Deflasi 0,07 Persen di Kota Madiun: Tahukah Anda, Harga Tomat Jadi Pemicu Utama?
Kota Madiun mengalami deflasi sebesar 0,07 persen pada Agustus 2025. Penurunan harga tomat dan cabai menjadi pemicu utama fenomena Deflasi Kota Madiun ini. Simak detailnya!
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mengumumkan kabar penting terkait kondisi ekonomi daerah. Kota Madiun tercatat mengalami deflasi sebesar 0,07 persen pada bulan Agustus 2025. Fenomena ini didorong oleh penurunan harga komoditas hortikultura.
Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa deflasi di wilayah setempat utamanya disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Penurunan harga tomat menjadi faktor paling dominan dalam menekan laju inflasi di daerah tersebut.
Data ini menunjukkan tren positif dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di Madiun. Namun, di sisi lain, beberapa komoditas lain justru menunjukkan kenaikan harga yang menahan laju deflasi secara keseluruhan.
Penurunan Harga Tomat Paling Dominan
Abdul Aziz menyebutkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan harga signifikan. Sektor ini menyumbang 0,82 persen dengan andil 0,22 persen terhadap deflasi yang terjadi di Kota Madiun.
Komoditas utama yang menjadi pemicu deflasi adalah tomat. "Komoditas yang paling berpengaruh adalah tomat dengan deflasi sangat dalam sebesar 62,47 persen dan andil 0,17 persen," ujar Abdul Aziz pada Kamis (4/9).
Selain tomat, komoditas lain yang turut memberikan andil adalah cabai rawit. Harga cabai rawit mengalami penurunan 29,05 persen dengan andil 0,12 persen. Telur ayam ras juga berkontribusi dengan penurunan 2,51 persen dan andil 0,03 persen.
Tidak hanya dari sektor pangan, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga ikut menekan inflasi. Kelompok ini turun 0,12 persen dengan andil 0,01 persen, memperkuat tren deflasi di Kota Madiun.
Komoditas Penahan Laju Deflasi
Meskipun deflasi terjadi, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga yang berfungsi sebagai penahan. Kenaikan ini membuat deflasi tidak terjadi lebih dalam dari yang seharusnya.
Biaya akademi atau perguruan tinggi menjadi salah satu penahan deflasi dengan kenaikan 4,18 persen dan andil 0,07 persen. Harga daging ayam ras juga meningkat 3,78 persen dengan andil 0,05 persen.
Selain itu, harga sepeda motor tercatat naik 1,55 persen dengan andil 0,03 persen. Kenaikan pada komoditas-komoditas ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks dan saling mempengaruhi.
Deflasi di Kota Madiun sejalan dengan tren yang terjadi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Deflasi terdalam tercatat di Kabupaten Tulungagung sebesar 0,22 persen, sementara yang paling rendah terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,04 persen.
Upaya Pemantauan Harga Pangan Strategis
BPS Kota Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memantau pergerakan harga pangan strategis di wilayahnya. Pemantauan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.
"Harapan kami, masyarakat tetap mendapatkan akses harga yang stabil," kata Abdul Aziz. Ia menambahkan bahwa data inflasi dan deflasi menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan.
Informasi ini digunakan untuk mengendalikan inflasi daerah secara efektif. Tujuannya adalah memastikan bahwa gejolak harga tidak merugikan konsumen dan produsen.
Pemantauan berkelanjutan ini diharapkan dapat memberikan gambaran akurat tentang kondisi ekonomi lokal. Ini juga membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang tepat waktu untuk menjaga keseimbangan pasar.
Sumber: AntaraNews