4 Pemain Keturunan yang Dibikin Gaduh PSSI, Ada yang Nyesel Main di Timnas
PSSI pernah berseteru dengan para pemain keturunan. PSSI disebut pernah membuat di antaranya kecewa dan menolak memperkuat Timnas Indonesia lagi.
Proses naturalisasi pemain keturunan memang menawarkan potensi peningkatan kualitas timnas. Pemain-pemain tersebut diharapkan dapat memperkuat lini tertentu dan membawa pengalaman internasional yang berharga. Namun, di sisi lain, proses ini juga menyimpan potensi risiko yang perlu dipertimbangkan dengan cermat.
PSSI sejauh ini telah banyak memanggil pemain keturunan untuk membela Timnas Indonesia. Beberapa dari mereka datang dari berbagai negara dan bermain di kompetisi elite di penjuru dunia.
Proses yang rumit terkadang membuat PSSI harus berupaya keras melakukan segalanya guna mendapatkan kesepakatan dengan sang pemain. Namun di balik hal tersebut, PSSI juga sering membuat blunder yang mengakibatkan para pemain merasa kecewa hingga tak lagi mau bermain untuk Indonesia.
Beberapa nama pemain keturunan pernah terlibat masalah dengan PSSI dengan berbagai sebab. Bahkan, salah seorang pemain yang dimaksud sampai memutuskan untuk batal melakukan proses naturalisasi usai merasa kecewa dengan PSSI. Siapa saja pemain yang dimaksud?
Joey Suk
Nama Joey Suk pernah masuk radar PSSI pada tahun 2011 lalu bersama Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran. Pemain yang pernah bersinar di Liga Kroasia bersama HNK Gorica tersebut batal menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) meski prosesnya sudah terlampau jauh.
Pembatalan ini terjadi karena Joey Suk tidak hadir dalam proses pengambilan sumpah WNI yang telah dijadwalkan. Meskipun telah melewati berbagai tahapan naturalisasi dan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberian kewarganegaraannya telah diterbitkan, ia tidak hadir tanpa alasan yang jelas.
Pemerintah Indonesia juga telah memberikan kesempatan tambahan waktu selama tiga bulan bagi Joey Suk untuk menyelesaikan sumpahnya, namun ia tetap tidak memenuhinya. Alhasil Keppres mengenai pemberian kewarganegaraannya dinyatakan batal, dan Joey Suk gagal menjadi bagian dari Timnas Indonesia.
Belakangan muncul kabar alasan Joey Suk berubah pikiran menjadi WNI. Carut marut di tubuh PSSI pada tahun tersebut hingga isu dualisme kepengurusan membuat Joey Suk memilih mangkir dari sumpah.
Isu tersebut bahkan kembali muncul belakangan ini. Namun salah seorang pengurus PSSI kala itu, Iman Arif membantah kabar adanya masalah PSSI dan Joey Suk.
Elkan Baggott
Konflik antara PSSI dan pemain juga pernah melibatkan pemain berdarah Inggris, Elkan Baggott. Bek jangkung asal klub Blackpool tersebut sempat beberapa kali menjadi sorotan terkait hubungannya dengan PSSI, terutama di era kepelatihan Shin Tae-yong.
Masalah bermula saat Elkan Baggott beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemusatan latihan atau pertandingan Timnas Indonesia. Salah satu yang paling mencolok adalah ketidakhadirannya saat playoff Olimpiade 2024 melawan Guinea U-23.
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, beberapa kali menunjukkan kekecewaannya terhadap sikap Elkan Baggott. Ia bahkan sempat meminta media untuk menanyakan langsung kepada sang pemain mengenai alasannya tidak bergabung timnas. Shin Tae-yong juga pernah menyatakan bahwa membela timnas seharusnya menjadi tanggung jawab dan pemain tidak boleh mengecewakan masyarakat.
Selain itu, diduga ada masalah komunikasi antara Elkan Baggott, klubnya, dan PSSI mengenai pemanggilan timnas. Ketidakjelasan informasi atau respons yang lambat disinyalir menjadi salah satu penyebab ketidakhadiran Elkan. Keretakan hubungan antara PSSI dan Elkan Baggott semakin menguat usai pemain berusia 22 tahun tersebut menghapus tag akun PSSI di bio Instagram pribadinya.
PSSI melalui Exco-nya, Vivin Cahyani, pernah menyatakan bahwa tidak ada masalah signifikan antara Shin Tae-yong dan Elkan Baggott. PSSI juga menyerahkan keputusan pemanggilan pemain sepenuhnya kepada pelatih. Ketua BTN (Badan Tim Nasional) Sumardji juga enggan berkomentar banyak dan meminta media bertanya langsung kepada Elkan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga pernah angkat bicara mengenai situasi Elkan Baggott. Ia meminta masyarakat untuk tidak menghakimi sang pemain dan memahami bahwa prioritas pemain bisa saja berada di klub. Erick juga menyatakan pintu timnas masih terbuka untuk Elkan jika sang pemain menunjukkan komitmen.
Meskipun tidak bisa disebut sebagai "konflik" terbuka yang besar, serangkaian kejadian di atas menunjukkan adanya dinamika yang kurang harmonis antara Elkan Baggott dan PSSI dalam beberapa waktu terakhir. Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada komunikasi antara pemain, PSSI, dan tim pelatih ke depannya.
Welber Halim Jardim
PSSI pernah membuat gaduh saat diduga tidak merespons permintaan Lielyana Halim, ibunda bek Timnas Indonesia U-20 Welber Halim Jardim terkait kewarganegaraanya.
Lielyana lewat status di akun Instagram pribadinya @lielyana pada Jumat 21 Juni 2024 mengatakan bahwa ia ingin bertemu langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan jajarannya.
"Yang terhormat Ketua PSSI, Bapak Erick Thohir atau perwakilan dari beliau juga bisa menghubungi saya," tulis Lielyana Halim.
Secara tidak langsung ia mengaku kesulitan menghubungi PSSI untuk menyelesaikan polemik yang dialami putranya dengan pihak federasi.
"Saya mau berbicara masalah anak saya, Welber Jardim. Terima kasih. Maaf sebelumnya melalui media sosial karena agak sulit bicara dengan PSSI," jelasnya
Belakangan muncul kabar Lielyana ingin meminta kepastian PSSI dan Timnas Indonesia U-20 terkait posisi Welber. Spekulasi terkait duduk perkara Welber Jardim telah merebak di media sosial. Dugaan netizen mulai dari kewarganegaraan Welber Jardim, dirundung di Timnas Indonesia U-20, hingga dilirik Timnas Brasil level usia.
Namun tak lama setelah unggahan tersebut beredar, Lielyana langsung mengklarifikasi dan menyebut masalah dengan PSSI telah selesaI.
"Terima kasih semua yang sudah membantu saya. Akhirnya saya sudah clear. Tolong jangan membuat opini-opini dan berita yang tidak benar," ungkap Lielyana Halim.
"Mari kita doakan semoga Timnas Indonesia makin sukses dan jaya," tutur istri dari mantan pemain asing Liga Indonesia, Elisangelo Jardim de Jesus, itu.
Djenna De Jong
Calon pemain naturalisasi Timnas Putri, Djenna de Jong mendadak viral usai postingannya di akun media sosial pribadinya terkait kabar adanya tindakan buruk dari PSSI ramai disorot. Pesepak bola wanita kelahiran Belanda pada tanggal 14 September 2005 tersebut mengaku mendapat perlakuan buruk dari salah seorang pengurus PSSI.
Dalam unggahannya, Djenna menyatakan bahwa ia mengalami beberapa hal yang sangat tidak profesional, meskipun ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai kejadian tersebut.
Pada tahun 2023, Djenna de Jong dipanggil untuk menjalani trial bersama Tim Nasional (Timnas) Putri Indonesia. Namun, pada 23 April 2025, Djenna melalui akun Instagram pribadinya mengumumkan bahwa ia tidak lagi bersedia untuk membela Timnas Indonesia. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan matang-matang harga dirinya sebagai individu dan pemain.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menanggapi hal ini dengan menjelaskan bahwa Djenna de Jong tidak masuk dalam rekomendasi pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, untuk dinaturalisasi. Menurut Arya, semua pemain yang akan diproses naturalisasinya harus mendapatkan rekomendasi dari pelatih dengan pertimbangan tertentu.