5 Doa Mustajab untuk Perlindungan dari Orang Jahat, Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa perlindungan dari orang-orang jahat sangat penting sebagai upaya spiritual untuk melindungi diri dari berbagai keburukan dan niat buruk.
Kehidupan manusia di dunia ini senantiasa dihadapkan pada berbagai tantangan serta potensi kejahatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Salah satu usaha spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah dengan secara rutin memanjatkan doa untuk perlindungan dari orang-orang yang berniat jahat.
Kekuatan doa ini juga ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Mukmin (Surah Ghafir) ayat 60, di mana Allah berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."
Dalam buku Doa Ajaran Ilahi, Anis Masykhur dan Jejen Musfah (2008) menekankan pentingnya doa sebagai sarana untuk menyampaikan keinginan kepada Allah SWT, baik untuk memperoleh manfaat maupun untuk menolak segala bentuk kemudaratan. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan doa perlindungan dari orang jahat sangatlah relevan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini adalah ulasan lengkapnya yang kami ambil dari berbagai sumber, Rabu (13/08/2025).
Doa untuk Perlindungan dari Orang-orang yang Berniat Jahat (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Salah satu doa yang secara khusus meminta perlindungan dari keburukan dan orang-orang jahat adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan At Tirmidzi. Doa ini berisi permohonan agar kita tidak tersesat atau disesatkan, tidak tergelincir atau digelincirkan, tidak menganiaya atau dianiaya, serta tidak berbuat bodoh atau dibodohi. Berikut adalah bacaan doa tersebut:
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
Bacaan latin: "Allahumma inni a-'udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain." (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi).
Doa ini sangat penting untuk diucapkan setiap hari sebagai perlindungan diri dari berbagai ancaman kejahatan yang mungkin datang, baik dari dalam diri kita sendiri maupun dari orang lain. Dengan melafalkan doa ini, seorang Muslim menempatkan sepenuhnya perlindungan dirinya kepada Allah SWT, berharap agar dijauhkan dari segala bentuk keburukan dan kejahatan yang mengancam keselamatan dan keimanannya.
Doa Perlindungan Lainnya dari Al-Qur'an dan Hadits
Selain doa khusus yang telah disebutkan, terdapat berbagai doa lain yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan Hadits untuk memohon perlindungan dari berbagai bentuk keburukan. Keburukan tersebut dapat berasal dari orang-orang jahat, takdir buruk, atau bencana. Doa-doa ini mencerminkan ketergantungan seorang Muslim kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupannya. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan Allah mencakup segala hal yang dibutuhkan oleh umat-Nya.
- Doa Mohon Perlindungan dari Takdir BurukDoa ini ditujukan untuk memohon perlindungan dari berbagai kesulitan, seperti bencana, kehinaan, keburukan takdir, serta kegembiraan musuh.
- Arab: .اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.
- Bacaan latin: "Allahumma innii a-'uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakishy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a'daa-i."
- Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha' (takdir), dan kegembiraan para musuh." (HR Bukhari dan Muslim).
- Doa Keselamatan Dunia AkhiratDoa ini merupakan permohonan yang bersifat umum untuk meminta kebaikan di dunia dan akhirat, serta perlindungan dari siksa neraka.
- Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
- Bacaan latin: "Rabbana atina fiddunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan waqina 'adzaban nar."
- Artinya: "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka."
- Doa Keselamatan dari Bencana (Tolak Bala)Doa ini meminta agar dijauhkan dari berbagai malapetaka, bencana, kemungkaran, dan peperangan.
- Arab: اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَباَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
- Bacaan latin: "Allaahummadfa' 'annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina 'aammatan. Innaka 'alaa kulli syai'in qadiir."
- Artinya: "Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, serta sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi dalam negara kami dan dalam negara kaum muslimin secara umum. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu."
- Doa Mohon Perlindungan dari Fitnah dan Orang Jahat (QS. Yunus: 85-86)Doa ini memohon agar tidak dijadikan sasaran fitnah bagi kaum yang zalim dan agar diselamatkan dari tipu daya orang-orang kafir.
- Arab: فَقَالُوۡا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلۡنَا ۚ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةً لِّـلۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَۙ ٨٥ وَنَجِّنَا بِرَحۡمَتِكَ مِنَ الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ ٨٦
- Bacaan latin: "Rabbana laa taj'alna fitnatan liqaumi dholimiin. Wa najjinaa bi rokhmatika minal qaumil kafiriin."
- Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang-orang yang kafir." (QS. Yunus: 85-86).
Kejahatan Dalam Islam
Dalam perspektif Islam, kejahatan diartikan sebagai segala tindakan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT. Kejahatan dipandang sebagai salah satu potensi perilaku manusia yang menjadi ujian bagi setiap individu di dunia.
Al-Qur'an menggunakan beragam istilah untuk menggambarkan berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan manusia, yang umumnya menunjukkan adanya penyimpangan dari kondisi yang seharusnya.
Mengacu pada Jurnal Hukum Diktum, Muzdalifah Muhammadun (2011) mengemukakan bahwa ontologi kejahatan adalah pemanfaatan salah satu potensi yang diberikan oleh Allah SWT di luar batasan yang telah ditetapkan-Nya.
Beberapa istilah yang terkait dengan kejahatan dalam Al-Qur'an antara lain:
- Al-Fasad (Kerusakan): Tindakan yang mengakibatkan kerusakan, baik pada lingkungan maupun tatanan sosial.
- Al-Fusuq (Kefasikan): Tindakan yang melanggar ketaatan kepada Allah, termasuk kemaksiatan dan pengabaian terhadap perintah-Nya.
- Al-Isyan (Kedurhakaan): Meliputi baik dosa besar maupun kecil, menunjukkan ketidakpatuhan terhadap larangan Tuhan.
- Al-Itsm (Dosa/Kejahatan): Menggambarkan perbuatan dosa, seperti pembunuhan.
- Al-Zulm (Kezaliman): Berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, mulai dari hal-hal kecil hingga kemusyrikan.
- Al-Fahisyah (Perbuatan Keji): Meliputi semua bentuk penyimpangan seksual serta perilaku tidak senonoh lainnya.
- Al-Munkar (Kemungkaran): Segala sesuatu yang dianggap buruk oleh syariat, diharamkan, dan tidak disukai.
- Al-Baghya (Permusuhan/Pelanggaran Hak): Mencakup pelanggaran hak dalam interaksi sosial, seperti perampokan atau pencurian.
- Al-Batil (Kebatilan): Sering digunakan dalam konteks kejahatan ekonomi, seperti penyalahgunaan harta orang lain.
- Al-Makr (Tipu Daya/Makar): Menggambarkan kejahatan yang terorganisir untuk menghalangi dakwah atau menipu masyarakat.
- Al-Jarimah (Kejahatan Pidana): Istilah umum untuk tindakan kejahatan, seringkali merujuk pada individu yang melakukan kejahatan yang berujung pada kekafiran.
Secara ontologis, kejahatan merupakan penggunaan potensi yang diberikan oleh Allah SWT di luar batasan yang telah ditentukan. Dalam Al-Qur'an, bentuk kejahatan mencakup kejahatan terhadap Tuhan, lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, pribadi, dan komunitas.
Memahami konsep-konsep ini sangat penting bagi seorang Muslim untuk lebih waspada dan senantiasa memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan yang ada.
Sumber Kejahatan Dapat Dipahami Melalui Sudut Pandang Psikologi Islam
Dalam perspektif psikologi Islam, pandangan mengenai sumber kejahatan memiliki kesamaan dengan psikologi umum, tetapi dijelaskan melalui konsep Nafs (jiwa) dan dimensi manusia. Manusia diartikan sebagai makhluk yang merupakan gabungan antara jasad (material) dan jiwa (immaterial), yang memerlukan ruh untuk menerapkan sifat dinamisnya.
Mengutip dari Mawa'izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, Wahyu Kurniawan dan Siti Hapsoh (2019) menyatakan bahwa kejahatan dapat dipahami secara eksplisit melalui Nafs Hewani. Al-Ghazali mengelompokkan dimensi kejiwaan manusia menjadi empat kategori:
- Dimensi Ragawi (hakikat unsur fisik),
- Dimensi Nabati (fungsi pertumbuhan),
- Dimensi Hewani (motivasi atau persepsi), dan
- Dimensi Insani (pelibatan akal).
Pada dimensi hewani, terdapat dua kekuatan utama, yaitu Daya Pendorong (Quwa Muharrika) yang mencakup dorongan sensual (libido seksual) dan dorongan kemarahan (agresi).
Tindakan destruktif, seperti pembunuhan atau bunuh diri, serta sifat egois dan tamak, merupakan manifestasi ekstrem dari ekspresi Nafs Hewani ini. Al-Ghazali juga mengklasifikasikan Nafs manusia ke dalam tiga tingkatan yang dapat menjelaskan potensi kejahatan:
- Nafsu Ammarah: Nafsu yang cenderung merusak, terikat pada keburukan, dan perintah yang tidak baik. Ini adalah tingkatan Nafs terendah yang paling mungkin mendorong kejahatan.
- Nafsu Lawwamah: Nafsu yang berusaha berbuat baik, tetapi masih merasa menyesal atas kesalahan yang dilakukan. Tingkatan ini berada di antara kebaikan dan keburukan.
- Nafsu Mutmainah: Nafsu yang mencintai jiwa yang suci, lembut, dan tenang, serta cenderung melakukan kebajikan.
Konsep daya pendorong dari dimensi hewani ini sejalan dengan konsep Id dalam teori psikoanalisa Freud, yang melambangkan nafsu irasional dan dorongan dalam kehidupan. Oleh karena itu, pengendalian Nafsu Ammarah menjadi sangat penting untuk mencegah perbuatan jahat yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Berdoa dan Menjaga Adab Merupakan Hal yang Sangat Penting Dalam Ajaran Islam
Doa memiliki peranan yang sangat krusial dalam kehidupan seorang Muslim. Selain berfungsi sebagai sarana untuk meminta, doa juga merupakan bentuk ibadah, pengakuan akan kebesaran Allah, serta wujud ketergantungan total kepada-Nya. Berdoa menjadi cara bagi umat Islam untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, di mana mereka dapat mempersembahkan keinginan, kekhawatiran, rasa syukur, dan pengakuan dosa.
Melansir dari RRI, keutamaan dan makna berdoa dalam Islam sebagai bentuk koneksi spiritual yang mendalam sangatlah ditekankan. Ada beberapa alasan mengapa doa sangat penting bagi umat Islam:
- Pintu Komunikasi dengan Allah: Doa merupakan sarana utama untuk berinteraksi dengan Sang Pencipta.
- Bukti Kekuatan dan Kelemahan Manusia: Melalui doa, manusia mengakui ketergantungan sepenuhnya pada Allah SWT.
- Penghilang Kesusahan dan Penyembuh Penyakit Hati: Doa dapat membantu mengatasi berbagai kesulitan dan membersihkan jiwa.
- Mengubah Takdir: Dalam sebuah hadis disebutkan, "Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa."
- Senjata Seorang Mukmin: Doa dianggap sebagai senjata bagi umat Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan dan musibah.
Adab (etika) dalam berdoa juga sangat dianjurkan agar doa lebih mustajab dan diterima oleh Allah SWT. Beberapa adab berdoa yang baik meliputi: niat yang ikhlas, memuji Allah dan bersalawat kepada Nabi, mengangkat tangan, menghadap kiblat, bersungguh-sungguh dan yakin, merendahkan suara, mengulang doa, berwudu, serta tidak meminta hal yang buruk. Mengamalkan adab ini akan meningkatkan kualitas doa kita.
Daftar Sumber
- Kurniawan, Wahyu, & Hapsoh, Siti. (2019). Sumber Kejahatan dalam Perspektif Psikologi Islam. Mawa’izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan.
- Muhammadun, Muzdalifah. (2011). KONSEP KEJAHATAN DALAM AL-QURAN (Perspektif Tafsir Maudhu’i). Jurnal Hukum Diktum.
- RRI.
- Doa Ajaran Ilahi oleh Anis Masykhur dan Jejen Musfah (2008)
- https://www.liputan6.com/quran/gafir
Yang Sering Ditanyakan
1. Apa yang dimaksud dengan doa perlindungan dari orang jahat?
Doa perlindungan adalah permohonan kepada Allah SWT untuk dijauhkan dari segala bentuk keburukan, termasuk tipu daya dan niat jahat yang dilakukan oleh manusia maupun makhluk lainnya. Dalam konteks ini, doa menjadi sarana untuk meminta perlindungan dari segala ancaman yang dapat merugikan diri kita.
2. Apa dalil yang mendasari anjuran untuk berdoa memohon perlindungan?
Beberapa dalil yang mendorong umat Islam untuk berdoa memohon perlindungan dapat ditemukan dalam Al-Qur'an, seperti QS. Ali Imran: 173 dan QS. Al-Mukmin: 60. Kedua ayat tersebut menegaskan bahwa Allah adalah pelindung yang terbaik dan juga menjawab doa-doa hamba-Nya.
3. Apa contoh doa perlindungan dari orang jahat yang terdapat dalam hadis?
Salah satu contoh doa perlindungan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi adalah: "Allahumma inni a'udzu bika an adhilla aw udholla..." yang berarti memohon agar kita dijauhkan dari kesesatan, tergelincir, teraniaya, dan ditipu. Doa ini mencerminkan pentingnya meminta perlindungan dari segala keburukan yang mungkin menimpa kita.
4. Adakah doa perlindungan lain yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis?
Tentu saja, terdapat berbagai doa perlindungan lainnya, seperti doa untuk menolak bala, doa keselamatan di dunia dan akhirat, serta doa yang terdapat dalam QS. Yunus: 85-86 yang ditujukan untuk terhindar dari fitnah yang dilakukan oleh kaum zalim. Berbagai doa ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Bagaimana pandangan Islam terhadap kejahatan?
Dalam Islam, kejahatan dipandang sebagai tindakan yang bertentangan dengan perintah Allah. Tindakan ini mencakup berbagai bentuk kerusakan, kezaliman, kemungkaran, permusuhan, dan tipu daya yang merugikan orang lain. Oleh karena itu, umat Islam diajarkan untuk menjauhi segala bentuk kejahatan dan berusaha untuk berbuat kebaikan.
6. Menurut psikologi Islam, apa yang menjadi sumber kejahatan?
Salah satu sumber kejahatan, menurut psikologi Islam, adalah Nafsu Ammarah, yaitu dorongan jiwa yang cenderung kepada keburukan dan perintah yang tidak baik. Nafsu ini dapat mengarahkan seseorang untuk melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain, sehingga penting untuk mengendalikannya.
7. Apa saja adab berdoa agar doa kita menjadi mustajab?
Beberapa adab yang perlu diperhatikan saat berdoa agar doa kita diterima adalah berdoa dengan ikhlas, memuji Allah, bersalawat, menghadap kiblat, mengangkat tangan, bersungguh-sungguh, merendahkan suara, berwudu, dan tidak meminta hal-hal yang buruk. Dengan memperhatikan adab-adab ini, diharapkan doa kita dapat lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.