Sebuah fenomena tak biasa sedang melanda rantai toko swalayan di Eropa. Ribuan kulkas dan pendingin supermarket tiba-tiba berubah fungsi dari mendinginkan makanan menjadi memanaskannya hingga suhu puluhan derajat Celsius. Ribuan ton bahan makanan busuk mendadak, toko terpaksa tutup sementara, dan kerugian finansial membengkak hingga puluhan juta Euro.
Bukan sekadar perbuatan iseng, aksi peretasan terhadap perangkat yang selama ini dianggap sepele seperti kulkas supermarket ini menyimpan ancaman yang jauh lebih besar. Berikut penjelasan lengkap mengenai fenomena tersebut.
Advertisement
Lemahnya Keamanan Siber
Kunci dari serangan ini ada pada tren Internet of Things (IoT) dan lemahnya standar keamanan perangkat industri dasar.
Supermarket modern menggunakan pengontrol digital terpusat (seperti unit pengontrol Danfoss, Eliwell, atau Copeland) agar teknisi dapat memantau suhu, mengatur konsumsi energi, dan melakukan diagnostik tanpa harus datang ke lokasi. Banyak dari perangkat ini dipasang secara langsung (direct exposure) ke jaringan internet publik tanpa dilindungi oleh jaringan privat (VPN) atau firewall.
Banyak pengatur suhu yang masih menggunakan username dan password bawaan pabrik (misalnya admin/admin atau kombinasi angka standar). Dengan menggunakan alat pemindai mesin pencari IoT seperti Shodan atau Censys, siapa pun dapat mencari perangkat pengatur suhu industri yang terbuka di seluruh dunia dalam waktu singkat.
Sederhananya, kulkas supermarket seperti sistem pendingin rumah yang dipasangi remot otomatis ber-internet agar teknisi bisa menyetel suhunya dari jauh, tetapi lupa diganti kata sandinya sehingga masih menggunakan PIN bawaan toko seperti 1234.
Karena perangkat ini terhubung langsung ke internet publik tanpa perlindungan ekstra seperti VPN, siapa pun yang menggunakan mesin pencari khusus perangkat (seperti Shodan) dapat menemukan lokasinya dengan mudah, lalu tinggal mengetikkan sandi standar tersebut untuk mengambil alih kontrol dan mengubah suhunya hingga makanan di dalamnya rusak.
Advertisement
Motif Peretasan
Gelombang peretasan pendingin ini telah meluas ke berbagai ritel raksasa di Eropa, seperti Carrefour, Intermarché, dan Ikea di Belgia, Coop dan ICA di Swedia, Delhaize di Luksemburg, Kesko di Finlandia, hingga SuperValu di Irlandia. Aksi ini disinyalir merupakan ulah berulang hacker anonim yang sebelumnya melumpuhkan ritel di Prancis, bahkan disinyalir mulai merambah ke pangkalan militer Amerika Serikat yang kini sedang diinvestigasi oleh pihak Pentagon.
Sampai saat ini, lembaga keamanan siber Eropa dan kepolisian lokal dari negara-negara terdampak seperti Prancis, Belgia, Swedia, Belanda, hingga Irlandia masih resmi menyelidiki identitas pasti sang hacker karena belum ada kelompok yang secara terang-terangan mengaku bertanggung jawab. Namun, para pakar keamanan menduga ada dua kemungkinan utama di balik motif serangan ini.
Pertama, faktor konflik geopolitik. Menyerang rantai pasokan pangan fisik merupakan taktik klasik untuk merusak stabilitas ekonomi dan memicu kepanikan publik secara masif. Kedua, murni memanfaatkan celah konyol. Karena keamanannya cuma mengandalkan password bawaan pabrik, serangan ini sebenarnya tidak butuh keahlian meretas tingkat tinggi, bahkan hacker pemula pun bisa melakukannya hanya dengan beberapa klik.
Fenomena ini menandai pergeseran serius dalam peta ancaman siber global. Hacker tak lagi sekadar mencuri data atau memeras dokumen digital, melainkan mulai menyasar sistem operasional fisik (cyber-physical systems) untuk melumpuhkan rantai pasokan pangan secara langsung dan mengganggu stabilitas ekonomi di dunia nyata.
Advertisement
Alasan Targetkan Supermarket
Alasan peretas memilih menyasar sistem pendingin ketimbang mencuri data kartu kredit atau menyebar ransomware terletak pada efek kejutnya.
Pencurian data umumnya bekerja secara diam-diam di balik layar, sedangkan merusak pendingin makanan langsung memberikan dampak fisik nyata (disruptive impact). Makanan yang busuk seketika menciptakan kepanikan stok pangan sekaligus kerugian finansial mendadak yang langsung terasa di lapangan. Selain itu, perangkat pendingin ini merupakan sasaran empuk (soft target) yang sering luput dari perhatian.
Banyak perusahaan membelanjakan anggaran besar-besaran untuk membentengi server data utama mereka, tetapi terlupa mengamankan perangkat operasional harian seperti AC, pengatur suhu, atau lift. Celah inilah yang dimanfaatkan peretas untuk masuk tanpa harus menembus sistem keamanan TI yang ketat.
Tujuan besarnya tidak lain adalah mengganggu stabilitas ekonomi dan psikologis publik. Dengan menyasar rantai pasokan pangan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, peretas berhasil menciptakan rasa tidak aman, ketidakpastian, serta kekacauan massal secara instan tanpa perlu repot menembus basis data perbankan.
Advertisement
Langkah Sigap Perusahaan
Langkah paling utama yang harus dilakukan pengelola toko untuk melindungi diri adalah memperbarui perangkat lunak (patching) pada sistem pendingin mereka.
Perusahaan pendingin asal Belgia, Sabcobel, mengungkap bahwa dampak serangan siber pekan ini sebenarnya bisa jauh lebih parah jika mereka tidak sigap melakukan pembaruan sistem secara massal sesaat setelah gelombang serangan pertama menghantam Prancis pada 12 Oktober lalu.
Di sisi lain, antisipasi ketat juga mulai diterapkan di negara-negara yang belum terdampak seperti Inggris. Konsorsium Ritel Britania (BRC) menyatakan bahwa para pemilik toko swalayan saat ini sedang bekerja sama dengan Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) Inggris untuk mengamankan jaringan pendingin dan pembeku mereka dari potensi peretasan serupa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3317424/original/028829400_1607329507-mehrad-vosoughi-SsKf1L6rWJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288762/original/027662800_1783332111-Lobby_Menara_Agrinas_Palma_83122375fb.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285072/original/058563200_1752656425-Depositphotos_806837076_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555159/original/092793100_1776145313-tah1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)