Kejutan Prabowo Usai Absen Jenderal TNI-Polri Sebut Satu Perwira Pangkat Mayor
Presiden Prabowo tampak mengabsen satu per satu jenderal TNI-Polri hingga menyebut satu sosok perwira berpangkat Mayor.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri agenda Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri Tahun 2025 yang dilangsungkan di The Tribrata, Jakarta, Kamis (30/1) lalu.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan pidato khususnya menyangkut tugas TNI-Polri di tanah air. Dia memberi pengarahan sekaligus penegasan kepada para para pejabat untuk mengingat betapa pentingnya pengorbanan kepada rakyat.
Namun sebelum berpidato, ada momen menarik yang terjadi. Presiden Prabowo tampak mengabsen satu per satu jenderal TNI-Polri hingga menyebut satu sosok perwira berpangkat Mayor. Seperti apa momennya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom, Senin (3/2).
Prabowo Buka Rapim
Presiden Prabowo menghadiri Rapim tahun 2025 dalam balutan setelan kemeja safari berwarna krem. Setibanya di lokasi, Prabowo langsung mendapat sambutan dari sejumlah Taruna Akmil yang berjejer di sepanjang jalan masuk ruangan Rapim.
Usai berbincang singkat dengan sejumlah Taruna, Prabowo lantas memasuki ruangan hingga membuka agenda dengan menyapa para pejabat tinggi di kalangan TNI-Polri.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore, salam sejahtera bagi kita sekalian. Shaloom Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan," ucapnya.
Pertama, Presiden Prabowo terdengar menyapa Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Lalu selanjutnya, Prabowo lantas tampak mengabsen para petinggi TNI yang turut hadir di lokasi.
Di antaranya yakni Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, hingga Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma.
Saat 'dipanggil', satu per satu pejabat tinggi di kalangan TNI-Polri itu langsung berdiri. Mereka tampil dengan sigap usai sang Presiden terdengar mengabsen.
"Yang saya hormati dan saya banggakan, Kepala Kepolisian RI, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta pejabat Mabes Polri, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan jajaran Mabes TNI, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak beserta pejabat Mabes TNI AD, Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono beserta pejabat Mabes TNI AU, dan Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma beserta pejabat AL," ungkap Prabowo.
Namun hal menarik justru terjadi usai Prabowo menyapa jajaran jenderal dengan pangkat berbintang. Dia juga turut menyapa satu sosok perwira yang masih berpangkat Mayor.
Sosok perwira menengah itu ialah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Seperti halnya para jenderal lainnya, Teddy yang kala itu berbalut kemeja batik tampak berdiri saat namanya dipanggil Presiden.
"Turut hadir Sekretaris Kabinet, saudara Teddy Indra Wijaya," tambah Prabowo.
"Siap," balas Teddy.
"Dan seluruh pejabat tinggi dan menengah TNI-Polri yang bertugas di dalam dan luar struktur," imbuh Prabowo.
Tekankan Pentingnya Peran TNI-Polri
Usai membuka Rapim, Presiden Prabowo lantas memberikan sejumlah pengarahan penting. Dia menekankan pentingnya TNI-Polri dalam menjaga eksistensi dan menegakkan kedaulatan negara.
"TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, wujud dari penegakan kedaulatan, wujud dari eksistensi negara. Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Keputusan-Keputusan Presiden, peraturan-peraturan pemerintah, peraturan-peraturan Presiden, dan semua produk-produk dari pemerintahan tidak ada artinya kalau tidak ditegakkan,” ucap Presiden.
Menurutnya, tentara dan polisi memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Sehingga jika kedua institusi ini gagal, maka negara pun bisa dikatakan gagal.
“Tentara dan polisi adalah bagian dari suatu negara yang memiliki suatu kekuasaan khusus. Tentara dan polisi diberi kekuasaan oleh negara untuk memegang monopoli fisik, monopoli senjata,” lanjut Presiden.
Dia menambahkan, pangkat yang kini berada di pundak para elite TNI-Polri itu merupakan amanah dan tanggung jawab besar.
“Pangkat yang saudara sandang, bintang yang saudara sandang, bintang yang ada di pundakmu, itu artinya adalah penghormatan dari rakyat. Penghormatan dari rakyat karena rakyat menyerahkan nasib keamanan mereka kepada saudara-saudara,” ucapnya.