Developer Indonesia Diajak Kembangkan AI untuk Dukung Keamanan Siber TNI AD

Developer dan hacker etis diajak ciptakan solusi AI siber untuk TNI AD. Raih total hadiah ratusan juta serta Golden Ticket Seleksi Bintara siber.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Developer Indonesia Diajak Kembangkan AI untuk Dukung Keamanan Siber TNI AD
Kartika Cyber Hackathon 2026. Credit: CODEPOLITAN

Membentengi ruang siber nasional kini tak lagi sekadar urusan personel militer di dalam markas. Pusat Siber Angkatan Darat (PUSSIBERAD) berkolaborasi dengan CODEPOLITAN resmi meluncurkan Kartika Cyber Hackathon 2026, sebuah panggung bagi para hacker etis, developer, hingga mahasiswa untuk menunjukkan taring mereka di dunia pertahanan digital.

Bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, kompetisi ini menawarkan impact nyata bagi masa depan peserta. Selain total hadiah senilai Rp100,7 juta, juara pertama hingga ketiga dipastikan mengantongi Golden Ticket Seleksi Bintara Siber TNI AD. Tak hanya itu, prototipe solusi siber yang dinilai potensial berpeluang langsung dipertimbangkan untuk dipakai dalam sistem pertahanan TNI Angkatan Darat.

Empat Medan Perang Siber

Para peserta, baik individu maupun tim berisi maksimal tiga orang diberi waktu empat minggu untuk menggodok solusi siber terbaik mereka. Ada empat kategori utama yang dibuka untuk mengeksplorasi gagasan:

  • Penindakan: Fokus pada penanganan cepat insiden dan ancaman siber.
  • Penangkalan: Strategi pencegahan dan mitigasi risiko siber.
  • Dukungan Teknologi: Inovasi sistem penunjang infrastruktur pertahanan siber.
  • Siber Sosial: Mengurai dinamika dan dampak aspek sosial dalam keamanan digital.

Selama proses pengerjaan, peserta dibekali dua sesi webinar gratis guna memantapkan proposal, dokumentasi teknis, serta video demonstrasi prototipe sebelum dikirimkan.

Menuju Ring Final di Jakarta

Dari seluruh karya yang masuk, 10 tim finalis terbaik akan diboyong ke Jakarta untuk berlaga di babak final secara luring dalam ajang Kartika Cyber Conference di Hotel Aston Kartika.

Selain uang tunai dan trofi, pemenang juga diganjar ethical hacking bootcamp di JagoanSiber sebanyak 8 sesi intensif,keanggotaan kelas online CODEPOLITAN selama satu tahun, serta sertifikat digital.

CEO & Founder CODEPOLITAN, Kresna Galuh D. Herlangga, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi jembatan penting antara talenta siber sipil dan institusi militer.

"Kartika Cyber Hackathon 2026 bukan sekadar kompetisi teknologi, melainkan momentum membangun kolaborasi erat antara komunitas sipil dan militer. Keahlian dan inovasi talenta Indonesia bisa menjadi kontribusi nyata bagi keamanan negara. Menghadapi tantangan siber butuh kekuatan bersama," tegas Kresna.

 

Rekomendasi