5 Pilihan Doa Buka Puasa Lengkap dengan Teks Arab, Latin dan Artinya yang Sesuai dengan Sunnah
Rasulullah SAW menyatakan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak.
Doa saat berbuka puasa menjadi saat yang sangat dinantikan oleh setiap Muslim ketika azan Maghrib mulai berkumandang. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari, waktu berbuka adalah momen penuh rasa syukur dan harapan. Ini bukan hanya sekadar aktivitas makan dan minum, melainkan juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah SAW menyatakan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak. Oleh karena itu, membaca doa buka puasa bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan.
Dalam kesempatan ini, dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.
Selain itu, tradisi berbuka puasa atau iftar juga memiliki makna sosial yang sangat mendalam. Bahkan, UNESCO telah mengakui tradisi iftar sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda karena mampu mempererat solidaritas dan kebersamaan di kalangan umat Muslim di seluruh dunia.
Seperti yang diungkapkan, momen berbuka puasa ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang kebersamaan dan saling berbagi, yang semakin memperkuat ikatan antar sesama umat Muslim.
Berdoalah dengan Penuh Keyakinan
1."Dzahabazh Zhama'u" (HR. Abu Daud)
Dari Ibnu Umar r.a., terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika berbuka puasa membaca:
Latin: Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah. Artinya: "Dahaga telah hilang, tenggorokan telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah." (HR. Abu Daud no. 2010).
Doa ini merupakan salah satu yang paling sahih dan umum dipraktikkan. Dengan doa ini, kita mengungkapkan rasa syukur atas nikmat berbuka serta keyakinan akan pahala dari Allah SWT.
2. Doa: Allahumma Laka Shumtu (HR. Abu Daud)
Dalam riwayat dari Mu'adz bin Zahrah, disampaikan bahwa Rasulullah SAW membaca:
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'alaa rizqika afthartu. Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." (HR. Abu Daud no. 2011). Doa berbuka puasa ini menekankan niat yang tulus bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah, dan berbuka pun dengan rezeki yang diberikan oleh-Nya.
Doa dengan Tambahan: Bi Rahmatika Ya Arhamar Rahimin
Di kalangan masyarakat Indonesia, kalimat doa yang dibacakan sebelum berbuka puasa seringkali ditambahkan dengan ungkapan berikut: Arab:
Latin: Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa 'alaa rizqika afthartu bi rahmatika yaa arhamar raahimiin. Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka, wahai Dzat Yang Maha Pengasih." Para ulama, termasuk Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, menjelaskan bahwa doa tidak harus terikat pada satu bentuk atau redaksi tertentu, asalkan maknanya baik dan sesuai dengan syariat Islam.
4. Doa: Alhamdulillahilladzi A'aananii (HR. Ibnu Sunni)
Dalam riwayat Ibnu Sunni, terdapat doa yang berbunyi: Arab:
Latin: Alhamdulillahilladzi a'aananii fashamtu wa razaqanii faafthartu. Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka." Doa ini menggarisbawahi pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT atas pertolongan-Nya dalam melaksanakan ibadah puasa.
Doa untuk Memohon Ampunan (HR. Ibnu Majah & Ibnu Sunni)
Riwayat dari Ibnu Umar r.a. menyebutkan doa: Arab:
Latin: Allahumma inni as'aluka bi rahmatikal lati wasi'at kulla syai'in an taghfira lii. Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku." (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni) Doa ini sangat baik dibaca karena mengandung permohonan ampun, sementara Ramadan adalah bulan penuh maghfirah.
Keutamaan Berdoa Saat Berbuka Puasa
Berbuka puasa bukan hanya sekadar menghilangkan lapar dan dahaga setelah seharian menahan diri, tetapi juga merupakan waktu yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Dalam momen ini, terdapat keberkahan dan diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa.
Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi no. 2449, Rasulullah SAW bersabda: "Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang terzalimi..."
Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berpuasa memiliki keistimewaan, terutama saat berbuka, di mana doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Selain berdoa, Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk tentang cara berbuka puasa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Imam Tirmidzi, beliau menganjurkan agar berbuka dengan kurma. Jika tidak tersedia, maka disarankan berbuka dengan air putih sebagai alternatif yang baik.
Makna Spiritual dan Sosial Berbuka Puasa
Berbuka puasa (iftar) bukan hanya sekadar makan setelah menahan lapar selama 12 hingga 15 jam, tetapi juga merupakan momentum spiritual yang penting.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu." (HR. Tirmidzi) Oleh karena itu, doa buka puasa sering dibaca dalam suasana kebersamaan, baik di rumah, masjid, maupun dalam acara sosial lainnya.
Tradisi ini memperkuat nilai solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan dalam Islam.
FAQ Seputar Buka Puasa
1. Kapan waktu membaca doa buka puasa?
Doa sebaiknya dibaca tepat saat berbuka, yaitu ketika matahari terbenam dan azan Maghrib berkumandang.
2. Apakah harus membaca semua doa sekaligus?
Tidak perlu. Cukup pilih satu doa yang paling mudah dihafal dan diamalkan.
3. Apakah doa tambahan yang tidak ada di hadis boleh dibaca?
Boleh, selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
4. Apa sunnah Rasul saat berbuka?
Disunahkan untuk berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, maka boleh dengan air putih, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis sahih.
5. Apakah doa orang berpuasa pasti dikabulkan?
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang berpuasa saat berbuka tidak tertolak, namun pengabulannya tergantung pada hikmah Allah SWT.