Gubernur Pramono Anung Dorong Transformasi Bank DKI, Ini Langkah Dilakukan
Dia berpendapat bahwa transformasi dan rebranding Bank DKI merupakan langkah yang sangat krusial.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendukung upaya transformasi yang dilakukan Bank DKI. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menempatkan Jakarta dalam jajaran Top 50 Kota Global.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam rapat yang diadakan dengan pejabat Pemprov DKI Jakarta pada hari Senin (14/4), yang membahas pengelolaan Bank DKI dengan pendekatan yang lebih modern dan global.
Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya memberikan perhatian serius kepada Bank DKI, terutama mengingat tantangan yang terus berubah di setiap periode. Dia berpendapat bahwa transformasi dan rebranding Bank DKI merupakan langkah yang sangat krusial.
"Apakah Bank DKI akan menjadi bank Jakarta atau bahkan bank global, nanti kita bangun betul-betul sebagai Bank Jakarta," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/4)
Pramono juga mengungkapkan harapannya agar pengelolaan Bank DKI dilakukan dengan profesionalisme yang tinggi. Hal ini penting untuk mendukung visi besar Jakarta sebagai kota global yang kompetitif. Dukungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Pemprov DKI terhadap proses pemulihan sistem Bank DKI yang saat ini tengah berlangsung.
Dengan langkah tersebut, diharapkan Bank DKI dapat berperan lebih signifikan dalam perekonomian Jakarta dan berkontribusi pada pengembangan kota yang lebih baik di masa depan.
Proses Pemulihan Sistem Bank DKI
Sebelumnya, aplikasi JakOne Mobile mengalami beberapa gangguan. Namun, Gubernur Pramono menegaskan bahwa dana nasabah tetap terjaga dan tidak terkena dampak. Di sisi lain, Bank DKI menginformasikan bahwa pemulihan sistem telah dilakukan secara bertahap.
Sejak 7 April 2025, layanan ATM Off-Us telah beroperasi kembali dengan normal. Saat ini, semua layanan ATM, transfer antar bank, dan pembayaran tagihan telah pulih dan berfungsi dengan baik.
Sampaikan Permohonan Maaf
Agus Haryoto Widodo, Direktur Utama Bank DKI, mengungkapkan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh nasabah dan mengucapkan terima kasih atas pengertian mereka.
"Kami pastikan data dan dana nasabah tetap aman. Kami juga membuka kanal komunikasi 24 jam melalui call center dan media sosial resmi," ujarnya.
Selain itu, Agus menegaskan bahwa Bank DKI berkomitmen untuk menangani setiap keluhan nasabah dengan cara yang profesional. Hal ini dilakukan berdasarkan prinsip Perlindungan Konsumen, Prudential Banking, dan Good Corporate Governance (GCG) yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.