Pemprov Sumsel Perluas Gerakan Sumsel Mandiri Pangan ke Pesisir, Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan gencar memperluas Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) hingga daerah pesisir, bertujuan memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan menekan inflasi daerah.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) secara aktif memperluas jangkauan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) dari wilayah perkotaan hingga ke daerah pesisir sepanjang aliran Sungai Musi. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di seluruh pelosok provinsi. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menegaskan bahwa gerakan ini telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Selain itu, GSMP juga berperan krusial dalam menekan laju inflasi yang berpotensi membebani masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan program ini menjadi prioritas utama Pemprov Sumsel.
Perluasan GSMP bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan kebutuhan pokok dari pasar dan distributor. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan pangannya secara mandiri dari sumber daya lokal. Inisiatif ini telah menunjukkan manfaat signifikan sejak beberapa tahun terakhir dan terus digencarkan.
Mengoptimalkan Pekarangan Rumah untuk Kemandirian Pangan Keluarga
"Gerakan tersebut cukup efektif memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan menekan inflasi, untuk itu kami terus mengembangkannya hingga daerah pesisir," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, menjelaskan urgensi program ini.
Untuk mencapai tujuan kemandirian pangan, Pemprov Sumsel secara khusus mengajak para ibu rumah tangga di perkotaan dan pesisir. Mereka didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah, meskipun dengan lahan terbatas, guna kegiatan produktif. Pemanfaatan ini meliputi beternak hewan kecil dan berkebun aneka tanaman.
Pekarangan rumah dapat diubah menjadi sumber pangan yang beragam melalui budidaya ikan dalam kolam kecil atau beternak ayam untuk telur dan daging. Selain itu, menanam aneka jenis sayuran dan pohon buah-buahan juga sangat dianjurkan. Kegiatan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehari-hari.
Jika kegiatan budidaya, beternak, dan menanam ini dilakukan secara masif oleh ibu-ibu rumah tangga bersama keluarga, sebagian besar kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Hal ini tidak hanya mengurangi pengeluaran rumah tangga tetapi juga sejalan dengan tujuan utama Gerakan Sumsel Mandiri Pangan dalam menciptakan kemandirian.
Strategi Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pertanian di Sumatera Selatan
Selain mendorong pemanfaatan pekarangan, Pemprov Sumsel juga fokus pada strategi ekstensifikasi pertanian. Ini berarti perluasan areal pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang selama ini tidak produktif di berbagai wilayah. Lahan-lahan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi area produktif.
Wagub Cik Ujang menekankan pentingnya mengoptimalkan ribuan hektare lahan tidur yang tersebar di 17 kabupaten dan kota se-Sumsel. Lahan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan tanaman pangan strategis. Peningkatan produksi tanaman seperti padi dan jagung menjadi target utama dalam upaya ini.
Di sisi lain, intensifikasi pertanian juga terus didorong untuk meningkatkan produksi pangan dari lahan yang sudah dikelola secara aktif. Petani diajak untuk menerapkan teknik-teknik pertanian yang lebih modern dan efisien. Tujuannya adalah memaksimalkan hasil panen per hektare lahan tanpa harus membuka lahan baru.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi komprehensif Pemprov Sumsel dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan kombinasi pemanfaatan pekarangan, ekstensifikasi lahan, dan intensifikasi pertanian, diharapkan Sumsel dapat mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan dan stabil.
Sumber: AntaraNews