolah yang dijadwalkan mulai beroperasi adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Lombok Utara. Sekolah tersebut direncanakan memulai kegiatan belajar mengajar pada 1 November 2026.
Menurut Gus Ipul, pembangunan di sejumlah daerah membutuhkan waktu lebih lama, terutama di wilayah luar Pulau Jawa. Pengiriman logistik dan bahan bangunan menjadi salah satu faktor yang membuat penyelesaian pembangunan tidak dapat dilakukan secara bersamaan.
"Ada daerah-daerah luar Jawa yang memerlukan waktu untuk angkutin logistik, bahan-bahan bangunan ini memerlukan waktu sehingga selesainya tidak bisa bersama. Tapi tahun ini dibangun 100 titik," tegas dia.
Advertisement
Apa target Sekolah Rakyat pada 2027?
Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen pada 2027. Gus Ipul mengatakan akan ada tambahan 100 gedung baru yang dibangun di berbagai wilayah Indonesia.
Gedung-gedung tersebut diharapkan dapat menampung sekitar 2.000 siswa pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Rencana pembangunan lanjutan ini merupakan bagian dari target pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
"Targetnya Bapak Presiden setiap kabupaten kota memiliki sekurang-kurangnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat," ucap Gus Ipul.
Target tersebut diharapkan membuat layanan Sekolah Rakyat semakin mudah dijangkau di berbagai daerah. Meski demikian, pembangunan gedung dan penambahan kapasitas perlu berjalan seiring dengan upaya memastikan kebutuhan pendidikan siswa terpenuhi.
Advertisement
Apa tantangan Sekolah Rakyat ke depan?
Setelah berjalan selama satu tahun, Sekolah Rakyat telah menjangkau 44 ribu siswa dan memiliki 93 gedung permanen yang beroperasi. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 100 gedung tambahan pada 2027.
Namun, perkembangan program ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah gedung dan peserta didik. Kondisi siswa yang masih membutuhkan penyetaraan kemampuan dasar, persoalan kesehatan, serta perbedaan kesiapan belajar menjadi tantangan yang turut perlu diperhatikan.
Di sisi lain, penyelesaian pembangunan di daerah yang memiliki kendala distribusi logistik juga menjadi pekerjaan yang masih berlangsung.
Dengan target perluasan sekolah ke setiap kabupaten/kota, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Keberhasilan program ini selanjutnya akan bergantung pada pelaksanaan pembangunan serta pendampingan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan para siswa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383155/original/015905800_1793072964-Bangunan-Sekolah-RAkyat-Terintegrasi-I-Jember-di-Kecamatan-Ajung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385279/original/054233800_1793250075-066128800_1793249574-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_11.49.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385187/original/002912200_1793245268-20261029102932.mmi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8820155/original/031377700_1782911652-Jepretan_Layar_2026-06-28_pukul_19.45.10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384966/original/069021700_1793199367-0L5A7928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385242/original/054670600_1793247854-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_02.57.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382997/original/071145800_1793057773-1000799495.jpg)