BNBR Kuasai Penuh Tol Cimanggis-Cibitung, Perkuat Ekspansi Infrastruktur Nasional
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) resmi menguasai penuh Tol Cimanggis-Cibitung melalui anak usahanya, memperkuat posisi di sektor infrastruktur dan optimalkan pendapatan grup.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menguasai penuh pengelolaan Tol Cimanggis-Cibitung. Akuisisi ini dilakukan melalui anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia (BTI). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat ekspansi infrastruktur nasional.
Pengambilalihan 100 persen saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) ini resmi dilakukan pada Jumat, 29 November. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham melibatkan BTI, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI), dan PT Waskita Toll Road (WTR) di Jakarta.
Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menyatakan akuisisi ini merupakan peluang strategis. Perseroan ingin meningkatkan kendali atas aset transportasi dan mengoptimalkan pendapatan berkelanjutan grup.
Detail Transaksi Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung
Sebelumnya, BNBR telah memiliki 10 persen saham di CCT, baik secara langsung maupun melalui BTI. Dengan adanya divestasi dari SMI dan WTR, BNBR melihat ini sebagai momentum tepat untuk mengkonsolidasikan kepemilikan penuh atas Tol Cimanggis-Cibitung.
Wakil Direktur Utama BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, menjelaskan bahwa BTI mengakuisisi 72.000.000 lembar saham CCT. Jumlah ini setara dengan 90 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam CCT.
Rincian akuisisi mencakup 44.000.000 saham CCT yang dimiliki oleh SMI atau setara dengan 55 persen, dan 28.000.000 saham CCT yang dimiliki WTR atau setara dengan 35 persen. Total nilai pengambilalihan saham ini mencapai Rp1 triliun.
Selain pembelian saham, BTI juga mengambil alih piutang SMI dan WTR kepada CCT. Piutang ini terkait pinjaman dari pemegang saham dengan total nilai Rp2,565 triliun, yang merupakan pokok dari pinjaman tersebut.
Strategi Jangka Panjang dan Manfaat Akuisisi BNBR
Anindya N. Bakrie menegaskan bahwa pertimbangan utama transaksi ini adalah untuk memperkuat posisi Grup Usaha Perseroan dalam sektor infrastruktur nasional. Hal ini sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang BNBR yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan manufaktur.
“Transaksi ini dilakukan sehubungan dengan adanya peluang strategis bagi perseroan untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan saham CCT yang saat ini dimiliki oleh SMI sebesar 55 persen dan WTR 35 persen,” kata Anindya.
Dengan memiliki 100 persen kepemilikan atas saham CCT, BNBR diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi usaha. Kontrol operasional dan strategis atas aset jalan tol tersebut juga akan meningkat signifikan.
Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung ini juga diproyeksikan akan mendorong kontribusi pendapatan yang berkelanjutan dan signifikan. Hal ini penting untuk kinerja konsolidasi Grup Usaha Perseroan di masa depan.
Pentingnya Ruas Tol Cimanggis-Cibitung bagi Konektivitas Nasional
Ruas jalan tol Cimanggis-Cibitung dinilai sangat strategis oleh Ardiansyah Bakrie. Jalan tol ini berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di ruas tol lain, khususnya Tol Jakarta-Cikampek.
“Selain itu, menjadi bagian penting dalam meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi, serta pertumbuhan kawasan industri dan ekonomi di sekitar Jabodetabek,” papar Ardi.
PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) adalah Badan Usaha Jalan Tol yang mengelola ruas sepanjang 26,184 km. Masa konsesi jalan tol ini adalah 45 tahun, yang akan berakhir pada 10 Agustus 2061.
Jalan Tol Cimanggis-Cibitung merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Ruas ini menghubungkan wilayah Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi serta terhubung dengan beberapa jalan tol utama lainnya.
Detail Operasional dan Konektivitas Tol Cimanggis-Cibitung
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Jalan Tol Cimanggis-Cibitung telah beroperasi penuh. Peresmiannya dilakukan oleh Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin pada 9 Juli 2024.
Jalan tol ini terhubung dengan Jalan Tol Trans Jawa Ruas Jakarta–Cikampek, Jalan Tol Jagorawi, dan Jalan Tol Cinere-Jagorawi. Nantinya, akan juga terhubung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan.
Tol Cimanggis-Cibitung terdiri atas dua seksi utama. Seksi 1, segmen Cimanggis–Jatikarya sepanjang 2,75 km, telah beroperasi sejak 26 Oktober 2020.
Seksi 2, segmen Jatikarya–Cibitung sepanjang 23,43 km, dibagi lagi menjadi Seksi 2A (Jatikarya–Cikeas, 3,78 km) yang beroperasi sejak 16 Juni 2023, dan Seksi 2B (Cikeas–Cibitung, 19,657 km) yang beroperasi sejak 9 Juli 2024.
Sumber: AntaraNews