Kemenekraf Dorong Pengembangan Kekayaan Intelektual dan Storytelling untuk Daya Saing Ekonomi Kreatif Global

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan pentingnya Kekayaan Intelektual dan Storytelling untuk memperkuat daya saing produk Ekonomi Kreatif Indonesia di pasar global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenekraf Dorong Pengembangan Kekayaan Intelektual dan Storytelling untuk Daya Saing Ekonomi Kreatif Global
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan pentingnya Kekayaan Intelektual dan Storytelling untuk memperkuat daya saing produk Ekonomi Kreatif Indonesia di pasar global. (AntaraNews)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyoroti urgensi pengembangan Kekayaan Intelektual (KI) dan storytelling dalam upaya memajukan sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia. Hal ini disampaikan Irene dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (13/6), menekankan pentingnya strategi ini.

Menurut Irene, penguatan narasi dan merek menjadi kunci utama agar produk ekraf nasional memiliki daya saing kuat di kancah global. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan dan berkelanjutan bagi produk-produk lokal.

Pendekatan ini berfokus pada pembangunan serta ekspor merek Indonesia yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga memiliki identitas kuat dan mampu bercerita. Tujuannya adalah memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

Potensi Budaya Indonesia sebagai Kekayaan Intelektual Global

Budaya Indonesia menyimpan potensi luar biasa yang dapat diolah menjadi Kekayaan Intelektual bernilai ekonomi tinggi. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar meyakini bahwa pemanfaatan ini mampu secara signifikan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Oleh karena itu, para pelaku ekonomi kreatif didorong untuk terus berinovasi dan menjalin kolaborasi. Tujuannya adalah menghadirkan kekayaan budaya dalam format yang relevan dan menarik bagi generasi muda masa kini.

Irene menambahkan bahwa tantangan utamanya adalah bagaimana mengemas cerita-cerita budaya yang kaya menjadi karakter dan Kekayaan Intelektual yang relevan. Penting untuk memastikan nilai-nilai luhur budaya tetap terjaga di tengah upaya modernisasi tersebut.

Inovasi dan Kolaborasi Lintas Subsektor untuk Merek Lokal

Pelaku ekonomi kreatif seperti Ari Danangga, komisaris merek fesyen Cap Bali, turut mendukung upaya pengembangan merek lokal. Ia menekankan pentingnya akar budaya Indonesia yang dipadukan dengan inovasi kreatif dan kolaborasi lintas subsektor.

Ari Danangga menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar budaya Bali tidak hanya dikenal melalui produknya semata. Melainkan juga melalui cerita, karakter, dan pengalaman yang dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.

Dengan demikian, diharapkan karya kreatif yang berakar pada budaya Indonesia dapat semakin dikenal. Hal ini juga bertujuan untuk memiliki daya saing yang kuat di pasar global, membuka peluang ekonomi baru.

Mengangkat Karakter Budaya untuk Apresiasi dan Peluang Ekonomi

Karakter berbasis budaya seperti Barong dari Bali dapat diangkat kisah dan filosofinya dengan pendekatan kreatif. Ini dapat diintegrasikan dengan dunia desain, fesyen, musik, dan kultur pop untuk jangkauan yang lebih luas.

Pendekatan semacam ini diharapkan mampu memperluas apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan Kekayaan Intelektual lokal yang inovatif.

Kemenekraf secara aktif menerima audiensi dari pelaku ekonomi kreatif guna memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pegiat industri. Sinergi ini bertujuan mengembangkan budaya sebagai sumber inspirasi, inovasi, dan nilai ekonomi.

Fokus utama adalah pada pengembangan Kekayaan Intelektual, karakter, serta merek lokal yang memiliki daya saing global. Melalui dukungan ini, diharapkan produk-produk kreatif Indonesia dapat semakin dikenal luas dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi