Dinas ESDM NTB Dorong Kemitraan Serbuk Gergaji untuk Petani Jamur NTB, Atasi Kelangkaan Bahan Baku
Dinas ESDM NTB memfasilitasi kemitraan rantai pasok serbuk gergaji untuk mengatasi kelangkaan bahan baku bagi Petani Jamur NTB yang terdampak program co-firing PLN.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah konkret untuk membantu para petani jamur di wilayahnya. Mereka secara aktif mendorong pembentukan kemitraan resmi dalam rantai pasok serbuk gergaji yang krusial. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk menjamin keberlangsungan aktivitas budidaya jamur yang belakangan ini sempat terganggu secara signifikan.
Langkah proaktif ini diambil menyusul keluhan serius yang disampaikan oleh para petani jamur mengenai sulitnya mendapatkan serbuk gergaji. Bahan utama media tanam ini menjadi semakin langka di pasaran dan harganya melonjak drastis. Kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari persaingan dengan kebutuhan program co-firing biomassa PLN yang sangat besar. Program ini menggunakan serbuk gergaji sebagai substitusi bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah NTB.
Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk tidak hanya sekadar mendengarkan keluhan. Pihaknya berupaya keras memastikan adanya solusi nyata dan berkelanjutan yang dapat dirasakan langsung oleh para petani. Kemitraan yang adil dan saling membutuhkan diharapkan dapat mengatasi persoalan pasokan ini secara efektif dan jangka panjang.
Tantangan Pasokan Serbuk Gergaji bagi Petani Jamur
Kelangkaan serbuk gergaji telah menjadi hambatan serius yang mengancam produksi jamur di Nusa Tenggara Barat. Para petani jamur kini menghadapi kesulitan besar dalam memperoleh bahan baku esensial ini untuk media tanam mereka. Situasi ini diperparah dengan kenaikan harga yang signifikan di pasaran lokal, membuat biaya produksi semakin tinggi. Kondisi ini secara langsung berdampak pada penurunan drastis hasil panen jamur, mengancam mata pencarian mereka.
Salah seorang petani jamur, Surmi, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam atas kondisi tersebut. "Serbuk gergaji yang dulu mudah didapat, kini langka dan harganya mahal," ujarnya dengan nada prihatin. Penurunan produksi ini tidak hanya mengancam keberlanjutan usaha para petani jamur, tetapi juga stabilitas ekonomi keluarga mereka. Mereka sangat berharap ada solusi nyata dan bukan sekadar janji dari pemerintah dan pihak terkait.
Persaingan pasokan serbuk gergaji muncul karena kebutuhan besar dari program co-firing biomassa PLN. PLN Unit Induk Wilayah NTB, dalam keterangannya, menyatakan membutuhkan sekitar 1.000 ton serbuk gergaji setiap bulan. Kebutuhan masif tersebut digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di PLTU. Kondisi ini secara otomatis menciptakan tekanan besar pada ketersediaan serbuk gergaji di pasar lokal, menggeser prioritas pasokan.
Solusi Kemitraan dan Peran Pemerintah
Dinas ESDM NTB berkomitmen penuh untuk memfasilitasi solusi atas permasalahan pasokan serbuk gergaji ini. Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, menekankan prinsip "incremental improvement" dalam pendekatan mereka terhadap masalah ini. Ini berarti melakukan perbaikan bertahap dan berkelanjutan demi menjamin keberlanjutan usaha petani jamur di seluruh wilayah. Kemitraan yang adil dan saling membutuhkan diyakini menjadi kunci utama dalam strategi penanganan masalah ini.
Meskipun PLN terikat kontrak dengan pemasok biomassa berskala besar, mereka menunjukkan keterbukaan dengan membuka peluang kemitraan bagi petani jamur. PLN secara aktif mendorong pendataan ulang petani jamur yang masih aktif serta mengidentifikasi kebutuhan spesifik mereka terhadap serbuk gergaji. Data akurat ini sangat penting untuk mengatur alokasi pasokan secara lebih efektif dan merata. Hal ini menunjukkan fleksibilitas PLN dalam mencari solusi bersama yang menguntungkan semua pihak.
Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penting bagi PLN dan para pemilik pabrik penggergajian kayu. Mereka akan bersama-sama menyusun skema distribusi yang tidak mengganggu pasokan untuk program co-firing yang sedang berjalan. Di sisi lain, skema ini juga harus secara simultan menjamin kebutuhan pokok para petani jamur terpenuhi dengan baik. Dinas ESDM NTB akan terus memfasilitasi agar kemitraan rantai pasok serbuk gergaji ini dapat berjalan lancar. Tujuannya adalah tanpa menimbulkan kesulitan baru bagi para petani jamur di Nusa Tenggara Barat, memastikan keberlangsungan usaha mereka.
Sumber: AntaraNews