Pedagang Bunga Idul Fitri Pangkalpinang Panen Rezeki di Momen Ziarah Makam
Momen Idul Fitri 1447 Hijriah membawa berkah bagi pedagang bunga di Pangkalpinang. Mereka memanfaatkan tradisi ziarah makam untuk meraup keuntungan, dengan penjualan bunga dan air mawar yang meningkat signifikan.
Puluhan pedagang bunga di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil meraup keuntungan besar. Mereka memanfaatkan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah yang membawa berkah tersendiri bagi perekonomian lokal. Para pedagang ini terlihat aktif berjualan di sekitar area pemakaman umum.
Rahma, salah satu penjual bunga di Pemakaman Keramat Pangkalpinang, telah merasakan peningkatan penjualan yang signifikan. Ia mengaku sudah tiga tahun berjualan bunga dan air mawar di lokasi tersebut, dan setiap tahun jumlah pedagang memang bertambah. Namun, Rahma bersyukur rezekinya tidak pernah berkurang.
Pada pagi hari Idul Fitri, ratusan pengunjung memadati sejumlah makam di Kota Pangkalpinang, termasuk Pemakaman Umum Kelurahan Keramat. Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan ziarah ke makam orang tua, keluarga, dan kerabat tercinta, sebuah tradisi yang sudah mengakar kuat.
Berkah Penjualan Bunga dan Air Mawar di Idul Fitri
Di Komplek Pemakaman Keramat, belasan pedagang bunga dan air mawar tampak sibuk menawarkan dagangan mereka kepada para peziarah yang datang. Mereka menjual bunga dan air mawar dalam kantong plastik dengan harga yang seragam, yaitu Rp5.000 per kantong. Kemasan tersebut berisi campuran berbagai jenis bunga yang wangi dan indah.
Bunga-bunga yang dicampur meliputi mawar, melati, kenanga, pandan, dan bunga kertas warna-warni, memberikan pilihan menarik bagi pembeli. Rahma menjelaskan bahwa ia memulai aktivitas berjualan sejak pukul 06.00 WIB setiap pagi. Ia akan terus berjualan hingga siang hari, atau sampai kondisi pengunjung mulai sepi.
Pada momen Lebaran tahun ini, Rahma berhasil menjual sekitar 60 kantong plastik bunga dan 30 botol air mawar. Angka penjualan yang cukup tinggi ini menunjukkan tingginya permintaan dari masyarakat yang berziarah. Hasil penjualan tersebut sangat membantu untuk menambah kebutuhan rumah tangganya dan belanja keperluan anak-anak di rumah. Ini menjadi bukti nyata berkah Idul Fitri bagi pedagang bunga di Pangkalpinang.
Melestarikan Tradisi Ziarah Makam Keluarga
Menurut Rahma, setiap tahun jumlah pembeli bunga atau pengunjung makam terus bertambah secara signifikan. Fenomena ini membuatnya selalu menyempatkan diri untuk berjualan bunga, meskipun bertepatan dengan hari raya pertama Idul Fitri yang seharusnya menjadi waktu berkumpul keluarga. Tradisi ziarah makam menjadi pendorong utama penjualan.
Membersihkan makam dan mendoakan arwah para leluhur pada saat Idul Fitri adalah salah satu tradisi turun-temurun masyarakat setempat. Tradisi ini masih sangat kuat dan dipegang teguh oleh banyak keluarga di Pangkalpinang, menunjukkan penghormatan terhadap orang yang telah tiada. Aktivitas ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.
Budi, salah satu pengunjung Pemakaman Keramat Pangkalpinang, membenarkan pentingnya tradisi ini. Ia datang bersama seluruh anggota keluarganya untuk mengunjungi makam almarhum ayah, nenek, kakek, dan buyutnya. Ziarah ini bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan cara untuk mengenang, mendoakan, dan menjaga ikatan spiritual dengan para leluhur yang telah berpulang.
Sumber: AntaraNews