PBNU Sediakan 1.000 Kursi Mudik Gratis hingga Posko Mudik
Posko juga menyediakan layanan zakat, infaq, dan sedekah bagi pemudik yang membutuhkan.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama lembaga dan badan otonomnya meluncurkan program “Mudik Seru, Bareng NU” untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik Lebaran 1446 H. Program ini menyediakan layanan transportasi bagi 1.900 pemudik, yang terdiri dari marbot masjid, santri, pekerja informal, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 38 bus telah disiapkan untuk mengantar peserta mudik ke berbagai tujuan, seperti Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, hingga Jawa Timur dan Madura. Selain penyediaan transportasi, program ini juga menghadirkan puluhan Posko Mudik NU yang tersebar di sepanjang jalur mudik utama, termasuk Pantura, jalur selatan, dan jalur mudik Sumatra. Posko-posko ini akan beroperasi mulai 24–29 Maret 2025 dan menyediakan berbagai fasilitas bagi para pemudik.
Di setiap posko, pemudik dapat beristirahat, mendapatkan layanan kesehatan, serta menikmati dapur umum untuk berbuka dan sahur. Posko juga menyediakan layanan zakat, infaq, dan sedekah bagi pemudik yang membutuhkan.
Ketua PBNU, KH Choirul Sholeh Rasyid, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PBNU untuk mendukung kelancaran perjalanan mudik masyarakat.
“Mudik adalah momen penting bagi banyak orang. Melalui program ini, kami ingin memberikan dukungan agar perjalanan mudik lebih aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.
Ketua Umum Pagar Nusa, KH M. Nabil Harun, menambahkan bahwa keselamatan pemudik menjadi perhatian utama dalam program ini.
“Kami memastikan perjalanan mudik ini berjalan dengan tertib dan aman. Posko-posko NU siap menjadi tempat singgah bagi pemudik yang membutuhkan waktu istirahat,” jelasnya.
Ketua Lazisnu, Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc. MA, juga menekankan pentingnya berbagi selama Ramadan, dengan menyediakan layanan zakat, infaq, dan sedekah di setiap posko.
“Ini adalah bagian dari upaya kami memperkuat kepedulian sosial selama perjalanan mudik,” tambahnya.
Sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM), Dr. KH Ahmad Zayadii, M.Pd, mengungkapkan bahwa masjid-masjid NU di jalur mudik juga akan berfungsi sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.
“Masjid kami akan menjadi lokasi istirahat yang dilengkapi dengan fasilitas yang telah disiapkan dengan baik,” jelasnya.
Ketua Panitia, Didi Kasidi, menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan dengan matang. Sebanyak 38 bus telah disiapkan dengan rute yang disesuaikan dengan kebutuhan pemudik. Selain itu, 50 posko strategis juga siap beroperasi dengan dukungan layanan kesehatan, dapur umum, dan fasilitas lainnya.
Pelepasan bus Mudik Seru, Bareng NU akan dilaksanakan pada 25 Maret 2025 di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat. Acara ini akan dihadiri oleh jajaran pimpinan PBNU, termasuk KH Choirul Sholeh Rasyid, KH Umarsyah, KH Ginanjar Sya’ban (Ketua Satgas Mudik NU), KH Mas’ud Sholeh, Hj. Ai Rahmayanti, Dr. KH Ahmad Zayadii, M.Pd, Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc. MA, KH M. Nabil Harun, dan Dr. KH Ishaq Zubaedi Raqib.
Dengan adanya program ini, PBNU berharap perjalanan mudik dapat berlangsung lebih lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.