Kajian LPPM Unhas Dorong Percepatan Ekonomi Tambrauw Berkelanjutan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unhas merampungkan kajian percepatan ekonomi Tambrauw, memetakan enam pusat pengembangan dan mengungkap potensi besar di sektor konservasi serta pariwisata yang belum tergarap optimal.
Makassar – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) telah menyelesaikan finalisasi kajian percepatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya. Kajian ini menekankan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat dengan tetap menjaga karakter Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi. Hasil kajian ini diharapkan menjadi landasan penting bagi pengembangan wilayah tersebut ke depan.
Proses finalisasi kajian percepatan ekonomi Tambrauw ini melibatkan Pusat Pengembangan Kebijakan Publik (P2KP) LPPM Unhas, yang dipimpin oleh Dr. Sultan Syakib. Kajian ini tidak hanya menelaah data ekonomi dan keunggulan daerah, tetapi juga secara konsisten menempatkan visi Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi dalam setiap analisisnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Unhas dan Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang). Kajian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Tambrauw secara berkelanjutan.
Pemetaan Potensi dan Visi Konservasi Tambrauw
Dalam kajian yang telah difinalisasi, LPPM Unhas berhasil memetakan wilayah Tambrauw ke dalam enam pusat pengembangan utama. Pusat-pusat ini mencakup sektor pertanian dan perkebunan, peternakan, serta industri perikanan terpadu.
Selain itu, industri kepariwisataan juga menjadi fokus utama, mengingat potensi alam Tambrauw yang luar biasa. Jasa lingkungan di wilayah konservasi serta layanan publik dan jasa pemerintahan turut menjadi bagian dari pemetaan ini.
Dr. Sultan Syakib, Kepala P2KP LPPM Unhas, menjelaskan bahwa pemetaan ini sejalan dengan visi Tambrauw sebagai kabupaten konservasi. Pendekatan pembangunan berbasis masyarakat menjadi kunci untuk memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Visi ini memastikan bahwa setiap upaya percepatan ekonomi Tambrauw akan selalu mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati yang dimiliki daerah. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan konservasi alam.
Tantangan Implementasi dan Pentingnya Data Digital
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tambrauw, Mousche Woria, mengakui bahwa wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dikaji secara akademik, terutama dalam menjaga karakter konservatif daerah.
Woria menyoroti lambatnya implementasi gagasan inovatif yang telah dibahas sejak sepuluh tahun lalu, meskipun banyak konsep pembangunan telah dihasilkan. Ia berharap kajian bersama Unhas ini dapat memicu fase monitoring implementasi yang lebih efektif.
Lebih lanjut, Woria memberikan catatan penting untuk percepatan pembangunan ekonomi Tambrauw, termasuk perlunya optimalisasi distribusi data dan informasi melalui internet. Ia menekankan bahwa informasi mengenai Tambrauw di internet masih sangat tertinggal dan perlu diperbarui.
“Sekarang orang-orang di seluruh dunia mencari apa saja melalui internet. Informasi mengenai Tambrauw sangat tertinggal, masih data lama. Kita perlu memikirkan juga hal ini,” ujar Mousche. Ketersediaan informasi yang akurat dan terkini sangat krusial untuk menarik minat investor dan wisatawan.
Optimalisasi Pariwisata Tambrauw, dari Penyu Belimbing hingga Raja Ampat
Kepala Dinas Pariwisata Tambrauw, Abraham Mayor, menyoroti potensi pariwisata daerah yang belum terkelola secara optimal. Salah satu daya tarik utama adalah objek penyu belimbing, yang merupakan penyu terbesar di dunia, namun belum dikenal luas.
Mayor mengusulkan agar potensi pariwisata Tambrauw dapat dijajaki kemungkinannya untuk menjadi subsistem dalam ekosistem pariwisata Raja Ampat yang sudah sangat populer. Integrasi ini diharapkan dapat mendongkrak popularitas dan kunjungan wisatawan ke Tambrauw.
Pengembangan wisata minat khusus juga dianggap perlu untuk membuka ruang bagi pengalaman pariwisata yang unik dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan karakter Tambrauw sebagai kabupaten konservasi.
Dengan strategi yang tepat, termasuk promosi digital dan integrasi dengan destinasi populer, pariwisata Tambrauw memiliki peluang besar untuk berkembang. Ini akan memberikan dampak positif pada percepatan ekonomi Tambrauw dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Sumber: AntaraNews