Jebolan ITB Bongkar Rumus Fisika di Balik Proyek 'Gentengisasi', Hasilnya Bikin Geleng-Geleng Kepala
Di balik manfaat estetikanya, seorang jebolan Matematika ITB, Alfin Hijriah atau Alif (@aliftowew), memberikan analisis ilmiah yang mengejutkan.
Program renovasi atap rumah atau yang populer disebut 'Gentengisasi' yakni penggantian atap seng menjadi genteng tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat seiring pelaksanaannya yang mulai menyentuh kawasan permukiman warga.
Di balik manfaat estetikanya, seorang jebolan Matematika ITB, Alfin Hijriah atau Alif (@aliftowew), memberikan analisis ilmiah yang mengejutkan sekaligus mengundang gelak tawa warganet.
Melalui video TikTok-nya @aliftowew, Alif membedah dampak penggantian atap seng ke genteng menggunakan rumus fisika murni. Ia membuktikan bahwa 'Gentengisasi' ternyata mengubah segalanya, mulai dari privasi saat galau hingga arena pertarungan kucing.
Seng Lebih 'Aman' Buat Nangis
Alif menyoroti fitur peredaman suara menggunakan rumus Signal to Noise Ratio (SNR). Ia membandingkan suara tangisan orang dewasa (80db) dengan suara hujan.
"Kalau orang dewasa nangis itu 80db. Nah kalau hujannya kena genteng itu 50db, sedangkan kalau kena seng itu 100db," jelas Alif.
Hasil hitungan SNR-nya mencengangkan. Atap seng memiliki SNR negatif (-0,9), yang artinya suara tangisan akan tertutup berisiknya hujan. Sebaliknya, genteng memiliki SNR positif (+2).
"Artinya si seng ini bisa meredam suara tangisan kita jadi gak didengar tetangga. Tapi kalau pakai genteng, suara tangisan galaumu bakal terdengar tetangga," ungkapnya.
Arena Gelut Kucing Makin Ekstrem
Tak hanya soal suara, Alif juga menghitung Koefisien Gesek atap yang berdampak pada aktivitas kucing.
Seng memiliki koefisien gesek kecil (0,3) alias licin, sedangkan genteng jauh lebih besar (0,8) atau lebih 'kesat'. Perubahan ini menurutnya berbahaya bagi ketenangan tidur penghuni.
"Gentengisasi ini bakal meningkatkan tingkat gelut kucing. Karena (di genteng) lebih ngegrip, cengkeramannya makin mantap. Kualitas tidur kita jadi jelek karena banyak yang gelut," tambah Alif.
Hilangnya Fitur 'Sauna Gratis'
Analisis terakhir yang paling menohok adalah soal suhu dan pembakaran kalori. Alif menyebut atap seng mampu menciptakan suhu ruangan hingga 38 derajat celcius, sementara genteng hanya 28 derajat.
Panasnya atap seng ini setara dengan fitur sauna yang bisa membakar 864 kilokalori atau setara lari 10 kilometer.
"Kalau pakai genteng cuma 108 (kalori). Artinya program gentengisasi ini mengurangi 758 kilokalori yang menghilang, sayang sekali," kata Alif dengan nada jenaka.
Analisis "daging" namun kocak ini membuka mata warganet bahwa perubahan material bangunan ternyata bisa dihitung dampaknya menggunakan hukum alam, meskipun dengan kesimpulan yang di luar nalar.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie