3 Kelemahan Timnas Jepang yang Berhasil Dijebol Lawan, Indonesia Wajib Manfaatkan!
Timnas Indonesia memiliki peluang mencuri poin dari Jepang dengan memanfaatkan beberapa kelemahan mereka.
Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang di matchday 10 Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Selasa (10/6) pukul 17.35 WIB di Suita City Stadium, Osaka, Jepang.
Jepang kali ini tampil tanpa kekuatan penuhnya usai pelatih Hajime Moriyashu lebih memilih beberapa pemain lapisnya.
Meski dipercaya tak akan berpengaruh banyak, namun Jepang tetap memiliki beberapa kelemahan yang sangat bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mencetak gol.
Sepanjang Kualifikasi Piala Dunia, Jepang hanya mampu dibobol tiga kali oleh China (1 gol), Australia (1 gol), dan gol bunuh diri.
Meski tampil luar biasa, Jepang tetap memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia. Terbukti dari pertandingan melawan Australia minggu lalu, ada beberapa lubang yang berhasil dimanfaatkan Socceroos untuk membobol gawang Jepang.
Selain itu ada beberapa kelemahan lain yang tak pernah hilang dari permainan Jepang sejauh ini. Apa saja? Simak analisisnya berikut ini.
Tempo Permainan Lambat
Dominasi permainan Timnas Jepang nyatanya tak sepenuhnya berjalan efektif. Apalagi mereka sering menghadapi lawan yang memakai strategi bertahan penuh.
Winger andalan mereka, Takefusa Kubo mengeluhkan lemahnya strategi serangan Jepang yang terbilang tak efektif meski menguasai jalannya pertandingan.
Kubo mengatakan jika Jepang selalu kesulitan menembus pertahanan karena lambannya serangan dan strategi yang terlalu monoton. Berkaca dari laga menghadapi Australia, Jepang justru terbawa ritme permainan Australia yang cenderung bertahan.
“Sejujurnya, kami memulai babak kedua dengan lamban. Meskipun kami menguasai bola, lawan bertahan dan tidak banyak menekan kami, mungkin karena memang sudah dirancang demikian,” ucap Kubo dalam laman JFA.
Kubo juga mengeluhkan para pemain Jepang yang selalu bermain melebar dan tidak pernah mencoba serangan lewat tengah.
“Saya pikir kami perlu memaksakan diri melewati tengah, meskipun itu berarti mengambil risiko," lanjutnya.
Sulit Tembus Pertahanan Lawan
Sama seperti Kubo, Daichi Kamada juga mengeluhkan minimnya peluang yang diciptakan oleh para pemain Jepang meski tampil dominan sepanjang laga.
Dari laga menghadapi Australia, Jepang hanya menciptakan sedikit peluang dan selalu kesulitan menembus pertahanan lawan.
Ia bahkan menyebut para pemain Jepang mudah frustrasi jika menghadapi lawan yang memainkan strategi bertahan penuh.
“Sulit untuk menciptakan banyak peluang dalam serangan, tetapi saya pikir kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Itulah mengapa sangat membuat frustrasi untuk kebobolan pada akhir pertandingan,” lanjutnya.
Kamada berharap, timnya bisa meningkatkan kualitas permainannya pada final third alias sepertiga akhir.
“Saya yakin setiap pemain menunjukkan kemampuan mereka, terutama dalam hal kekuatan kami dalam situasi satu lawan satu dan kemampuan kami untuk melepaskan diri dari lawan,” kata mantan pemain SS Lazio tersebut.
Garis Pertahanan Terlalu Tinggi
Pelatih Hajime Moriyasu sering memakai skema tiga pemain belakang dan menumpuk gelandang di tengah. Tak jarang para pemain belakang mereka maju untuk mengisi kekosongan lini tengah.
Namun hal tersebut tak jarang menjadi bumerang bagi lini belakang Jepang terlebih saat mendapat serangan balik.
Dominasi permainan mereka tak jarang membuat garis pertahanan yang tinggi sehingga akan kerepotan menghadapi serangan balik melawan para pemain lincah.
Berkaca dari pertemuan pertama dengan Timnas Indonesia, beberapa peluang Indonesia dilakukan dari skema serangan balik cepat yang dilakukan oleh Yakob Sayuri dan Ragnar Oratmangoen.
Kondisi ini tentu dapat dimanfaatkan para pemain depan Indonesia mengingat posisi pemain belakang Jepang juga dalam kondisi pincang setelah tak hadirnya para pemain inti dan cederanya Koki Machida serta Tsuyoshi Watanabe.
Peran tiga penyerang Indonesia seperti Marselino Ferdinan, Ricky Kambuaya, hingga Ole Romeny akan sangat dibutuhkan dalam memanfaatkan serangan balik ini.