Cuaca Ekstrem Terjang Langkat, 1 Tewas dan Puluhan Warga Mengungsi

Rangkaian bencana berupa angin puting beliung dan banjir luapan sungai melanda sejumlah kecamatan hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan warga mengungsi.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Cuaca Ekstrem Terjang Langkat, 1 Tewas dan Puluhan Warga Mengungsi
Puting beliung dan banjir terjang langkat. (merdeka.com/istimewa).

Cuaca ekstrem menerjang wilayah Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, sejak Selasa (29/9) hingga Rabu (30/9). Rangkaian bencana berupa angin puting beliung dan banjir luapan sungai melanda sejumlah kecamatan hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan warga mengungsi.

​Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni, memaparkan bahwa bencana angin puting beliung terlebih dahulu melanda Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang, pada Selasa (29/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

​"Akibat angin puting beliung tersebut, sebanyak enam unit rumah mengalami kerusakan. Bencana ini juga mengakibatkan tiga orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa dinding rumah," kata Sri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9) malam.

 

Puting beliung dan banjir terjang langkat. (merdeka.com/istimewa).
Puting beliung dan banjir terjang langkat. (merdeka.com/istimewa).

​Tidak berhenti di situ, intensitas hujan yang tinggi pada Rabu (30/9) sore memicu meluapnya air sungai hingga melanda tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Padang Tualang, Tanjung Pura, dan Sei Lepan. Banjir yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut merendam pemukiman warga hingga memaksa 8 KK atau sebanyak 26 jiwa mengungsi ke tempat aman.

​Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan masih mendung disertai hujan. Namun, genangan air di sebagian wilayah mulai menunjukkan tren penurunan.

​"Upaya penanganan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat bekerja sama dengan BPBD Sumut, mulai dari koordinasi hingga pendataan atau assessment langsung di lokasi terdampak," ucap Sri. ​ Saat ini pihak pemerintah setempat bersama tim gabungan masih terus bersiaga dan melakukan penanganan darurat bagi para korban terdampak di lokasi kejadian.

Rekomendasi