EBay akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 9% dari tenaga kerjanya untuk merampingkan operasi dan mengarahkan sumber daya ke area yang tumbuh paling cepat. Kebijakan ini berdampak pada kira-kira 1.000 karyawan, melansir CNBC, Kamis (22/10/2026), sementara kabar awalnya disebutkan dalam memo internal yang dilaporkan Reuters.
"Seiring upaya kami untuk meraih peluang signifikan di masa depan, langkah ini diambil untuk memastikan kami terus beroperasi dari posisi yang kuat dengan menyelaraskan tim dan sumber daya kami dengan prioritas strategis utama kami," ujar juru bicara eBay dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan menyebut tetap akan merekrut pada area prioritas yang sejalan dengan strateginya. Per akhir 2025, eBay memiliki sekitar 12.300 karyawan. Dalam memo yang dilihat Reuters, CEO Jamie Iannone menulis, "Strategi kami berhasil." Ia menekankan arah investasi pada bidang-bidang terpilih yang dianggap paling berdampak.
"Untuk terus memanfaatkan peluang signifikan yang ada di depan, kita perlu membuat pilihan yang bijak tentang di mana kita akan fokus dan berinvestasi,” kata Iannone dalam memo yang dilihat oleh Reuters.
Ini merupakan putaran PHK kedua dalam setahun. Pada Februari, eBay memangkas sekitar 6% tenaga kerja atau sekitar 800 posisi. Di saat bersamaan, perusahaan meningkatkan belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) guna mendukung prioritas produk dan pengalaman pengguna.
Selain itu, eBay juga mengakuisisi platform penjualan pakaian bekas Depop, merek yang lekat dengan Gen Z dan milenial, dari Etsy tahun ini. Kesepakatan senilai US$ 1,4 miliar, atau Rp 25,2 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.040) tersebut difinalisasi pada Juli.
Advertisement
Hampir Rp 1 Triliun untuk Menutup Perkara Teror oleh Eks Karyawan
Sebelumnya, eBay Inc. menyetujui pembayaran hampir US$ 50 juta, atau Rp 904,5 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.090) kepada sepasang suami istri di Massachusetts terkait ancaman anonim yang dilakukan mantan karyawannya. Menurut AP News, Kamis (30/7/2026), pasangan tersebut melaporkan menerima kiriman barang-barang aneh, termasuk serangga hidup, karangan bunga pemakaman, dan topeng kepala babi berlumuran darah, berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan Selasa, 28 Juli 2026.
Kedua pihak dilaporkan sudah mencapai kesepahaman yang belum difinalisasi pada Februari ketika perkara dibawa ke persidangan. David dan Ina Steiner kemudian meminta rekonvensi kepada juri federal pada Juni hingga tercapai kesepakatan baru bulan ini.
Advertisement
Rincian Kesepakatan dan Donasi US$ 7 Juta
Kesepakatan untuk pasangan Steiner, pendiri buletin EcommerceBytes yang membahas industri e-commerce, juga mencakup komitmen donasi US$ 7 juta, atau Rp 126,7 miliar kepada beberapa organisasi, termasuk yang mendukung hak Amandemen Pertama. Tidak ada klausul kerahasiaan dalam kesepakatan, sehingga keduanya dapat membahas kasus ini secara publik.
"Saya dan David setuju bahwa kesepakatan ini harus dibahas secara publik, karena kami tidak ingin hal ini terjadi lagi kepada siapapun, dan kami wartawan yang percaya dalam transparansi," ujar Ina Steiner, Selasa.
"Kami harap kasus ini dapat jadi pencegahan,” ia menambahkan.
Kesepakatan ini menjadi solusi bagi perkara pidana dan proses perdata atas kampanye perundungan yang berlangsung lebih dari enam tahun. Dalam gugatan di pengadilan federal Boston pada 2021, keduanya menuduh perusahaan terlibat konspirasi untuk mengintimidasi, mengancam untuk membunuh, menyiksa, meneror, menguntit, dan membungkam mereka guna menghentikan artikel mengenai eBay. Mereka juga menyebut menjadi korban cyberstalking, ancaman kematian, dan penguntitan oleh mantan karyawan perusahaan.
Advertisement
Ancaman via Media Sosial hingga Paket Mengerikan
Ina Steiner menyebut kampanye teror berawal dari pesan ancaman di media sosial yang kemudian meningkat menjadi pengiriman kecoak dan laba-laba hidup, karangan bunga pemakaman, topeng Halloween berbentuk babi berlumuran darah, hingga buku tentang menghadapi kematian pasangan. Mantan karyawan itu juga mengirim majalah porno atas nama David Steiner ke rumah tetangga, bahkan berencana memasang alat pelacak di mobil pasangan tersebut. Di awal kejadian, Ina mengaku belum mengetahui pelaku maupun motifnya.
"Saya tidak pernah membayangkan perusahaan yang sudah saya bahas selama dua dekade ini mencoba untuk meneror kami untuk berhenti menulis,” ujarnya.
Perusahaan merespons dengan permintaan maaf terbuka. "Apa yang dilakukan kepada pasangan Steiners oleh mantan karyawan eBay pada 2019 itu salah, tercela, dan seharusnya tak pernah terjadi," ujar eBay. Perusahaan juga mengakui nada komunikasi internal yang tidak profesional oleh mantan CEO Devin Wenig, mantan Chief Communications Officer Steve Wymer, dan mantan Senior Vice President Wendy Jones. Pihak eBay menegaskan tindakan tersebut tidak merepresentasikan budaya perusahaan dan menyebut telah mengganti kepemimpinan serta memperkuat kebijakan, prosedur, dan pelatihan etika.
Pada 2020, jaksa federal mendakwa tujuh mantan karyawan eBay atas kampanye perundungan terencana setelah marah atas artikel di buletin pasangan itu. Sebagian besar terdakwa mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi dan cyberstalking, kemudian dijatuhi hukuman penjara atau pembatasan di rumah. Pada 2024, eBay Inc. membayar US$ 3 juta, atau Rp 54,3 miliar berdasarkan perjanjian penundaan penuntutan dengan otoritas federal.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572894/original/093001400_1777873680-handshake-illustration-ai-generated-image.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3066133/original/090673700_1583194291-20200302-Indonesia-Diserang-Corona_-Warga-Berbondong-Borong-Sembako-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4798814/original/063717800_1712635818-e14849e0-5702-4e56-97ee-559263447d28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379925/original/014876900_1792652453-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_20.30.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379851/original/050893400_1792649797-danantara.jpeg)