Pierre Curie, Sosok Ilmuwan Berpengaruh Tewas Digilas Kereta Kuda, Dunia Respect Sampai Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Pierre Curie tewas tragis digilas kereta kuda di Paris pada 1906. Dunia sains berduka, bendera setengah tiang dikibarkan untuk menghormatinya.
19 April 1906, langit Paris sore itu begitu muram. Hujan deras membasahi jalan-jalan berbatu. Membuat permukaannya licin dan berbahaya.
Di Rue Dauphine, sebuah jalanan sibuk yang menurun menuju Quai Conti, langkah seorang lelaki berusia 46 tahun berakhir tragis.
Dia bukan orang sembarangan. Dunia mengakui kecerdasannya. Namanya Pierre Curie, fisikawan brilian nan ternama sekaligus suami ilmuwan Marie Curie. Mereka adalah penemu radium dan polonium.
Sekitar pukul empat sore, Curie baru saja meninggalkan sebuah pertemuan dan hendak menyeberang jalan. Di tengah derasnya lalu lintas Paris yang dipenuhi kereta kuda, ia berlari kecil untuk menghindari salah satunya.
Nahas, langkahnya terpeleset di atas jalan basah dan tubuhnya terjatuh tepat di jalur sebuah gerobak kuda bermuatan militer.
Tak tanggung-tanggung, disebutkan di beberapa sumber, gerobak kuda itu menanggung beban hampir empat ton. Tragisnya, roda besi yang berat melindas kepalanya. Pierre meninggal seketika, tanpa sempat ditolong.
Media Massa Gempar
Keesokan harinya, kabar ini mengisi halaman depan koran-koran Paris. Le Matin menurunkan laporan panjang dengan foto kereta kuda yang dijuluki “la voiture meurtrière” atau kereta pembunuh.
Sketsa lokasi kecelakaan dipublikasikan, lengkap dengan tanda silang yang menunjukkan roda mana yang menghancurkan tengkorak sang ilmuwan. Seorang saksi berkata lirih di tengah kerumunan:
“Tapi itu Tuan Doktor Curie, penemu radium, yang baru saja tertabrak," jelas saksi.
Duka Marie Curie Diungkap Lewat tulisan
Kabar itu, bagi Marie Curie, lebih dari sekadar kehilangan. Ia tidak hanya merelakan kolega ilmiah, tetapi juga sahabat hidup dan belahan jiwa. Dalam catatan pribadinya, ia menulis dengan getir, terasa sesak di dada.
"Semua sudah berakhir. Pierre kini tidur dalam tidur terakhirnya di bawah bumi; ini adalah akhir dari segalanya, segalanya, segalanya.”
"Mustahil bagiku mengungkapkan betapa dalam dan pentingnya krisis yang menimpa hidupku akibat kehilangan seseorang yang telah menjadi sahabat dan pendamping terdekatku," tambah Marie.
Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Kematian mendadak Pierre Curie bukan cuma kabar duka keluarga, melainkan pukulan besar bagi komunitas ilmiah internasional.
Sir William Ramsay, kimiawan Inggris peraih Nobel, menulis di The Times of London bahwa dunia telah kehilangan seorang pria dengan kejujuran mutlak, ilmuwan dengan kejernihan pikiran langka, dan jiwa yang tak tergantikan.
Ilmuwan Jerman Walther Nernst bahkan menyebut tragedi itu sebagai “pukulan dahsyat terhadap seluruh fisika modern.”
Universitas Berlin bahkan mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati Curie, tanda betapa besar wibawa ilmuwan Prancis itu di mata sejawatnya di Eropa.
Pemakaman dan Penghormatan
Prosesi pemakaman Pierre Curie berlangsung sederhana namun penuh haru. Ia dikebumikan di Sceaux, sebuah kota kecil di pinggiran selatan Paris, tempat keluarga Curie tinggal.
Para ilmuwan, pejabat, dan masyarakat umum hadir memberikan penghormatan terakhir. Marie Curie, meski hancur oleh duka, berdiri tegar mendampingi peti suaminya.
Namun penghormatan bagi Pierre Curie tidak berhenti di sana.
Hampir sembilan dekade kemudian, pada 1995, pemerintah Prancis memutuskan untuk memindahkan jasad Pierre dan Marie ke Panthéon di Paris.
Tempat bergengsi peristirahatan para tokoh besar bangsa. Mereka menjadi pasangan ilmuwan pertama yang dianugerahi kehormatan nasional setinggi itu.
FAQ tentang Pierre Curie
1. Siapa Pierre Curie?
Pierre Curie adalah fisikawan asal Prancis, peraih Nobel Fisika 1903 bersama Marie Curie dan Henri Becquerel, penemu radium dan polonium.
2. Bagaimana Pierre Curie meninggal?
Pierre Curie meninggal tragis pada 19 April 1906 di Paris setelah terpeleset di jalan basah dan terlindas roda kereta kuda bermuatan berat.
3. Apa reaksi dunia sains atas kematian Pierre Curie?
Dunia sains berduka. Ilmuwan seperti Sir William Ramsay dan Walther Nernst menyebutnya sebagai kehilangan besar. Universitas Berlin mengibarkan bendera setengah tiang.
4. Dimana Pierre Curie dimakamkan?
Awalnya Pierre Curie dimakamkan di Sceaux, Prancis. Pada 1995, ia dan Marie Curie dipindahkan ke Panthéon, tempat kehormatan tokoh besar Prancis.
5. Apa warisan terbesar Pierre Curie?
Pierre Curie meninggalkan warisan penelitian tentang radioaktivitas yang menjadi dasar fisika modern, sekaligus teladan integritas seorang ilmuwan.