Sengatan Lebah Bisa Jadi Gawat! Kenali Bahayanya dan Cara Menanggulanginya
Akhir pekan lalu, seorang nenek di Bantul, DIY, meninggal dunia setelah disengat tawon yang diduga merupakan lebah hutan besar.
Kasus kematian akibat sengatan serangga kembali terjadi. Seorang nenek di Bantul, DIY dilaporkan meninggal dunia setelah diserang oleh koloni tawon gung. Namun, menurut pakar serangga dari IPB University, Prof Tri Atmowidi, kemungkinan besar sengatan tersebut bukan berasal dari tawon, melainkan dari sengatan lebah hutan besar (Apis dorsata).
Hal ini disampaikan Tri berdasarkan analisis foto yang beredar di media. Dia mengamati bahwa sarang yang terlihat memiliki ciri khas sarang lebah besar.
"Meskipun satu lebah hanya dapat menyengat sekali, jika jumlahnya puluhan, racun yang masuk ke tubuh bisa menimbulkan efek toksik serius hingga menyebabkan kematian," jelas Tri mengutip laman IPB, Jumat, (17/10).
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sengatan tawon maupun lebah tidak bisa dianggap sepele. Sengatan tawon maupun lebah dapat memicu reaksi alergi berat dan bahkan kematian, terutama pada individu yang sensitif atau yang menerima banyak sengatan sekaligus. Oleh karena itu, penting untuk mengenali langkah pertolongan pertama yang tepat agar risiko komplikasi bisa diminimalkan.
Langkah Pertama Jika Tersengat Tawon atau Lebah
Prof Tri menyatakan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan saat disengat tawon atau lebah adalah menjauh dari lokasi sarang untuk menghindari serangan lebih lanjut. Jika yang menyengat adalah lebah, segera keluarkan sengat yang tertinggal di kulit.
Selanjutnya, bersihkan area tersebut dengan air sabun, dan kompres menggunakan air dingin. Melakukan langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah infeksi lebih lanjut.
Konsumsi obat dan segera pergi ke rumah sakit jika diperlukan
Tri menjelaskan pentingnya memberikan obat antihistamin kepada korban yang tersengat lebah atau tawon.
"Minumlah obat antihistamin untuk mengurangi reaksi alergi," ujarnya.
Jika korban menunjukkan gejala seperti sesak napas atau bahkan pingsan, tindakan cepat sangat diperlukan.
"Bila korban mengalami sesak atau pingsan, segera bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," imbaunya.
Dalam situasi seperti ini, penanganan yang tepat dan cepat sangatlah krusial. Obat antihistamin dapat membantu meredakan gejala alergi yang muncul akibat sengatan, namun jika kondisi korban memburuk, seperti kesulitan bernapas atau kehilangan kesadaran, maka segera mencari bantuan medis adalah langkah yang harus diambil. Segera membawa korban ke rumah sakit akan memastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan untuk mengatasi kondisi yang lebih serius.
Jangan merusak sarang tawon atau lebah mandiri
Tri memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak mencoba mengusir sarang lebah atau tawon yang ditemukan di rumah atau dekat pemukiman secara sembarangan.
Sebaiknya, laporkan penemuan tersebut kepada pihak berwenang seperti dinas pemadam kebakaran atau ahli lebah dan tawon.
Selain itu, penting untuk tidak membuat kebisingan atau melakukan gerakan tiba-tiba di sekitar sarang.
"Jangan melakukan gerakan mendadak atau berisik di sekitar sarang karena bisa memicu serangan kawanan lebah atau tawon. Cukup beri tanda peringatan di lokasi dan menjauh dengan tenang," kata Tri.
Dengan mengikuti saran ini, diharapkan masyarakat dapat menghindari risiko yang tidak diinginkan terkait dengan keberadaan lebah atau tawon di lingkungan mereka.
Sengatan lebah atau tawon dapat menyebabkan efek yang beragam
Tri menjelaskan bahwa tawon umumnya lebih berbahaya dibandingkan lebah karena tawon dapat menyengat berkali-kali tanpa kehilangan sengatnya.
Sementara itu, lebah hanya dapat menyengat sekali karena sengatnya akan tertinggal di kulit korban.
"Venom lebah jumlahnya memang lebih banyak, namun racun tawon (terutama Vespa) memiliki daya toksik yang lebih kuat," ungkap Tri.
Baik tawon maupun lebah dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius dan bahkan berpotensi mengancam nyawa, terutama bagi individu yang sensitif atau yang menerima banyak sengatan dalam waktu singkat.
Racun lebah, yang dikenal dengan nama apitoksin, terdiri dari berbagai senyawa bioaktif seperti protein, peptida, dan amina biogenik, termasuk histamin, dopamin, melittin, dan fosfolipase.
Reaksi yang timbul akibat sengatan bisa bersifat lokal maupun sistemik. Pada reaksi lokal, gejala yang muncul meliputi nyeri, rasa panas, bengkak, dan gatal di area yang terkena sengatan.
"Sementara pada reaksi sistemik atau anafilaksis, gejalanya bisa lebih parah, seperti kemerahan pada kulit, pembengkakan di bibir dan kelopak mata, hingga kesulitan bernapas dan pingsan," jelasnya.
Jika seseorang mengalami banyak sengatan sekaligus, racun tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital seperti hati dan ginjal, yang memerlukan penanganan medis darurat.