Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Solikin Juhro Paparkan Visi Ekonomi Inklusif
Komisi XI DPR hari ini mulai menggelar proses uji kelayakan dan kepatutan untuk Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Komisi XI DPR RI mulai melaksanakan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Pada tahap awal, uji kelayakan dan kepatutan dilakukan terhadap salah satu kandidat, yakni Solikin M Juhro, yang hadir langsung untuk menyampaikan visi dan pandangannya di hadapan para anggota dewan.
Sementara itu, dua calon lainnya, yaitu Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono, dijadwalkan akan menjalani proses serupa pada Senin, 26 Januari 2026.
Rangkaian uji kelayakan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kepemimpinan Bank Indonesia ke depan memiliki kapasitas, integritas, dan visi yang sejalan dengan kebutuhan perekonomian nasional.
Pertumbuhan Tinggi dan Berkelanjutan
Dalam paparannya, Solikin M Juhro mengusung tema besar “Memperkuat Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, Berdaya Tahan, dan Inklusif untuk Indonesia Maju”.
"Tema ini kami pandang sangat strategis dan relevan Karena sejalan dengan arah kebijakan pemerintah serta aspirasi seluruh masyarakat Indonesia guna mewujudkan Indonesia maju dan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap," kata Solikin dalam Fit and proper test Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, di DPR, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Menurut Solikin, tantangan utama perekonomian Indonesia saat ini adalah mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Untuk itu, penguatan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan menjadi prasyarat fundamental agar transformasi ekonomi dapat berlangsung secara sehat dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari capaian angka semata. Kualitas pertumbuhan, terutama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional dan memperluas kemakmuran masyarakat, harus menjadi fokus utama dalam perumusan dan implementasi kebijakan moneter ke depan.
Fondasi Ekonomi Nasional
Solikin juga menyinggung filosofi leluhur “sangkan paraning dumadi”, yang menekankan kesadaran akan asal dan tujuan. Filosofi ini, menurutnya, mencerminkan pentingnya tujuan luhur dalam keberadaan individu, lembaga, maupun bangsa, yakni mencapai kemaslahatan secara luas dengan keseimbangan nilai dan tindakan.
Selain itu, ia mengutip pemikiran ekonom senior almarhum Profesor Sumitra Jayawadikusumo yang menegaskan bahwa persoalan utama ekonomi Indonesia adalah membangun perekonomian nasional yang kuat berdasarkan kekuatan sendiri dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat banyak.
"Pemikiran itu menegaskan pentingnya membangun Fondasi ekonomi yang kokoh bertumbuh pada kekuatan domestik dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam konteks ini," ujarnya.
Proses Pencalonan Deputi Gubernur BI
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui dirinya yang mengusulkan Thomas Djiwandono ke Presiden Prabowo Subianto jadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia atau Deputi Gubernur BI. Selain mengusulkan Thomas, Perry juga mengusulkan Dicky Kartikoyono dan juga Solikin M. Juhro.
"Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 14 Januari 2026 menyampaikan kepada bapak presiden rekomendasi usulan 3 calon, yaitu Bapak Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Bapak Solikin M. Juhro," kata Perry dalam Konferensi Pers RDG BI, Rabu (21/1/2026).
Ia mengungkapkan, proses pencalonan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Yudha Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 13 Januari 2026. Surat pengunduran diri tersebut disampaikan kepada Presiden dengan tembusan kepada Ketua DPR RI dan Gubernur BI.