Sorot
{{caption}}
Kesaksian Warga Sebelum Istri Tewas Dicekik Suami

{{caption}}
Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti

{{caption}}
Demo Depan DPR Usai, Jalan Gatot Subroto Dibuka Lagi

{{caption}}
Istri Dicekik Suami Pakai Seprei hingga Tewas

{{caption}}
Aturan Baru, Lahan Pertanian Diperkuat untuk Swasembada Pangan

{{caption}}
Prabowo Puji Kinerja Petugas Haji

Topik Terkait
{{caption}}
Kemenperin Catat IKI Maret 2026 Tetap Ekspansif, Ini Penyebab Perlambatannya

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 menunjukkan sektor manufaktur Indonesia tetap ekspansif di angka 51,86, namun mengalami perlambatan. Kemenperin menjelaskan faktor musiman dan penyesuaian produksi menjadi pemicu utama perlambatan IKI Maret 202

{{caption}}
Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Melonjak, Tertinggi dalam 49 Bulan

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada Januari 2026, mencapai 54,12 poin dan menjadi yang tertinggi dalam 49 bulan terakhir, menandakan optimisme kuat pelaku usaha.

{{caption}}
IKI Juli 2025 Capai 52,89, Kemenperin Sebut Industri Manufaktur RI Masih Ekspansif

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juli 2025 mencapai nilai 52,89.

{{caption}}
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok, Dipicu Penurunan Daya Beli Masyarakat

Pada bulan Juni lalu pengusaha industri masih menunggu kebijakan pro industri seperti kebijakan yang melindungi pasar domestik.

{{caption}}
Kemenperin: Kegiatan Usaha Stabil, tapi Pengusaha Semakin Pesimis

Persentase pelaku usaha yang menyatakan kondisi usahanya merosot di Juni 2025 turun 2,9 persen menjadi 22,8 persen.

{{caption}}
Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Terasa, Indeks Kepercayaan Industri RI Turun di Juni 2025

Adapun secara kategori, IKI Juni 2025 di angka 51,84 masih ekspansif lantaran berada di atas 50 poin. Namun, indeks kepercayaan industri turun sebesar 0,27.

{{caption}}
IKI Mei 2025 Naik ke 52,11 Poin, Kemenperin Tetap Waspada Perlambatan Ekonomi

Perlambatan ini salah satunya disebabkan oleh penurunan konsumsi masyarakat.

{{caption}}
Kebijakan Impor Lebih Ditakuti Industri Ketimbang PPN 12 Persen, Ini Alasannya

Optimisme pelaku industri masih tetap baik di tengah adanya kenaikan PPN menjadi 12 persen pada 2025

{{caption}}
Ternyata Ini Biang Kerok Industri Tekstil hingga Kertas Masih Anjlok di Semester II-2024

Kondisi ini terjadi ketika diberlakukan Permendag 8 tahun 2024 tentang kebijakan dan pengaturan impor.

{{caption}}
Kemenperin: Industri Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif, Hanya Tembakau Alami Penurunan

Kontraksi ini disebabkan oleh penurunan komponen pada sisi produksi. Ini karena maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran, terutama rokok ilegal impor.

{{caption}}
Produksi Berlimpah, Menteri Agus Sebut 5 Sektor Olahan Makanan dan Minuman di Indonesia Ini Bisa Berkembang Pesat di RI

Subsektor tersebut antara lain teh, kopi, buah, coklat atau kakao, dan susu yang produksi dalam negerinya melimpah.