KSOP Sampit Siapkan 11 Jadwal Keberangkatan Kapal untuk Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026, Diprediksi Naik 12,8 Persen

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menyiapkan 11 jadwal keberangkatan kapal untuk Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026, dengan prediksi peningkatan penumpang 12,8 persen.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KSOP Sampit Siapkan 11 Jadwal Keberangkatan Kapal untuk Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026, Diprediksi Naik 12,8 Persen
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menyiapkan 11 jadwal keberangkatan kapal untuk Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026, dengan prediksi peningkatan penumpang 12,8 persen. (AntaraNews)

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, telah menyiapkan 11 jadwal keberangkatan kapal untuk melayani Angkutan Laut Lebaran 2026. Persiapan ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik bagi masyarakat yang akan merayakan Idulfitri. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan penumpang yang diprediksi akan terjadi di Pelabuhan Sampit.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, menyatakan bahwa jumlah jadwal keberangkatan yang ada saat ini berasal dari dua operator kapal besar. Kedua operator tersebut adalah PT Pelni Cabang Sampit dan PT Dharma Lautan Utama (DLU). Ketersediaan jadwal ini menjadi fondasi utama dalam pelayanan transportasi laut selama periode Lebaran.

Meskipun demikian, Gusti Muchlis menambahkan bahwa jumlah "call" atau jadwal keberangkatan tersebut berpotensi bertambah. Penambahan ini seiring dengan rencana PT Pelni untuk mengoperasikan armada tambahan. Hal ini menunjukkan kesiapan KSOP Sampit dan operator pelayaran dalam menghadapi peningkatan permintaan layanan transportasi laut menjelang Lebaran.

Detail Jadwal dan Armada Kapal untuk Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026

Untuk melayani Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026, PT Pelni saat ini mengoperasikan dua kapal utama, yaitu KM Lawit dan KM Leuser. Sementara itu, PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyediakan KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI. Keempat kapal ini menjadi tulang punggung pelayanan transportasi laut dari dan menuju Pelabuhan Sampit selama periode mudik Lebaran.

Namun, ada kabar baik terkait penambahan armada yang akan semakin memperkuat kapasitas pelayanan. Rencananya, pada 9 Maret 2026, KM Kelimutu dari PT Pelni akan menjalani sea trial atau uji performa di laut setelah proses pemeliharaan menyeluruh (docking). Setelah uji coba tersebut berhasil, KM Kelimutu akan langsung berlayar menuju Pelabuhan Sampit.

Kehadiran KM Kelimutu sangat signifikan karena kapal ini direncanakan akan melaksanakan dua jadwal keberangkatan tambahan. Dengan demikian, total jadwal keberangkatan kapal di Pelabuhan Sampit untuk Angkutan Laut Lebaran 2026 akan meningkat menjadi 13 "call". Penambahan ini tentu akan sangat membantu dalam menampung lebih banyak penumpang yang ingin mudik.

Prediksi Peningkatan Penumpang dan Penjualan Tiket Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026

Posko Angkutan Laut Lebaran tahun ini dijadwalkan beroperasi selama 18 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Durasi ini sedikit lebih singkat dibandingkan periode posko tahun 2025 yang berlangsung selama 22 hari. Meskipun demikian, efisiensi operasional tetap menjadi prioritas utama bagi pihak terkait untuk Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026.

Meskipun durasi posko lebih pendek, jumlah penumpang yang diprediksi akan menggunakan jasa transportasi laut justru menunjukkan peningkatan signifikan. Diperkirakan akan ada kenaikan sekitar 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total estimasi mencapai 12.000 orang penumpang. Angka ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk mudik melalui Pelabuhan Sampit.

Tren penjualan tiket juga mengindikasikan lonjakan permintaan yang luar biasa. Informasi dari operator pelayaran menunjukkan bahwa tiket untuk keberangkatan pada tanggal 12, 14, hingga 18 Maret telah terjual habis. Hal ini menegaskan bahwa masyarakat perlu segera merencanakan perjalanan mereka dan membeli tiket lebih awal untuk memastikan ketersediaan tempat.

Kapasitas angkut kapal Pelni diperkirakan mencapai sekitar 1.400 penumpang per keberangkatan, sementara kapal DLU mampu mengangkut sekitar 700 penumpang. Kapasitas ini telah disesuaikan dengan dispensasi yang diberikan oleh pihak berwenang. Dengan kapasitas yang terpenuhi secara maksimal, kenaikan jumlah penumpang sebesar 12,8 persen dibandingkan tahun lalu dapat tercapai.

Aspek Keselamatan dan Kesiapan Armada untuk Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026

Aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Sampit 2026. Untuk memastikan hal tersebut, KSOP Sampit telah melakukan uji petik atau ramp check terhadap seluruh kapal yang akan beroperasi. Kegiatan ini telah dimulai sejak akhir Februari lalu, jauh sebelum puncak arus mudik.

Langkah uji petik ini sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh armada kapal berada dalam kondisi laik laut. Pemeriksaan meliputi berbagai komponen vital kapal, mulai dari mesin, peralatan navigasi, hingga fasilitas keselamatan penumpang. Semua prosedur ini dilakukan secara ketat sesuai standar yang berlaku.

Tujuan utama dari ramp check adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik selama perjalanan laut. Dengan memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan, risiko kecelakaan dapat diminimalisir. KSOP Sampit berkomitmen penuh untuk menyediakan layanan transportasi laut yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi