Pengadilan Kriminal Internasional Bantah Keluarkan Surat Penangkapan Rahasia ke 5 Pejabat Israel
Hal itu diungkapkan Juru bicara ICC, Fadi El Abdallah, dalam sebuah pernyataan kepada wartawan.
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada Minggu membantah laporan surat kabar Israel Haaretz yang mengklaim ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan baru terhadap lima pejabat politik dan militer Israel atas tuduhan kejahatan terhadap warga Palestina.
Juru bicara ICC, Fadi El Abdallah, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada wartawan bahwa laporan tersebut "tidak akurat", dan menekankan bahwa pengadilan membantah mengeluarkan surat perintah penangkapan baru "dalam situasi saat ini di Negara Palestina". Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (19/6/2026).
Sebelumnya pada Minggu, surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan, mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag telah mengeluarkan surat perintah penangkapan rahasia terhadap tiga pejabat politik Israel dan dua pejabat militer.
Surat Penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant
Sebelumnya, pengadilan yang berbasis di Den Haag itu juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Surat penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant itu dikeluarkan pada November 2024 lalu.
Korban Genosida Israel di Gaza
Dilansir Middle East Monitor, Senin (18/5/2026), tentara Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 172.000 orang dalam perang genosida yang dilakukan Israel di Gaza selama dua tahun sejak Oktober 2023.
Israel juga terus melancarkan serangan ke Gaza meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025 lalu.
Akibat pelanggaran-pelanggaran yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata itu, lebih dari 870 orang warga Palestina di Gaza wafat. Sementara 2.540 orang lainnya mengalami luka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.