KPR dan KPA Jadi Andalan Masyarakat untuk Beli Properti, Ini Buktinya
Data Uang Beredar Bank Indonesia menunjukkan pada Januari 2025 total penyaluran kredit properti mencapai Rp1.410,8 triliun.
Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Bacelius Ruru menyebut bahwa selama lebih dari 55 tahun, perbankan dan agen telah menjadi bagian penting dari rantai bisnis perusahaan.
"Perbankan dan agen telah bersama mengarungi pasang surut industri properti nasional hingga bisa bertahan sampai sekarang," kata Ruru di Jakarta, Rabu (5/3).
Selama puluhan tahun, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) menjadi andalan utama masyarakat untuk membeli properti. Data Uang Beredar Bank Indonesia menunjukkan pada Januari 2025 total penyaluran kredit properti mencapai Rp1.410,8 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp796,6 triliun (56,5 persen) merupakan skema KPR dan KPA.
Menurut Ruru, dominasi kontribusi KPR dan KPA sebagai skema yang paling banyak dipilih masyarakat tak lepas dari peran penting perbankan dan agent. Perbankan mampu menyuguhkan berbagai kemudahan dan fasilitas yang menguntungkan konsumen. Di saat yang sama, para agen juga berperan menjalin kerjasama dengan lembaga pembiayaan sekaligus berinteraksi langsung untuk mengedukasi konsumen.
Stimulus fiskal yang diberikan pemerintah maupun kelonggaran moneter yang disiapkan oleh Bank Indonesia juga mampu mendorong dan mempertahankan daya beli masyarakat terhadap properti.
Berbagai insentif seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP), rencana pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta era suku bunga rendah turut menciptakan gairah terhadap industri properti pasca pandemi.
Ruru optimis, sektor properti akan tumbuh dan berperan besar dalam ekonomi nasional jika seluruh sinergi strategis dan berbagai stimulus ini mampu dipertahankan.
"Banyak pakar memprediksi tahun 2025 penjualan properti akan tumbuh di atas 2 persen dan ini sangat masuk akal. Oleh karena itulah, hari ini kami di sini hadir untuk memantapkan sinergi dengan perbankan dan agent yang selama ini telah menjadi garda terdepan kekuatan industri properti tanah air," tegas Ruru.
Pererat Sinergi dengan Perbankan
Agung Podomoro mempererat sinergi dengan perbankan dan agent melalui pemberian penghargaan dalam acara Podomoro Harmony Award 2025. Acara ini merupakan ajang apresiasi yang pertama kali digelar Agung Podomoro untuk memperkokoh kolaborasi dengan perbankan dan agent yang merupakan garda terdepan eksternal dalam membangun kekuatan industri properti nasional.
Ruru menjelaskan, ini merupakan agenda pertama selama 55 tahun Agung Podomoro mengembangkan bisnis properti. Selama itu pula, Agung Podomoro telah membuktikan komitmen untuk menciptakan dampak positif terhadap perekonomian melalui pengadaan produk properti berkualitas.
Ruru berharap kerja sama yang telah terjalin bersama perbankan dan agent dapat semakin erat dan terus berkembang.
"Melalui kolaborasi strategis ini, Agung Podomoro percaya dapat terus mendorong penjualan dan pengadaan properti dalam mendukung program pemerintah agar masyarakat dapat memiliki properti berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi bersama perbankan dan agent," tutup Ruru.