Hanya dengan Foto Wajah, Aplikasi Ini Klaim Bisa Deteksi Jodoh Terbaik Seseorang
Artificial Intelligence (AI) disebut sangat membantu pencarian jodoh terbaik seseorang.
Artificial Intelligence (AI) disebut sangat membantu pencarian jodoh terbaik seseorang.
Hanya dengan Foto Wajah, Aplikasi Ini Klaim Bisa Deteksi Jodoh Terbaik Seseorang
Tidak perlu repot-repot mencari pasangan secara mandiri, kini kecerdasan buatan (AI) dapat membantu manusia menemukan cinta.
Hal ini dibuat oleh sebuah aplikasi dating bernama SciMatch. Alih-alih menyuruh pengguna mengisi profil secara lengkap, malahan menyuruh pengguna mengunggah satu foto selfie saja.
Mengutip laporan Insider dan FoxNews, Rabu (25/10), dengan satu foto selfie ini algoritma AI akan memeriksa ciri-ciri kepribadian yang diidentifikasi di wajah pengguna.
Ciri kepribadian yang diperiksa adalah kepribadian “Lima Besar”, yaitu ekstroversi, neurotisisme, keterbukaan, keramahan, dan kesadaran.
Kelima kepribadian itu dianggap pembuka dari serangkaian kepribadian-kepribadian lainnya yang lebih kompleks. Hal ini didasarkan terhadap kumpulan penelitian di lapangan yang memang menunjukkan bagaimana wajah seseorang dapat menunjukkan kepribadiannya.
Kedua pencipta aplikasi ini, Yanina dan Viktoryia Strylets, menyatakan bahwa pengguna SciMatch telah melaporkan bahwa teknologi ini memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi, sekitar 87 persen.
Tingkat respons pengguna SciMatch yang sebesar 77 persen juga lebih besar dibandingkan Tinder. Aplikasi ini dapat digunakan secara gratis, tetapi pengguna juga bisa membayar demi mendapatkan fitur premium dari SciMatch.
Fitur Premium
Fitur premium ini adalah pengguna dapat mengunggah foto selebriti agar pengguna dapat menemukan pasangan yang memiliki struktur wajah yang mirip.
Meskipun fitur ini tampaknya menyenangkan, tetapi ini dapat mengubah kencan digital yang berdasar kepada kepribadian menjadi kencan yang mengutamakan penampilan.
Namun aplikasi ini mengklaim punya tingkat akurasi yang besar, tetapi beberapa kritikus mengkritik aplikasi ini dengan menyebutnya sebagai “keajaiban total”.
Banyak juga yang menganggap aplikasi semacam ini dapat menyebabkan manusia kehilangan hubungan antarmanusia yang nyata.
Salah satu pendiri SciMatch, Yanina Strylets, menjelaskan bahwa aplikasi ini malah membantu pengguna untuk mencapai koneksi asli.
“Melalui AI, kami menggali lebih dalam dari sekedar penampilan dan minat yang sama; kami memanfaatkan inti dari hubungan antarmanusia - penyelarasan kepribadian,” jelasnya.
Menurutnya, wajah sebagai pembuka ciri-ciri kepribadian, dapat memberikan data jujur mengenai kepribadian pengguna dengan lebih baik.
“Dengan bantuan AI dan model psikologis yang telah terbukti, kami hadir untuk menerangi jalan untuk koneksi asli.”
Selain SciMatch, beberapa aplikasi kencan lainnya seperti Tinder, Hinge, dan OkCupid juga telah berencana untuk memanfaatkan AI dalam aplikasinya.