Kampung Orang Minang Tanpa Alfamart dan Indomaret
Sumatera Barat tidak menerima investasi ritel Alfamart dan Indomaret
Tak ada Alfamart dan Indomaret di sepanjang jalan Sumatera Barat, termasuk di Kota Padang
Kearifan lokal ternyata mampu bertahan dari gempuran modal besar yang rakus melahap tradisi dan budaya.
Pelarangan keberadaan minimarket waralaba oleh Pemerintah Daerah untuk melindungi keberlangsungan warung tradisional yang sebagian besar dijalankan oleh penduduk asli.
Kebijakan ini bukan berarti Sumbar menutup diri dari investasi luar, namun memberikan peluang bagi pelaku usaha ritel lokal berkembang.
kebijakan ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan di luar Sumatera Barat, dan pengusaha lokal yang bergerak di bidang ritel mengambil peluang ini.
Minang bukan tanpa ritel modern. Pemprov Sumbar telah meluncurkan program 1.000 Minang Mart. Minang Mart adalah kedai modern yang dapat dikelola masyarakat hasil kolaborasi dari tiga badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat. Tiga BUMD yang terlibat dalam program ini adalah PT Grafika, Bank Nagari dan Jamkrida.
Kunci Sukses Minang Mart
Pelayanan terbaik untuk konsumen menjadi modal utama. Kunci memenangi persaingan ada di pelayanan dan harga yang bersaing tanpa monopoli.