Catatkan Pendapatan Rp9,8 Triliun, BRI Life Raup Untung Rp760 Miliar
Total pendapatan BRI Life tersebut terpantau tumbuh 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp9,2 triliun.
PT Asuransi BRI Life (BRI Life) mencatatakan pendapatan Rp9,8 triliun sepanjang tahun 2024. Capaian ini tertulis dalam laporan keuangan Audited untuk Tahun Buku 2024 pada tanggal 30 April 2025.
Total pendapatan BRI Life tersebut terpantau tumbuh 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp9,2 triliun. Waktu bersamaan, premi bruto perusahaan juga tumbuh sebesar 14,1 persen atau senilai Rp8,9 triliun, dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp7,8 triliun.
Direktur Utama BRI Life Aris Hartanto mengatakan, kinerja positif BRI Life ditunjukan dari total Annualized Premium Equivalent (APE) tumbuh sebesar 11,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,4 triliun. Total APE pada tahun 2024 didominasi oleh pertumbuhan bisnis Bancassurance dengan BRI.
"Pertumbuhan tersebut seiring dengan improvement serta digitalisasi yang diterapkan antara BRI Life dengan para pemegang saham yaitu BRI dan FWD (sebagai strategic partner BRI). Improvement dan digitalisasi di BRI Life didorong dalam rangka penyesuaian produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan nasabah sehingga dapat menjadi kunci keberhasilan BRI Life yang tumbuh berkesinambungan," kata Aris di Jakarta, Jumat (16/5).
Sebagai bentuk komitmen BRI Life kepada nasabah dalam memberikan perlindungan yang maksimal, pembayaran klaim dan manfaat bruto di tahun 2024 meningkat 8,4 persen menjadi Rp6,0 triliun (YoY), dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,6 triliun. Klaim tersebut terutama berasal dari klaim kematian sebesar Rp2,4 triliun dan klaim surrender sebesar Rp1,5 triliun.
Adapun terkait kualitas kecepatan layanan klaim pada tahun 2024, Service Level Agreement (SLA) meningkat dari yang sebelumnya rata-rata 6 hari kerja dengan SLA 98,6 persen menjadi 4 hari kerja dengan SLA 99,2 persen. Untuk digitalisasi di sektor layanan klaim yang kami miliki, yakni MoKlaim, telah meningkatkan efektifitas layanan klaim BRI Life, khususnya di digital adoption dari 54 persen di tahun 2023 menjadi 98,4 persen di tahun 2024.
Seiring dengan kondisi makroekonomi dan pasar investasi tahun 2024 di mana IHSG memiliki kinerja yang lebih rendah dibandingkan dengan 2023 atau terkontraksi 2,65 persen. Hasil Investasi di 2024 mengalami kontraksi sebesar 14,3 persen YoY dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1,0 triliun. Penurunan ini juga terjadi di industri asuransi jiwa yang terkontraksi lebih dalam sebesar 24,8 persen.
Berkaitan dengan hal tersebut, BRI Life telah memitigasi risiko dengan melakukan pengelolaan investasi secara prudent dengan mayoritas penempatan investasi di Surat Utang Negara dan Obligasi Korporasi dengan rating minimal grade single A.
"Sehingga dengan dinamika industri asuransi jiwa dan kondisi ekonomi disepanjang tahun 2024, BRI Life berhasil mencatatkan kinerja positif dengan total asset mencapai Rp26,4 triliun atau meningkat 12,2 persen (YoY) dari Rp23,6 triliun serta laba bersih yang mencapai Rp760,4 miliar atau tumbuh 42,1 persen YoY dan juga kontribusi feebased kepada BRI sebesar Rp722,2 miliar atau tumbuh 18,2 persen YoY," katanya.
Selain itu dari sisi kesehatan BRI Life, tingkat solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) Perseroan pada tahun 2024 mencapai 434,6 persen, jauh di atas batas minimum yang dipersyaratkan OJK sebesar 120 persen.
Pacu Pertumbuhan Lewat Digitalisasi End-to-End di Produk
Dalam beberapa tahun terakhir, BRI Life telah berupaya untuk membangun digitalisasi baik dari sisi pemasaran maupun disisi layanan dan proses. Dari sisi pemasaran, selain perancangan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah (disetiap segmen, life cycle dan life style nasabah) rancangan digitalisasi juga erat dibangun oleh BRI Life seperti penerapan produk digital via aplikasi BRIMo (produk Life Care dan Acci Care) sejak tahun 2022 dan juga digitalisasi bisnis arusansi mikro via BRISPOT Mikro dan Agen Brilink yang telah terintegrasi dengan sistem internal BRI Life.
Pada tahun 2024 BRI Life melakukan transformasi customer journey yang lebih seamless pada Aplikasi BRIMO dan juga peluncuran digital landing page untuk menopang pemasaran asuransi digital secara lebih massive.
Selain itu di sisi support, BRI Life juga menerapkan digitalisasi pada proses-proses bisnis yang ada di BRI Life seperti implementasi Customer Value Management (CVM) dan Referral Management System dengan data prospensity model dalam pengoptimalan data referral dari BRI, hingga digitalisasi di sektor layanan klaim yaitu MoKlaim yang dapat meningkatkan efektivitas layanan klaim Asuransi Mikro BRI Life hingga 80 persen.
Pada tahun 2024 BRI Life juga melakukan pengembangan aplikasi MyAccess guna mengoptimalkan customer experience dalam pemberian layanan healthcare kepada nasabah Perseroan. Pelayanan Kesehatan BRI Life juga akan dikembangkan dengan adanya konsep managed care yang bekerja sama dengan BPJS, penyedia layanan Kesehatan dan regulator agar pelayanan kepada nasabah lebih komprehenshif dan efisien.