MIND ID Umumkan Perombakan Direksi, Enam Nama Baru Masuk Jajaran Manajemen

MIND ID juga memperkenalkan tiga jabatan baru untuk mendukung strategi pengembangan perusahaan.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
MIND ID Umumkan Perombakan Direksi, Enam Nama Baru Masuk Jajaran Manajemen
Pengolahan timah di MIND ID. (Foto: Istimewa) (© 2025 Liputan6.com)

PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID resmi melakukan perombakan jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (10/6). Dalam pertemuan tersebut, pemegang saham menyetujui pergantian tiga direktur serta menetapkan tiga jabatan baru dalam struktur organisasi perusahaan.

Tercatat, enam nama baru kini bergabung dalam manajemen MIND ID. Aditya Kusumo diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi, menggantikan Akhmad Fazri. Sementara itu, Kuswantoro Pranatabudi menempati posisi Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha, menggantikan Dilo Seno Widagdo. Firman Santyabudi juga ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE, menggantikan Nur Hidayat Udin.

Selain pengisian posisi yang sudah ada, MIND ID juga memperkenalkan tiga jabatan baru untuk mendukung strategi pengembangan perusahaan. Budi Santoso dipercaya sebagai Direktur Perencanaan Pengolahan Sumber Daya Alam, Tedy Badrujaman sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral, dan Pambudi Sunarsihanto sebagai Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management.

Dengan struktur baru ini, susunan lengkap direksi MIND ID saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: Maroef Sjamsoeddin
  2. Wakil Direktur Utama: Dany Amrul Ichdan
  3. Direktur Keuangan dan Investasi: Aditya Kusumo
  4. Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha: Kuswantoro Pranatabudi
  5. Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE: Firman Santyabudi
  6. Direktur Perencanaan Pengolahan Sumber Daya Alam: Budi Santoso
  7. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral: Tedy Badrujaman
  8. Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management: Pambudi Sunarsihanto

Perubahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan MIND ID. Dengan penempatan orang-orang yang tepat pada posisi yang strategis, perusahaan dapat lebih fokus dalam mencapai tujuan jangka panjangnya. Ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan.

Sebelumnya, Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID tidak hanya memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dalam menjalankan mandat hilirisasi industri tambang dari pemerintah, tetapi juga berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan.

Salah satu langkah strategis yang sedang diintensifkan adalah penerapan dekarbonisasi. Ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mencapai industri pertambangan yang rendah emisi dan berkelanjutan.

Direktur Strategic Support & Human Capital PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Benny Alexander F.D. Wiwoho, menjelaskan bahwa pengembangan industri melalui hilirisasi secara langsung meningkatkan kebutuhan energi grup MIND ID. Hal ini juga secara bersamaan mendorong kenaikan emisi gas rumah kaca (GRK).

"Isu dekarbonisasi bukan hanya tantangan MIND ID, tetapi tantangan global yang dihadapi oleh seluruh pelaku industri pertambangan dan manufaktur. Ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara transisi ke energi bersih membutuhkan kesiapan sistemik," ungkap Benny dalam acara Human Capital Summit (HCS) 2025, yang dikutip pada Rabu (4/6).

Berdasarkan analisis yang dilakukan, konsumsi energi oleh Grup MIND ID diperkirakan akan meningkat secara signifikan dari 48.000 terajoule (TJ) pada tahun 2023 menjadi 266.000 TJ pada tahun 2030. Kenaikan ini berpotensi menyebabkan emisi gas rumah kaca (GRK) melonjak drastis, dari 4.100 kiloton CO ekuivalen (ktCOe) menjadi sekitar 31.060 ktCOe, yang berarti meningkat lebih dari tujuh kali lipat dalam periode tujuh tahun.

Dalam menghadapi tantangan ini, Grup MIND ID telah menetapkan target pengurangan emisi sebesar 21,4 persen pada tahun 2030. Target ini tidak hanya sebagai respons terhadap peningkatan emisi, tetapi juga sebagai kontribusi terhadap pencapaian Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) serta langkah menuju Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.

“Ini adalah tantangan yang harus dikelola secara strategis. Target 21,4 persen ini merupakan peta jalan kami dalam memastikan bahwa pertumbuhan industri tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan,” ungkap Benny.

Di sisi lain, Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, juga menekankan bahwa perusahaan telah merumuskan empat strategi utama untuk mencapai target dekarbonisasi tersebut.

Strategi pertama adalah melakukan konversi bahan bakar ke sumber yang lebih rendah karbon, seperti pemanfaatan B35, B40, dan LNG sebagai pengganti bahan bakar fosil. Kedua, fokus pada peningkatan efisiensi operasional melalui inovasi dalam proses penambangan, peleburan, serta penerapan digitalisasi dan elektrifikasi di seluruh lini produksi.

Rekomendasi