Para Legenda Belanda Kumpul di Timnas Indonesia, Ini Sosoknya
Aura Belanda kini semakin kuat di struktur kepelatihan Timnas Indonesia. Tak main-main, sederet legenda Belanda hiasi skuad Garuda dengan beragam jabatan.
Tim Nasional Indonesia kini semakin kental dengan nuansa Belanda. Hal ini menyusul penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih, menggantikan Shin Tae-yong. Kedatangan pelatih berusia 48 tahun tersebut memberikan angin segar bagi tim yang dikenal dengan julukan Garuda.
Sejak era kepemimpinan Shin Tae-yong, Tim Merah-Putih banyak diperkuat oleh talenta keturunan Belanda. Para pemain tersebut tidak hanya lahir di Belanda, tetapi beberapa di antaranya juga pernah bermain untuk tim junior De Oranje.
Bukan hanya para pemain, jajaran staf pelatih Timnas Indonesia saat ini juga banyak yang memiliki pengalaman di Timnas Belanda baik pemain maupun pelatih.
Terbaru legenda Ajax Amsterdam dan Tim Oranje, Simon Tahamata ditunjuk menjadi Kepala Pemandu Bakat PSSI. Tahamata bergabung dengan sejumlah nama eks Timnas Belanda yang lebih dulu bergabung dengan tim Indonesia. Siapa di antaranya?
Patrick Kluivert
Patrick Kluivert merupakan legenda sepak bola dunia yang kini memegang kendali sebagai pelatih Timnas Indonesia. Sebelum menjadi pelatih, Kluivert pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, hingga Barcelona. Kluivert juga menjadi pemain andalan bagi Timnas Belanda selama satu dekade sejak 1994 hingga 2004.
Selama menjadi pemain, Kluivert pernah meraih sejumlah gelar juara bergengsi seperti juara Liga Champions musim 1994/1995 dan Super Cup (1994 dan 1995) bersama Ajax Amsterdam, dan LA Liga bersama Barcelona musim 1998/1999.
Di Timnas Belanda, Kluivert mencatatkan prestasi individu dengan meraih penghargaan "Golden Boot" dan "Team of the Tournament" di ajang Euro 2000. Bersama Belanda, ia mencatatkan 79 penampilan dan mencetak 40 gol sepanjang karier internasionalnya.
Simon Tahamata
Legenda Timnas Belanda yang kedua adalah sosok berdarah Indonesia, Simon Tahamata. Simon baru saja bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai Kepala Pemandu Bakat Nasional usai ditunjuk oleh PSSI.
Kariernya sebagai pesepakbola juga terbilang mentereng. Tahamata dikenal sebagai legenda Ajax Amsterdam usai penampilan impresifnya di era 1976-1980. Bersama Ajax, ia telah mencatatkan 109 penampilan dan mencetak 14 gol. Ia juga berhasil membawa Ajax menjadi juara Eredivisie musim 1976/1977, 1978/1979, dan 1979/1980 serta KNVB Cup 1978/1979.
Selain di Ajax, Tahamata juga cukup populer di Liga Belgia. Ia pernah bermain untuk klub Standard Liege (1980-1984), Beerschot 91987-1990) dan Germinal Ekeren (1990-1996).
Selain di klub, Tahamata juga memiliki penampilan yang lumayan bersama Timnas Belanda. Tahamata memulai debut di tahun 1979 kala menghadapi Argentina di ajang uji coba. Bersama De Oranje, Tahamata telah mengoleksi 22 penampilan dan mencetak 2 gol.
Jordy Cruyff
Penasihat teknis Timnas Indonesia Jordy Cruyff menjadi legenda sepak bola Belanda berikutnya yang tergabung di manajerial Timnas Indonesia. Jordi pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa seperti Barcelona (1994-1996), Manchester United (1996-2000), dan Espanyol (2003-2004).
Sosoknya mulai diperhitungkan kala tampil bersama Barcelona di tahun 1994. Ia berhasil membawa La Blaugrana menjadi juara Piala Super Spanyol di musim pertamanya. Prestasinya berlanjut saat membela Manchester United di musim 1996/1997. Ia berhasil membawa United meraih gelar Charity Shield (1996 dan 1997) serta Premier League di musim 1996/1997.
Tampil apik di klub membuat namanya dipanggil oleh Guus Hiddink ke Timnas Belanda pada tahun 1996. Selama tampil di timnas, Cryuff berhasil mencatatkan 9 penampilan dan mencetak 1 gol.
Denny Landzaat
Legenda Belanda berikutnya adalah Denny Landzaat. Pemain berdarah Maluku tersebut pernah bermain untuk Timnas Belanda di tahun 2001-2008. Sepanjang kariernya, ia pernah memperkuat beberapa klub besar Eropa seperti AZ Alkmaar (2003-2006), Wigan Athletic (2006–2008), Feyenoord (2008-2010) dan FC Twente (2010-2013).
Sosok Landzaat pernah menghiasi daftar pemain di Timnas Belanda sebagi posisi gelandang. Di Timnas, ia telah mencatatkan 38 penampilan dan mencetak 1 gol sepanjang kariernya.
Setelah pensiun, ia fokus di dunia kepelatihan. Namun ia justru lebih sering memegang jabatan sebagai asisten pelatih. Tercatat ia pernah menjadi asisten pelatih Feyenoord (2018-2019), Willem II (2021-2022), Lech Poznan (2022-2023) dan Ferencvaros (2024).
Gerald Vanenburg
Legenda Belanda kelima yang ada di Timnas Indonesia adalah Gerald Vanenburg. Sama seperti Tahamata, Gerald memiliki nama besar di klub Ajax Amsterdam. Ia pernah menjadi bagian di Ajax sejak tahun 1980-1986.
Kariernya sebagai pemain terbilang cukup baik dengan mencatatkan total 536 penampilan dan mencetak 136 gol selama membela 6 klub yang berbeda yaitu Ajax, PSV, Jubilo Iwata, Utrecht, Cannes, dan 1860 Munich.
Selain di level klub, Gerald juga memiliki karier cemerlang bersama Timnas Belanda. Ia pernah membela De Oranje sejak 1982-1992. Selama membela Belanda ia telah mencatatkan 42 penampilan dan mencetak 1 gol selama satu dekade.
Kariernya berlanjut sebagai pelatih dan pernah menukangi beberapa klub besar seperti 1860 Munich (2004), Helmond Sport (2006/2007) dan FC Eindhoven (2008). Saat ini Gerald bertugas sebagai asisten pelatih Patrick Kluivert di Timnas Indonesia sekaligus pelatih Timnas Indonesia U-23.
Regi Blinker
Legenda Belanda di Timnas Indonesia yang terakhir adalah Regi Blinker. Pemain berdarah Suriname tersebut kenyang pengalaman di kompetisi elite Belanda bersama sejumlah klub.
Tercatat Blinker pernah membela klub Feyenoord (1986–1996, Sheffield Wednesday (1996-1997), Celtic (1997–2000) dan Sparta Rotterdam (2001–2003).
Blinker pernah membela Timnas Belanda pada tahun 1993-1994. Namun kariernya tak secemerlang di klub dengan hanya mencatatkan 3 caps dan tanpa mencetak satu gol pun.