Fenomena Mudik Susulan di Pelabuhan Sampit: Ribuan Penumpang Masih Berangkat Pasca-Lebaran
Pelabuhan Sampit masih ramai dengan fenomena mudik susulan pasca-Lebaran 2026, di mana ribuan penumpang tetap berangkat meskipun Hari Raya telah berlalu, mengejar Lebaran Ketupat atau karena tiket habis.
Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih menunjukkan aktivitas tinggi pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Posko Angkutan Laut Lebaran di pelabuhan tersebut mencatat adanya fenomena mudik susulan yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa arus keberangkatan penumpang masih sangat terasa di wilayah tersebut.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis, menyatakan bahwa hari ini masih bisa disebut sebagai arus mudik. Banyaknya penumpang yang berangkat menjadi indikator utama dari kondisi ini. Fenomena ini bukan hal baru, melainkan pola yang biasa terjadi setiap tahun.
Pada Kamis, 26 Maret 2026, Gusti Muchlis memantau embarkasi penumpang untuk Kapal Motor (KM) Lawit dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Kapal tersebut mengangkut 1.209 penumpang dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Jumlah ini tergolong tinggi jika dibandingkan hari normal yang biasanya hanya berkisar 500-700 penumpang.
Alasan di Balik Fenomena Mudik Susulan Pelabuhan Sampit
Fenomena mudik susulan di Pelabuhan Sampit ini terjadi karena beberapa alasan yang telah menjadi pola tahunan. Banyak pemudik yang tidak kebagian tiket sebelum Lebaran sehingga baru bisa berangkat setelah Hari Raya. Keterbatasan kapasitas atau jadwal kapal seringkali memaksa mereka untuk menunda perjalanan.
Selain itu, ada juga pemudik yang sengaja menunda keberangkatan untuk merayakan Hari Raya Ketupat. Tradisi ini merupakan perayaan yang dilakukan sebagian masyarakat muslim, khususnya di Jawa, sepekan setelah Idul Fitri atau pada 8 Syawal. Keinginan untuk berpartisipasi dalam tradisi ini menjadi pendorong utama bagi sebagian penumpang.
Gusti menjelaskan bahwa tingginya jumlah penumpang yang berangkat ini berbanding terbalik dengan arus kedatangan. Pada hari sebelumnya, KM Lawit sebagai kapal pertama pada arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, hanya membawa 189 penumpang. Angka ini menunjukkan bahwa arus balik masih tergolong landai.
Arus Balik yang Santai dan Batasan Periode Posko
Pergerakan penumpang pada momentum arus mudik dan arus balik memang memiliki karakteristik yang berbeda. Jika pada arus mudik, warga cenderung tergesa-gesa karena mengejar waktu Lebaran, maka pada arus balik situasinya lebih santai. Pemudik tidak memiliki tenggat waktu yang ketat untuk kembali, sehingga kedatangan mereka pun cenderung bertahap.
Gusti memperkirakan bahwa pergerakan arus balik ini masih akan terjadi bahkan hingga sebulan setelah Lebaran. "Biasanya sampai posko berakhir pun arus balik masih terjadi," ujarnya. Periode Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit sendiri berlaku mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Rentang waktu posko ini ditentukan langsung oleh Kementerian Perhubungan. Meskipun arus balik masih diprediksi berlangsung setelah tanggal tersebut, posko akan tetap berakhir sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pihak pelabuhan dan otoritas pusat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.
Data Keberangkatan dan Kedatangan Penumpang di Pelabuhan Sampit
Keberangkatan KM Lawit pada Kamis ini merupakan armada kedelapan yang disiapkan untuk Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit. Dengan demikian, hanya tersisa empat dari total 12 jadwal keberangkatan yang telah disiapkan pada periode tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar jadwal keberangkatan telah terlaksana.
Total jumlah penumpang yang berangkat pada periode Posko Angkutan Laut Lebaran hingga saat ini mencapai 7.887 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang turun atau tiba di Pelabuhan Sampit tercatat sebanyak 1.157 orang. Data ini mempertegas dominasi arus keberangkatan dalam fenomena mudik susulan di Pelabuhan Sampit.
Perbedaan signifikan antara jumlah penumpang berangkat dan datang menunjukkan bahwa Pelabuhan Sampit masih menjadi titik keberangkatan utama bagi pemudik yang menunda perjalanan mereka. Kepadatan di pelabuhan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir periode posko, bahkan mungkin setelahnya, seiring dengan karakteristik arus balik yang lebih fleksibel.
Sumber: AntaraNews