PSSI Naturalisasi 4 Pemain Putri Asal Belanda, Ini Asal Darah Indonesia Mereka
Ini asal darah Indonesia 4 calon pemain naturalisasi Timnas Putri Indonesia.
Kabar baik datang bagi sepak bola putri Indonesia setelah Komisi X DPR RI resmi kabulkan permohonan naturalisasi 4 pemain keturunan untuk membela Timnas Putri Indonesia.
Keempat pemain yang dimaksud adalah Felicia Victoria de Zeeuw, Iris Joska de Rouw, Isa Guusje Warps, dan Emily Julia Frederica Nahon. Kepastian itu diumumkan saat Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI bersama Wamenpora Taufik Hidayat dan Ketua PSSI Erick Thohir di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senin (26/5) kemarin.
Dalam pemaparannya, Erick Thohir menyebut proses naturalisasi keempat pemain tersebut untuk target jangka pendek meliputi Kualifikasi Piala Asia Putri 2026, Piala ASEAN Putri 2025, FIFA Match Day 2025, dan SEA Games Thailand 2025.
Sedangkan untuk target jangka panjang meliputi peningkatan peringkat FIFA hingga 50 besar dunia dan 10 besar Asia, serta lolos ke putaran final Piala Asia dan Piala Dunia 2035.
Para pemain tersebut diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi sepak bola putri nasional terutama di ajang internasional. Lantas darimana asal darah Indonesia para pemain diaspora tersebut? Berikut ulasannya dikutip dari beberapa sumber.
Felicia Victoria de Zeeuw (Jakarta)
Felicia Victoria de Zeeuw adalah salah satu pemain yang dinaturalisasi. Ia berposisi sebagai gelandang serang dan bermain untuk ADO Den Haag.
Darah Indonesianya berasal dari garis keturunan sang ibu, tepatnya sang nenek yang bernama Felixia Adelle Kuhuwael yang lahir di Batavia (Jakarta) pada 22 Agustus 1940. Ibu Felicia bernama Narscha Gladys Bijkerk lahir di Enschede pada 30 Juli 1971, dan Ayahnya Victor de Zeeuw, lahir di Voorburg pada 13 Oktober 1962.
Pada Februari 2025, Felicia mendapat panggilan pertama dari PSSI. Ia mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita U-20 di Jepang. Felicia juga baru saja memulai debut di Tim Senior ADO Den Haag pada 12 Februari 2025 melawan FC Twente di Liga Belanda Wanita.
Pemain yang berposisi gelandang tengah itu diharapkan dapat menambah kreativitas di lini tengah Timnas Putri Indonesia. Apalagi pengalamannya di kasta tertinggi Liga Belanda akan sangat membantu prestasi Indonesia di ajang internasional.
Iris Joska de Rouw (Surabaya)
Iris Joska de Rouw juga menjadi bagian dari program naturalisasi ini. Ia berposisi sebagai penjaga gawang dan bermain untuk Sparta Rotterdam Vrouwen. Postur tubuhnya yang tinggi menjadi nilai tambah bagi Timnas Putri Indonesia.
Iris de Rouw lahir di Belanda pada 21 April 2005. Darah Indonesia diturunkan dari sang ibu, Brigitte Antonie van de Rouw. Neneknya diketahui lahir di Lumajang dan besar di Surabaya.
Pemain bertinggi 180cm tersebut saat ini berusia 20 tahun dan telah mencatatkan debut bersama Sparta Rotterdam Vrouwen pada Juni 2022 melawan Ajax Talents.
Kehadiran Iris Joska de Rouw diharapkan dapat memperkokoh lini pertahanan Timnas Putri Indonesia. Ia akan menjadi pesaing utama bagi penjaga gawang yang sudah ada. Kemampuannya dalam membaca permainan dan melakukan penyelamatan gemilang sangat dibutuhkan.
Isa Guusje Warps (Padang)
Isa Warps lahir di Veldhoven pada 3 Juni 2025 dan saat ini berusia 19 tahun. Isa merupakan pemain asal klub NAC Breda dengan posisi penyerang sayap kiri dan tengah.
Darah Indonesianya diturunkan dari garis sang Ayah tepatnya sang nenek yang bernama Fhilhomena Wilma Satine Rouschop yang lahir di Padang, Sumatera Barat pada 30 Desember 1949.
Ayahnya bernama Aschwin Arnoldus Jacobus Warps yang lahir di Delft pada 18 April 1971, sedangkan Ibunya bernama Irena Pauline Maria van Ballegoij yang lahir di Tilburg pada 4 Agustus 1972.
Kariernya di dunia sepakbola telah dimulai sejak usia 9 tahun tepatnya pada tahun 2014 saat bergabung dengan tim De Ball Schoppen Academy. Kemudian pada tahun 2017 ia pindah ke klub FC Eindhoven. Pada tahun 2018 ia pindah ke klub RKSV Nuenen sebelum akhirnya pindah ke klub RKC Genk Ladies pada musim 2022/2023.
Emily Julia Frederica Nahon (Bogor)
Emily Nahon lahir di Oegtgeest pada 17 Mei 2007 dan saat ini berusia 18 tahun. Saat ini ia bermain untuk tim muda ADO Den Haag dengan posisi bek tengah.
Emily memiliki darah Indonesia dari garis Ayahnya tepatnya sang nenek yang bernama Julie Andrette Margot Rancuret yang lahir di Bogor, Jawa Barat pada 29 April 1949.
Sang Ayah bernama Vincent Rudolf Nahon lahir di S-Gravenhage pada 11 Januari 1974 dan Ibunya bernama Martine Alexandra Fluitsma yang lahir di Uitgeest pada 26 Juni 1977.
Sejak usia 14 tahun ia telah bermain di tim muda ADO Den Haag. Pada musim 2023/2024 ia mendapat kesempatan promosi ke tim senior.