Puting Beliung Terjang Lampung Selatan, Polisi Ungkap Titik Terparah

Puting beliung menerjang Desa Cintamulya, Lampung Selatan. Polisi sebut 25 rumah rusak, satu roboh. Tiga dusun jadi titik terparah. Ini rincian awalnya.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe- Reporter
Puting Beliung Terjang Lampung Selatan, Polisi Ungkap Titik Terparah
Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. (Liputan6.com/Istimewa)

Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Puting beliung yang terbentuk di tengah hujan itu merusak sedikitnya 25 rumah warga dan satu di antaranya dilaporkan roboh.

Pendataan awal mencatat tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat. Sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian atap yang terlepas akibat kuatnya terpaan angin. Dampak signifikan tercatat di Dusun V Cirebon, Dusun VII Sindang Ayu, dan Dusun VIII Sindang Ayu.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan menyebut peristiwa terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan kemudian disertai angin puting beliung.

"Peristiwa angin puting beliung terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat," ujar Deddy saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, empat rumah mengalami kerusakan berat. Salah satunya rumah milik Legiran di Dusun Sindang Ayu yang dilaporkan roboh. Adapun rumah milik Nurhabib di Dusun Sindang Ayu serta rumah milik Rohmat dan Yudo di Dusun Cirebon rusak setelah bagian atapnya terlepas.

Deddy memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. "Meski menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, warga terdampak mengalami kerugian materiil dan sebagian membutuhkan penanganan lebih lanjut, terutama pemilik rumah dengan kerusakan berat," terangnya.

Polisi dan Aparat Desa Bergerak Cepat

Pasca kejadian, warga bersama aparatur desa dan unsur terkait langsung melakukan pembersihan serta penanganan awal di lokasi terdampak.

Pemerintah desa dan kecamatan masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah-rumah yang rusak, termasuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan dan menghitung kerugian yang dialami warga.

Deddy juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang masih dapat memicu bencana serupa di wilayah Lampung Selatan," tandasnya.

Rekomendasi