Ternyata Serangga Jadi Hewan Peliharaan Favorit Masyarakat Jepang, Sampai Sediakan Makanan Khusus
Di Jepang, serangga telah menjadi hewan peliharaan yang sangat digemari,
Di Jepang, serangga telah menjadi hewan peliharaan yang sangat digemari, sebanding dengan kucing dan anjing. Tradisi ini telah ada sejak zaman Heian dan tercermin dalam karya sastra klasik seperti The Tale of Genji.
Menurut laporan dari Japan Today pada Senin, 11 Agustus 2025, hingga saat ini, serangga masih memiliki tempat yang istimewa dalam budaya Jepang, termasuk dalam manga terkenal seperti Mushishi. Masyarakat Jepang sangat mengagumi keindahan serangga, seperti kunang-kunang yang berkelap-kelip di taman pada malam hari dan suara jangkrik yang menenangkan saat berada dalam kandang kecil.
Selain menikmati keindahan dan suara serangga, orang Jepang juga menyediakan makanan khusus untuk hewan kecil ini, seperti jeli yang dapat dibeli di berbagai toko. Beberapa jenis serangga langka bahkan dijual dengan harga yang bisa mencapai 20.000 yen (sekitar Rp2,2 juta).
Hal ini menunjukkan bahwa memelihara serangga bukan sekadar hobi, melainkan juga merupakan bagian dari gaya hidup dan penghormatan terhadap alam. Hobi ini tidak hanya diminati oleh ilmuwan atau kolektor, tetapi juga oleh banyak selebriti Jepang.
Banyak selebriti dengan bangga membahas kecintaan mereka terhadap berburu serangga, mirip dengan selebriti Barat yang berbicara tentang hobi golf atau berlayar. Dengan cara ini, serangga telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari serta budaya masyarakat Jepang, yang mencerminkan kedekatan antara manusia dan alam.
Peran Serangga Sangat Penting untuk Keberlangsungan Hidup Manusia
Dalam budaya Jepang, serangga memiliki peranan yang sangat signifikan dan lebih dari sekadar makhluk kecil biasa. Mereka dianggap sebagai lambang keindahan alam dan sering muncul dalam berbagai bentuk seni, cerita rakyat, serta media populer seperti manga dan anime.
Munetoshi Maruyama, seorang profesor ilmu biolingkungan di Universitas Kyushu, menyatakan, "Mereka sangat indah dari segi bentuk dan rupa." Pernyataan ini mencerminkan betapa masyarakat Jepang menghargai keunikan serangga sebagai bagian dari identitas budaya dan estetika mereka.
Serangga memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Mereka berfungsi sebagai penyerbuk bagi tanaman, yang berkontribusi secara signifikan terhadap produksi pangan.
Selain itu, serangga juga menjadi sumber makanan bagi burung dan berbagai satwa liar lainnya. Mengingat pentingnya keberadaan serangga, manusia tidak akan mampu mempertahankan kehidupan yang berkelanjutan jika serangga mengalami kepunahan.
Selain itu, perilaku sosial serangga seperti lebah dan semut sangat menarik untuk diteliti. Mereka menunjukkan kecerdasan melalui cara berkomunikasi, mengingat rute kembali ke sarang, serta membangun jaringan terowongan yang rumit. Penelitian mengenai perilaku ini menawarkan wawasan berharga dalam bidang biologi dan ekologi.
Ajarkan Anak untuk Mencintai Serangga Sejak Usia Dini
Anak-anak di Jepang diperkenalkan kepada dunia serangga sejak usia muda melalui berbagai media, seperti buku, kelas, dan tur edukasi yang memungkinkan mereka berinteraksi secara langsung. Jaring penangkap serangga yang tersedia di toko serba ada memudahkan anak-anak untuk menjelajahi dan memahami ekosistem serangga.
Proses metamorfosis yang dialami serangga, seperti transformasi dari larva menjadi kupu-kupu, menjadi pengalaman belajar yang menarik dan nyata bagi mereka. Selain itu, serangga sosial seperti lebah dan semut menunjukkan kecerdasan yang mengesankan melalui cara mereka berkomunikasi dan membangun sarang yang kompleks.
Interaksi dengan serangga tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan ekologi. Dengan mengenal serangga secara lebih dekat, anak-anak dapat mengembangkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Acara seperti The Great Insect Exhibition di Tokyo memberikan kesempatan bagi anak-anak dan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan berbagai jenis serangga. Toyoji Suzuki, penyelenggara acara, menyatakan, "Kami ingin anak-anak merasakan emosi dan kegembiraan saat benar-benar menyentuh serangga di sini. Itu sangat positif untuk kerja otak anak."
Jangan Anggap Sepele Serangga Kecil
Serangga memiliki peran yang sangat penting sebagai dekomposer dalam ekosistem. Contohnya, kumbang kotoran, lalat bangkai, dan rayap berfungsi untuk mengurai feses, bangkai, serta kayu yang tumbang di hutan, sehingga dapat mengembalikan unsur hara ke dalam tanah.
"Bahkan dalam dunia forensik, serangga digunakan untuk menentukan waktu kematian melalui urutan datangnya lalat dan kumbang pada bangkai," ungkap pakar entomologi IPB University, Profesor Damayanti Buchori, mengutip laman IPB.
Selain itu, serangga juga berperan penting dalam siklus hidup pohon beringin yang dikenal sebagai bagian dari genus Ficus.
"Keberadaan Ficus sangat tergantung pada penyerbuknya, yaitu tabuhan kecil dari famili Agaonidae. Ada proses koevolusi yang telah terjadi ribuan tahun antara Ficus dan Agaonidae. Jika spesies tumbuhan itu punah, maka spesies Ficus yang bergantung padanya juga akan punah," katanya.
Mengingat berbagai peran serangga bagi kehidupan manusia, Damayanti mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada sisi negatif serangga.
"Jangan merendahkan hewan-hewan kecil. Serangga itu kecil tapi dampaknya luar biasa," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4370709/original/065425900_1679663444-Kinder_Info.jpg)