Pengamat: Sulit Percaya Ada Hacker Beri Gratis Kunci Deskripsi Data yang Dicuri Kalau Tak Mengalami
Peristiwa hacker memberikan kunci secara gratis memang langka. Namun bukan berarti tidak ada.
Pengamat Siber Vaksincom, Alfons Tanujaya mengakui orang awam akan sulit mempercayai ada hacker yang secara gratis memberikan kunci deskripsi data yang diambilnya.
Seperti halnya yang terjadi pada peristiwa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya.
Ransomware yang mengatasnamakan Brain Cipher ini mengumumkan mengembalikan kunci deskripsi kepada pemerintah Indonesia.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya ransomware ini meminta tebusan USD 8 juta atau Rp 131 miliar untuk mendapatkan kunci deskripsi.
“Kalau tidak mengalami langsung memang hal ini sulit dipercaya ya,” ujar Alfons kepada Merdeka.com, Rabu (10/7).
Ia memberikan contoh pengalamannya saat membantu situs Yayasan yang mengelola anak disabilitas.
Mereka menjadi korban ransomware kira-kira pada 2023. Kasusnya adalah file korban diretas oleh malware bernama Mallox.
Mallox ini juga menjadi dalam peretasan airlines terbesar milik Indonesia pada Juli 2023.
“Saya berikan buktinya. Kejadiannya kira-kira 2023 di mana salah satu situs yang membantu anak dengan disabilitas menjadi korban ransomware dan filenya diretas oleh mallox sebagai catatan mallox juga berhasil meretas Airline terbesar milik pemerintah Indonesia sekitar bulan Juli 2023 dan datanya sebesar 749 GB dibagikan secara gratis,” kata dia.
Singkat cerita, lanjut Alfons, pelaku peretas akhirnya memberikan secara cuma-cuma kunci deskripsi itu. Selain itu, mereka juga memberikan nasihat dan saran bagaimana mengamankan sistem dari serangan siber.
“Ini bukti kami mengalami sendiri dan memberikan pengalaman kami berkecimpung dalam dunia cyber security selama 25 tahun. Tidak lupa Mallox juga memberikan nasihat dan saran tentang mengamankan sistem dari serangan siber,” ungkapnya.