Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyoroti kekerasan yang terjadi di sekolah rakyat. Tiga murid dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang tengah menjalani program magang.
Muhaimin menilai metode pembelajaran di sekolah rakyat harus disesuaikan dengan karakter, potensi, dan kebutuhan masing-masing siswa, bukan diseragamkan dengan orientasi militeristik seperti baris-berbaris.
"Saya meminta kepada semua yang terlibat di dalam pengelolaan sekolah rakyat supaya mengubah cara pandang," ujar Muhaimin kepada media, Selasa (27/10/2026).
Ia menambahkan, setiap anak memiliki titik lemah dan kelebihan yang berbeda sehingga tidak dapat digeneralisasi dalam satu pola pembinaan.
"Jadi bisa saja dia enggak bisa baris berbaris. Tapi dia ahli seni. Tapi dia punya potensi akan menjadi pelukis, dia punya potensi akan menjadi ahli teknologi. Ada juga yang akademisnya sangat bagus maka dia kita siapkan masuk perguruan tinggi. Bisa kuliah," jelasnya.
Advertisement
Minat Siswa dan Imbas Kekerasan Sekolah Rakyat
Muhaimin menekankan, minat dan bakat siswa yang berkembang di luar jalur akademik formal perlu terfasilitasi dengan baik. Dalam banyak kasus, potensi kreatif justru menonjol dan membutuhkan pendekatan pembinaan yang berbeda.
Karena itu, ia mengingatkan para pembina dan pengelola sekolah rakyat untuk memahami spesifikasi tiap anak didik sebelum merancang metode pembelajaran dan pendampingan.
"Sehingga saya sekali lagi minta kepada seluruh pembina sekolah rakyat, kalian adalah pengelola sekolah rakyat dengan spesifikasi yang sangat berbeda-beda. Tidak bisa digeneralisasi," tegasnya.
Kronologi Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat
Peristiwa berawal pada Minggu (18/10/2026) malam. Tindakan pendisiplinan terhadap siswa yang kedapatan merokok berujung pada kekerasan fisik, hingga beberapa korban harus dilarikan ke puskesmas.
Meski terduga pelaku telah menyampaikan permohonan maaf dalam proses mediasi yang dikawal Kodim, pihak keluarga korban bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Jember memastikan proses hukum tetap berjalan.
Seluruh mahasiswa magang Unhan di lokasi kejadian, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, telah ditarik sejak Kamis (22/10/2026) sore. Kondisi fisik dan psikologis para siswa dilaporkan berangsur membaik. Pihak sekolah juga menyiapkan perombakan total sistem pengawasan internal, termasuk pemasangan kamera pengawas (CCTV).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383319/original/053907600_1793081691-1000799696.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383370/original/005013700_1793083591-Anggota_DPR_dari_Fraksi_Partai_Golkar_Gandung_Pardiman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383389/original/001205300_1793084089-IMG-20261027-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383320/original/033644300_1793081994-IMG-20261027-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383176/original/051015000_1793073788-4ef5d21b05a0e0ba9c1a84c068c65e5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383306/original/053396700_1793080379-IMG-20261027-WA0011.jpg)