Mengapa Kebanyakan Toilet di Dunia Berwarna Putih?
Toilet putih dipilih karena ekonomis, mudah dibersihkan, dan memiliki kesan luas untuk ruangan kecil. Kualitas porselen membuat toilet awet dan tahan noda.
Sebagian besar toilet di dunia memiliki warna putih, baik di rumah, kantor, maupun toilet umum. Namun, mengapa warna putih menjadi dominan pada toilet? Berikut alasannya. Ada banyak alasan yang beredar mengenai mengapa toilet umumnya berwarna putih.
Salah satu alasannya adalah aspek kebersihan, karena noda lebih mudah terlihat di permukaan putih, sehingga toilet lebih mudah dibersihkan. Selain itu, warna putih memberi kesan ruang lebih besar karena memantulkan cahaya, serta lebih mudah diselaraskan dengan warna bak mandi dan wastafel.
Mengutip IFLScience, Selasa (29/10), kebanyakan toilet dibuat dari bahan keramik, terutama porselen atau vitreous china. Porselen putih terbentuk dari campuran kuarsa, feldspar, silika, dan tanah liat yang dipanaskan dalam tungku dengan suhu tinggi, menciptakan warna putih khasnya. Untuk vitreous china, porselen dilapisi glasir dari bubuk kaca dan dipanaskan kembali sehingga menghasilkan lapisan mengilap.
Kedua bahan ini non-porous, penting dalam hal kebersihan, karena limbah tidak dapat meresap ke dalam material. Jika toilet dibuat dari plastik, limbah akhirnya dapat menyerap ke dalam material, yang tak ideal untuk perangkat yang perlu terjaga kebersihannya.
Alasan utama toilet putih populer adalah karena mudah dibuat, murah, dan memberikan kesan ruang lebih besar. Namun, bagi Anda yang masih memiliki toilet dengan nuansa tahun 60-an atau 70-an seperti hijau alpukat, jangan khawatir – warna tersebut kini kembali diminati generasi muda, menurut The Guardian.