Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, secara aktif memperkuat implementasi Program Sekolah Khusus Keluarga (SKK) di wilayahnya. Upaya ini melibatkan berbagai lintas sektor, termasuk peran penting para lurah dan fasilitator di tingkat kelurahan. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan keberhasilan program dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Kota Palu.
Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti, menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam pembentukan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi fondasi utama untuk menekan angka kekerasan dan menurunkan prevalensi stunting. Program SKK diharapkan dapat mewujudkan Kota Palu yang lebih tangguh di masa mendatang.
Program SKK sendiri dirancang sebagai inisiatif penguatan kapasitas keluarga melalui metode pembelajaran kelompok. Tujuannya adalah mencegah kekerasan, menekan angka perkawinan anak, serta mengatasi masalah stunting. Selain itu, SKK juga berfokus pada peningkatan ketahanan keluarga secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Fondasi Keluarga Kuat untuk Palu Tangguh
Irmayanti menekankan bahwa dengan keluarga yang kuat, berbagai permasalahan sosial dapat diminimalisir secara signifikan. "Tentunya dengan keluarga yang kuat, kita bisa menekan angka kekerasan, menurunkan stunting, dan mewujudkan Kota Palu yang lebih tangguh di masa mendatang," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi peran keluarga sebagai unit terkecil namun paling fundamental dalam masyarakat.
Program Sekolah Khusus Keluarga (SKK) secara spesifik bertujuan untuk memperkuat kapasitas keluarga melalui serangkaian pembelajaran kelompok. Inisiatif ini dirancang untuk membekali keluarga dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Fokus utama SKK adalah pencegahan kekerasan, penanggulangan perkawinan anak, serta upaya penurunan angka stunting di Kota Palu.
Selain itu, SKK juga berupaya meningkatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat preventif tetapi juga proaktif dalam membangun resiliensi keluarga. Penguatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan optimal setiap anggotanya.
Advertisement
Advertisement
Implementasi dan Evaluasi Program SKK di Kelurahan
Program Sekolah Khusus Keluarga telah berhasil diimplementasikan di empat kelurahan percontohan di Kota Palu. Kelurahan-kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Tavanjuka, Kelurahan Palupi, Kelurahan Nunu, dan Kelurahan Birobuli Utara. Keberhasilan di lokasi awal ini menjadi dasar untuk pengembangan dan perluasan program ke depannya.
Pentingnya keterlibatan para lurah dan fasilitator sangat ditekankan oleh Irmayanti. Mereka diharapkan terus bersinergi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat. Sinergi ini krusial untuk mengintegrasikan hasil evaluasi SKK ke dalam perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan, memastikan program berjalan selaras dengan kebutuhan lokal.
Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan SKK menjadi elemen vital dalam menjaga kualitas program. "Harapannya evaluasi Sekolah Khusus Keluarga ini sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas pendampingan di masyarakat," ucapnya. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, mengukur keberhasilan yang dicapai, serta merumuskan rekomendasi perbaikan.
Advertisement
Irmayanti juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta seluruh fasilitator atas dedikasi mereka. Mereka telah mendampingi keluarga-keluarga di tingkat kelurahan dengan penuh komitmen. Evaluasi yang komprehensif akan memastikan pelaksanaan SKK tahap II berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga di Kota Palu.
- Kelurahan Tavanjuka
- Kelurahan Palupi
- Kelurahan Nunu
- Kelurahan Birobuli Utara
Sumber: AntaraNews
Advertisement