Mantan Kakorlantas Polri Anak Jenderal Sepuh Ditunjuk Jabat Direksi Mind ID, Ini Daftarnya
Selanjutnya, pemegang saham mengangkat Aditya Kusumo menjadi Direktur Keuangan dan Investasi menggantikan posisi Akhmad Fazri.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BUMN Holding Industri Pertambangan alias Mining Industry Indonesia (MIND ID) menetapkan Irjen Purn Firman Santyabudi sebagai Direktur Manajemen Risiko dan HSE menggantikan Nur Hidayat Udin. Diketahui, Irjen Purn Firman Putra Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno.
Selanjutnya, pemegang saham mengangkat Aditya Kusumo menjadi Direktur Keuangan dan Investasi menggantikan posisi Akhmad Fazri.
Kemudian, Kuswantoro Pranabudi ditunjuk sebagai Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha menggantikan Dilo Seno Widagdo.
Selain kursi direksi, RUPST yang digelar pada Selasa (10/6) lalu melakukan pergantian di jajaran komisaris. Saat ini, terdapat tiga nama baru yaitu Komisaris Independen Nugroho Widyotomo, Carmelita Hartoto dan Komisaris Muhammad Fadil Imran.
Dengan ini, total terdapat tiga nama baru Direksi dan tiga Komisaris di jajaran pengurus Mind ID.
Dalam laporan keuangan tahun buku 2024 yang telah diaudit, MIND ID membukukan pendapatan sebesar Rp145,2 triliun atau tumbuh 34,56 persen dari tahun sebelumnya. Sejalan dengan hal tersebut laba tahun berjalan melonjak menjadi Rp40,2 triliun, naik 46 persen dibandingkan 2023.
Di sisi lain, aset perusahaan meningkat menjadi Rp292,1 triliun dari Rp259,2 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan naik dari Rp90 triliun menjadi Rp124,6 triliun, mengikuti ekspansi produksi dan hilirisasi di seluruh entitas anak.
RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar 55 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2024 senilai Rp36,5 triliun, yakni menjadi Rp20,1 triliun. Nilai ini mengalami peningkatan dibandingkan dividen Tahun Buku 2023 sebesar Rp17,14 triliun.
Sementara itu, sisa 45 persen laba bersih atau sekitar Rp16,44 triliun akan dialokasikan untuk mendukung kelanjutan program hilirisasi yang dijalankan oleh Grup MIND ID.
Hilirisasi menjadi strategi utama untuk memperkuat daya saing nasional melalui peningkatan nilai tambah komoditas mineral.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa capaian kinerja dan kontribusi dividen perusahaan merupakan hasil sinergi proses bisnis dari hulu hingga hilir, dan kolaborasi seluruh Anggota Grup MIND ID.
"MIND ID mengintegrasikan ekplorasi, pertambangan, hingga komersial, dengan transformasi proses bisnis guna tercipta nilai tambah sumber daya alam mineral yang lebih optimal," ujarnya.
Sepanjang 2024, MIND ID menyelesaikan sejumlah proyek strategis seperti Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Smelter Tembaga dan Precious Metal Refinery, serta uji coba konversi batu bara menjadi artificial graphite dan anodized sheet.
Untuk Tahun 2025, MIND ID memprioritaskan pembangunan SGAR Fase II di Mempawah, fasilitas RKEF & HPAL di Halmahera Timur, optimalisasi Precious Metal Refinery, pembangunan PLTG di Gresik, serta peningkatan angkutan batu bara Tanjung Enim–Keramasan. Perusahaan juga mengembangkan tiga proyek nikel strategis di Sulawesi IGP Pomalaa, IGP Morowali, dan HPAL Sorowako untuk memperkuat fondasi ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Kami berkomitmen mendorong industrialisasi mineral yang berkelanjutan dan memperbesar kontribusi sektor tambang bagi tercapainya Indonesia Emas 2045," ujar Maroef.
Berikut susunan lengkap direksi dan komisaris MIND ID terbaru:
Direksi:
- Direksi MIND ID Direktur Utama : Maroef Sjamsoeddin
- Wakil Direktur Utama : Dany Amrul Ichdan
- Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha :Kuswantoro Pranabudi
- Direktur Keuangan dan Investasi: Aditya Kusumo
- Direktur Manajemen Risiko dan HSE:Firman Santyabudi
- Direktur Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Mineral: Budi Santoso
- Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral: Tedy Badrujaman
- Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management: Pambudi Sunarsihanto
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Fuad Bawazier
- Komisaris: Astera Primanto Bhakti
- Komisaris: Tri Winarno
- Komisaris: Muhammad Fadil Imran
- Komisaris Independen: Grace Natalie
- Komisaris Independent: Carmelita Hartoto