LRT Velodrome–Manggarai Hampir Rampung, Tarif Masih Tunggu Keputusan Pramono Anung
Penentuan tarif untuk tahap selanjutnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan akan ditetapkan melalui Peraturan Gubernur.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, mengungkapkan bahwa saat ini LRT Jakarta sedang mempersiapkan operasional dan layanannya untuk menyambut fase baru rute Velodrome-Manggarai. Namun, mengenai tarif, ia menegaskan bahwa penetapan tersebut menjadi kewenangan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Penetapan tarif untuk fase lanjutan sepenuhnya menjadi wewenang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang nantinya akan ditetapkan melalui Peraturan Gubernur," jelas Roberto dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (19/11/2025).
Untuk memastikan bahwa LRT Jakarta dapat beroperasi dengan baik di fase baru Velodrome-Manggarai, pihaknya sedang melakukan persiapan di berbagai bidang.
"Persiapan dari berbagai aspek dari teknis, operasi, hingga kesiapan SDM sudah dijalankan guna memastikan kualitas pelayanan tetap prima selayaknya yang sudah kami berikan kepada seluruh pelanggan selama ini," tambahnya.
Subsidi pemerintah
Ia juga menyebutkan bahwa sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit, tarif LRT Jakarta ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk rute Pegangsaan Dua-Velodrome.
Tarif tersebut merupakan bagian dari skema Public Service Obligation (PSO) atau subsidi, di mana pemerintah menanggung sebagian besar biaya operasional agar masyarakat dapat menikmati layanan dengan harga yang terjangkau. Tarif Rp5.000 ini sudah berlaku sejak Desember 2019, saat LRT Jakarta mulai beroperasi secara resmi.
"Sejak resmi beroperasi secara komersial pada 1 Desember 2019 lalu, LRT Jakarta hadir sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun sistem transportasi Jakarta yang berorientasi pada masyarakat," tutup Roberto.
Melayani 1,1 juta penumpang
Roberto mengungkapkan bahwa antara tahun 2019 hingga 2025, LRT Jakarta telah melayani lebih dari 1,1 juta penumpang. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa lebih dari 3.500 orang menggunakan LRT Jakarta setiap harinya. "Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap LRT Jakarta sebagai moda transportasi publik yang andal, aman, dan nyaman," ucap dia.
Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa tingkat kepuasan pelanggan LRT Jakarta pada tahun 2025 hingga bulan September menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan nilai rata-rata mencapai 93,85 persen. On time performance LRT Jakarta juga sangat baik, yaitu sebesar 99,88 persen, dan capaian standar pelayanan minimum mencapai 98,54 persen per bulan Oktober 2025.