Pemkot Banjarmasin Gelar Pasar Murah BCSR 2026 di Puluhan Titik hingga Ramadhan
Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) 2026 di puluhan titik. Program ini hadirkan belasan ribu paket sembako subsidi hingga Ramadhan, bantu masyarakat hadapi inflasi.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dengan menggelar Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) 2026. Inisiatif strategis ini akan dilaksanakan di puluhan titik lokasi, menjangkau masyarakat luas hingga menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi warga. Sebanyak 52 kelurahan di kota ini akan menjadi lokasi penyelenggaraan pasar murah, memastikan distribusi bantuan merata dan tepat sasaran.
Melalui Pasar Murah BCSR 2026, Pemkot Banjarmasin berupaya menyediakan akses sembako dengan harga terjangkau bagi warganya. Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat menghadapi kebutuhan Ramadhan, tetapi juga berperan aktif dalam menekan laju inflasi daerah secara signifikan.
Detail Pelaksanaan dan Skema Subsidi Pasar Murah Banjarmasin
Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) 2026 akan menyalurkan belasan ribu paket sembako murah yang telah disubsidi. Program ini merupakan hasil kolaborasi erat dengan Forum Banjarmasin CSR, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
Ichrom Muftezar mengungkapkan bahwa saat ini telah disiapkan setidaknya 16 ribu paket sembako khusus untuk pasar murah BCSR tersebut. Setiap paket dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, berisi 2 kilogram gula pasir dan 2 liter minyak goreng.
Harga jual satu paket sembako di pasar murah ini ditetapkan sebesar Rp58 ribu, jauh lebih rendah dari harga standar pasar yang mencapai Rp73 ribu. Artinya, setiap paket mendapatkan subsidi sebesar Rp15 ribu, memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat.
Distribusi paket sembako subsidi ini akan dilakukan secara merata di setiap titik pasar murah BCSR. Tezar, panggilan akrab Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa minimal 500 paket akan tersedia di setiap lokasi penyelenggaraan, memastikan ketersediaan bagi banyak keluarga.
Sinergi Multi Pihak dalam Pasar Murah Banjarmasin
Penyelenggaraan Pasar Murah Banjarmasin BCSR 2026 tidak hanya melibatkan pemerintah daerah dan Forum Banjarmasin CSR, tetapi juga mengintegrasikan berbagai elemen ekonomi lokal. Program ini turut serta melibatkan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta distributor lokal.
Keterlibatan IKM dan distributor lokal bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka mengedarkan produknya dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha kecil dan menengah di Banjarmasin.
Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak terkait seperti Baznas dan Bulog menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi ini memastikan bahwa bantuan dapat disalurkan secara efisien dan efektif, mencapai tujuan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan multi-pihak ini, Pemkot Banjarmasin berharap Pasar Murah BCSR 2026 dapat memberikan manfaat nyata. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi bulan suci Ramadhan 1447 H dengan lebih tenang dan menekan laju inflasi daerah secara signifikan.
Mekanisme Transparan Penyaluran CSR untuk Pasar Murah Banjarmasin
Ichrom Muftezar menegaskan bahwa mekanisme penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam program Pasar Murah Banjarmasin BCSR dilakukan secara transparan dan akuntabel. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan efektivitas bantuan.
Perusahaan yang berpartisipasi dalam Forum Banjarmasin CSR menyalurkan bantuannya langsung melalui rekening Baznas. Langkah ini memastikan bahwa dana CSR dikelola oleh lembaga yang memiliki kredibilitas dan jangkauan luas di masyarakat.
Selanjutnya, dana yang terkumpul di Baznas digunakan untuk membayar subsidi kepada Bulog. Subsidi ini kemudian diterapkan pada paket sembako yang dijual di pasar murah BCSR, menjadikan harga produk lebih terjangkau bagi masyarakat.
Model penyaluran ini mencerminkan komitmen Pemkot Banjarmasin terhadap tata kelola yang baik dan efisiensi. Dengan demikian, setiap rupiah bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai tujuan sosial dan ekonomi yang telah ditetapkan.
Sumber: AntaraNews