Hutan Pinus Jambi: Dari Destinasi Bersejarah Hingga Sumber Peningkatan PAD
Pemprov Jambi gencar promosikan Hutan Pinus Jambi sebagai destinasi wisata alam dan edukasi. Diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menarik minat masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jambi secara aktif menggalakkan promosi Hutan Pinus Jambi sebagai salah satu potensi wisata alam dan edukasi. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan pemanfaatan kawasan hijau tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan konservasi.
Kampanye ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mengundang komunitas pecinta alam untuk beraktivitas di area seluas 10,5 hektare. Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menyatakan bahwa potensi hutan pinus masih besar. Saat ini, kontribusi PAD dari hutan pinus masih relatif kecil, sekitar Rp200 juta per tahun.
Meskipun demikian, Pemprov Jambi optimis bahwa dengan pengembangan sarana prasarana dan promosi yang lebih optimal, Hutan Pinus Jambi dapat menjadi daya tarik utama. Kawasan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Peningkatan kunjungan ini akan berimbas positif pada perekonomian daerah.
Potensi dan Sejarah Hutan Pinus Jambi
Hutan Pinus Jambi yang berlokasi di Jalan Lintas Jambi-Palembang ini memiliki luas sekitar 10,5 hektare. Kawasan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah penting bagi Provinsi Jambi. Dengan tutupan tanaman yang rapat, hutan ini menjadi paru-paru kota yang sejuk dan asri.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yusar, menyebutkan bahwa hutan ini memiliki lebih dari 149 jenis koleksi tanaman. Dominasi pohon pinus mencapai sekitar 60 persen dari total keseluruhan jenis tanaman yang ada. Selain pinus, terdapat juga anggrek serta jenis kayu hutan seperti bulian, tembusu, dan meranti.
Anggota DPR RI, Edi Purwanto, turut menyoroti nilai historis Hutan Pinus Jambi. Kawasan ini pernah dikunjungi oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-7, Joko Widodo. Ibu Megawati bahkan pernah menanam pohon meranti putih di lokasi ini, yang kini usianya sudah mencapai 24 tahun.
Strategi Peningkatan PAD dan Pengembangan Infrastruktur
Saat ini, kontribusi Hutan Pinus Jambi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tergolong kecil, yakni sekitar Rp200 juta per tahun. Keterbatasan sarana prasarana dan promosi yang belum optimal menjadi penyebab utamanya. Namun, Pemprov Jambi melihat potensi besar untuk meningkatkan angka tersebut.
Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menjelaskan bahwa upaya paling rasional adalah mengenalkan hutan pinus kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah mengundang komunitas pecinta alam dan olahraga untuk beraktivitas di sana. Ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung.
Ke depan, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi berencana membangun sejumlah infrastruktur pendukung di dalam lokasi. Rencana tersebut meliputi pembangunan jalan, tempat bersantai, hingga kandang besar untuk burung (Aviari). Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan jumlah kunjungan ke Hutan Pinus Jambi.
Pemerintah juga akan berkolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengembangkan kawasan ini lebih lanjut. Dengan lebih dari 7.000 batang pohon, pengembangan ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan. Pengunjung hanya dikenakan biaya masuk Rp5 ribu, dengan fokus awal pada edukasi cinta alam.
Sumber: AntaraNews