Hasil Kerja Keras, Potret Rumah Mewah Bak Istana di Pelosok Desa Ternyata Pemiliknya Tukang Bangunan
Kerja kerasnya pun membuahkan hasil, dia mulai naik jabatan hingga menjadi pria sukses dengan rumah ‘seribu pintu’.
Perjuangan keras memang tak pernah mengkhianati hasil. Salah satu bukti nyatanya ialah seorang pria sederhana yang memiliki hunian luar biasa berikut ini.
Di salah satu sudut Jawa Barat, siapa sangka jika terdapat deretan rumah mewah yang ternyata merupakan milik dari seorang pria sukses. Bukan beruntung lantaran terlahir dari keluarga berada, dia justru memulai semua perjuangannya dari nol.
Diketahui, si pemilik rumah itu dulunya sempat bekerja menjadi kuli aduk semen. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil, dia mulai naik jabatan hingga menjadi pria sukses dengan rumah ‘seribu pintu’. Seperti apa potretnya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube CepDen, Jumat (30/1).
Pagar Mewah
Rumah tersebut milik dari pria yang akrab disapa Haji Musa. Bersama sang istri, Hajah Entin, Musa sukses menjalani kehidupannya sendiri.
Terbukti, kini keduanya bersama anak dan cucu tinggal di sebuah hunian mewah berlantai dua. Tampak dari depan, rumah tersebut tampak dikelilingi dengan pagar berhiaskan cat berwarna emas yag dipenuhi kesan mewah.
“Ini tampak dari depan. Dari luarnya saja pagarnya sudah wow, luar biasa. Berapa miliar ya,” ungkap sang pemilik video.
Menariknya, Musa dan sang istri bukan hanya memiliki satu area hunian saja. Keduanya sukses membangun rumah yang berjejer memanjang dari ujung gang ke ujung lainnya.
“Dan uniknya ini ada jembatan karena ini juga masih rumahnya. Jadi dari ujung sini sampai ujung sana itu rumahnya Ibu Hajah,” imbuhnya.
Ada Pendopo ‘Emas’
Jika melihat ke dalam rumah, para tamu bakal dihadapkan langsung dengan area pendopo khusus sebagai bangunan tanpa dinding untuk menerima kunjungan.
Di sana, ada aksen warna emas yang menambah kesan elegan nan mewah. Kursi hingga meja yang diletakkan di pendopo pun turut memiliki warna dan corak serupa dengan bangunan.
“Ini luas banget, ada pendopo juga,” ungkap sang pemilik video.
“Kadang kalau ada tamu ya di sini, atau dimana saja. Yang senangnya dimana begitu,” terang Entin, menyambut.
Ada Jembatan Unik
Selain pendopo, deretan bangunan tersebut memiliki jembatan khusus yang dipasang di antara rumah mewah Musa dengan rumah lainnya. Diketahui, rumah yang berdekatan dengan rumah utamanya itu merupakan bangunan tempat tinggal sang putri sulung.
“Jadi ini nyambung ke rumah anak saya yang pertama,” ungkap Entin.
Melihat desain hingga kelengkapan perabotan di dalam rumah keluarga Musa membuat si pemilik rumah tak henti-hentinya berdecak kagum. Meski demikian, Entin yang kala itu mendampingi si perekam video saat berkeliling rumah tampak menjawab dengan rendah hati.
“Seumur-umur saya baru pertama kali masuk rumah yang mewah begini bu,” ujar si pemilik video.
“Biasa aja a’ ini mah, di kampung,” balas Entin.
Ternyata Dulu Tukang Bangunan
Nyatanya, Musa bukan merupakan sosok pria yang berasal dari keluarga berkecukupan. Semua keberhasilannya kini diraihnya lantaran bekerja keras.
Dimulai dari bekerja sebagai kuli aduk semen, siapa sangka jika Musa lantas mencapai titik tertingginya sebagai direktur sebuah perusahaan konstruksi.
“Bapak dulu itu, Pak Haji Musa ini dari kuli ngaduk sampai jadi tukang. Terus dia jadi mandor, lalu jadi pelaksana, terus diangkatlah dari perusahaan jadi direktur,” cerita sang istri.
“Perjuangannya luar biasa ya bu,” kagum si pemilik video.
“Iya dia, panjang sekali. Karena mungkin dia jujur terus lah diangkat sampai direktur. Tapi dia itu enggak sekolah, cuma dari SD. Enggak pernah kuliah tapi pengalaman kerjanya ini luar biasa,” imbuh Entin.
Dalam keterangannya, Entin menambahkan soal kunci kesuksesan dari sang suami. Selain tekun dan bekerja keras, dia yakin jika keberhasilan bakal mengikuti mereka yang mampu bersabar, bertawakal, dan pandai bersyukur.
“Kalau pengen sukses ya intinya bersabar, tawakal, ikhtiar, bersyukur. Kalau enggak begitu, ya repot. Kalau ada rezeki sedikit ya kita cukupi, kalau ada rezeki berlebih ya harus bisa berbagi dan menyisihkan untuk masa depan kita dan anak-anak,” tandasnya.