Fakta Menarik: 12% Karyawan PGE Perempuan, Dorong Pemberdayaan di Sektor Energi Terbarukan Bersama WiSER
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) aktif mendorong pemberdayaan perempuan di sektor energi terbarukan, berkolaborasi dengan WiSER untuk misi keberlanjutan global. Bagaimana peran mereka dalam memajukan energi hijau?
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) secara aktif menggalakkan pemberdayaan perempuan di sektor energi, khususnya energi terbarukan. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan delegasi Women in Sustainability, Environment, and Renewable Energy (WiSER).
Ronald Andre P. Hutagalung, Investor Relations Manager PGE, menyambut delegasi WiSER di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Garut, Jawa Barat. Pertemuan ini berlangsung pada Kamis, 19 September, sebagai bagian dari komitmen PGE terhadap keberlanjutan dan kesetaraan gender.
Melalui inisiatif ini, PGE tidak hanya ingin memajukan pemanfaatan energi hijau tetapi juga memberdayakan masyarakat, terutama perempuan. Hal tersebut diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan.
PGE dan Misi Pemberdayaan Perempuan di Energi Hijau
Ronald Andre P. Hutagalung menegaskan pentingnya peran pemimpin perempuan dalam memajukan sektor energi. Ia berpesan agar para pemimpin perempuan memandang energi bukan sekadar sektor, melainkan sebagai sebuah misi mulia untuk masa depan yang lebih baik.
Pemanfaatan energi hijau, menurut Ronald, membawa dampak positif yang luas, mulai dari lingkungan hingga sosial. Ini mendukung penghidupan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus khusus pada perempuan sebagai agen perubahan. Ronald juga berharap para pemimpin perempuan dapat membumikan manfaat energi terbarukan kepada masyarakat luas.
“Jadilah pemimpin yang memberi teladan bagi masyarakat luas, baik secara profesional maupun personal, sehingga menginspirasi orang lain untuk turut menerapkan prinsip keberlanjutan,” kata Ronald. Pernyataan ini menekankan pentingnya integritas dan kepemimpinan yang inspiratif dalam mendorong adopsi energi hijau.
Di internal perusahaan, PGE telah mengimplementasikan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten. Kesetaraan gender menjadi salah satu aspek krusial dalam penerapan ESG tersebut. Ronald mengungkapkan bahwa sekitar 12 hingga 13 persen dari total karyawan PGE adalah perempuan, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap inklusi.
Kolaborasi Internasional: WiSER dan Promosi Potensi Panas Bumi Indonesia
PGE menyambut hangat kedatangan 15 partisipan WiSER, yang dikenal sebagai WiSER pioneers, di PLTP Kamojang. Delegasi ini terdiri dari 10 peserta internasional dari berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Brazil, dan Sudan, serta 5 peserta dari Indonesia.
Bagi Ronald, kehadiran WiSER di PLTP Kamojang merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk mempromosikan potensi panas bumi (geothermal) yang melimpah ke kancah internasional. Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang signifikan, dan platform ini dapat meningkatkan visibilitasnya.
“Kami juga bisa membuktikan kepada dunia internasional, lewat program WiSER yang dijalankan oleh Masdar ini, bahwa program ESG kami juga berkelas dunia,” ujar Ronald. Ini menunjukkan bahwa PGE tidak hanya berfokus pada operasional tetapi juga pada standar keberlanjutan global.
WiSER sendiri adalah platform global yang dikelola oleh Masdar, sebuah perusahaan energi bersih terkemuka yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Tujuan utama WiSER adalah memberdayakan perempuan agar menjadi pemimpin perubahan dalam bidang keberlanjutan, lingkungan, dan energi terbarukan. Masdar juga merupakan investor strategis di PGE, dengan kepemilikan 15 persen saham, menjadikan PGE sebagai destinasi investasi panas bumi pertama bagi Masdar.
Sumber: AntaraNews